STKIP PESSELSTKIP PESSEL
Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan SekolahJurnal Kepemimpinan dan Pengurusan SekolahPendidikan tidak hanya semata-mata bertujuan untuk mentransfer pengetahuan dari guru kepada peserta didik, melainkan juga berfokus pada pembentukan karakter peserta didik yang unggul, baik dalam aspek pengetahuan (Knowledge), sikap (attitude), maupun keterampilan (skill). Pendidikan karakter fokus utama dalam dunia pendidikan saat ini, terutama dengan adanya tantangan globalisasi dan perubahan sosial yang cepat. Peran guru sangat penting dalam membentuk karakter peserta didik. Guru tidak hanya bertanggung jawab untuk menyampaikan materi akademis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam membentuk karakter siswa di sd negeri 05 salido kecil. metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa melalui keteladanan, pembiasaan, integrasi nilai karakter dalam pembelajaran, serta kolaborasi dengan orantua dan pihak sekolah. Nilai-nilai karakter seperti disiplin, tanggung jawab, jujur, peduli, dan kerja sama berhasil ditanamkan melalui berbagai strategi yang terencana. Meskipun terdapat beberapa hambatan seperti latar belakang keluarga siswa dan pengaruh lingkungan luar, guru tetap berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif bagi pembentukan karakter siswa.
Berdasarkan hasil penelitian yang di lakukan di SD Negeri 05 salido kecil, dapat di simpulkan bahwa peran guru dalam membentuk karakter peserta didik sangatlah penting dan strategis.Guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga menjadi teladan dalam perilaku, pembimbing dalam proses pengembangan diri siswa, serta motivator yang mendorong peserta didik untuk berprilaku positif.Nilai-nilai karakter seperti disiplin, tanggung jawab, sopan santun, dan kerja sama ditanamkan guru melalui keteladanan, penguatan pembiasaan, serta pendekatan yang persuasif dan edukatif.Proses pembentukan karakter ini berlangsung tidak hanya di dalam kelas, tetapi juga melalui interaksi guru dengan siswa di luar kelas, serta dalam berbagai kegiatan sekolah.Keteladanan yang konsisten dari guru telah membentuk lingkungan belajar yang kondusif dan berpengaruh positif terhadap sikap dan prilaku siswa.
Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru: Pertama, perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas berbagai metode pembentukan karakter yang diterapkan guru di sekolah dasar, dengan fokus pada identifikasi metode yang paling efektif dalam meningkatkan nilai-nilai karakter tertentu pada siswa. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menginvestigasi peran serta keterlibatan orang tua dalam proses pembentukan karakter siswa, serta bagaimana sinergi antara sekolah dan keluarga dapat dioptimalkan untuk mencapai hasil yang lebih baik. Ketiga, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur dampak program pendidikan karakter terhadap prestasi akademik dan perilaku siswa, dengan menggunakan desain penelitian eksperimen atau quasi-eksperimen untuk menarik kesimpulan kausal. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pembentukan karakter siswa di sekolah dasar, serta menghasilkan rekomendasi praktis bagi guru, orang tua, dan pembuat kebijakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan karakter di Indonesia.
| File size | 274.72 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
ABULYATAMAABULYATAMA Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMAN Peukan Bada yang terdiri dari 2 kelas dengan menggunakan 1 kelas sebagai sampel, yangPopulasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMAN Peukan Bada yang terdiri dari 2 kelas dengan menggunakan 1 kelas sebagai sampel, yang
UNYUNY Penelitian ini menegaskan peran penting guru sebagai fasilitator dalam meningkatkan partisipasi dan motivasi siswa. Temuan penelitian menunjukkan bahwaPenelitian ini menegaskan peran penting guru sebagai fasilitator dalam meningkatkan partisipasi dan motivasi siswa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa
INSANPRIMAMUINSANPRIMAMU Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik kuantitatif dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkanTeknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik kuantitatif dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan
INSANPRIMAMUINSANPRIMAMU Kesimpulan menekankan perlunya peningkatan interaksi guru‑siswa, partisipasi seluruh guru dalam shalat berjamaah, serta penetapan tata tertib yang jelasKesimpulan menekankan perlunya peningkatan interaksi guru‑siswa, partisipasi seluruh guru dalam shalat berjamaah, serta penetapan tata tertib yang jelas
UNYUNY Selanjutnya, anak dengan kemampuan asosiasi tinggi yang bermain dengan media literat memperoleh skor lebih baik dibandingkan anak dengan kemampuan asosiasiSelanjutnya, anak dengan kemampuan asosiasi tinggi yang bermain dengan media literat memperoleh skor lebih baik dibandingkan anak dengan kemampuan asosiasi
E SIBERE SIBER Berdasarkan tujuan, hasil, dan diskusi, kesimpulan dari artikel ini adalah merumuskan hipotesis untuk penelitian mendatang, yaitu. 1) Interaksi guru-siswaBerdasarkan tujuan, hasil, dan diskusi, kesimpulan dari artikel ini adalah merumuskan hipotesis untuk penelitian mendatang, yaitu. 1) Interaksi guru-siswa
STAISKUTIMSTAISKUTIM Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Sangatta Utara dengan subyek penelitian guru berjumlah 32 orang dan obyek penelitian ini adalah pelaksanaanPenelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Sangatta Utara dengan subyek penelitian guru berjumlah 32 orang dan obyek penelitian ini adalah pelaksanaan
PUSDIKRA PUBLISHINGPUSDIKRA PUBLISHING Peneliti melaksanakan studi ini di MTs Aisyiyah Binjai pada tahun ajaran 2020/2021, khususnya pada akhir Mei–Juni 2021. Metode yang digunakan adalahPeneliti melaksanakan studi ini di MTs Aisyiyah Binjai pada tahun ajaran 2020/2021, khususnya pada akhir Mei–Juni 2021. Metode yang digunakan adalah
Useful /
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Kesadaran metakognitif siswa kelas X Fase E SMA Pertiwi 1 Padang secara keseluruhan berada pada kategori tinggi. Kemampuan memahami nilai-nilai yang terkandungKesadaran metakognitif siswa kelas X Fase E SMA Pertiwi 1 Padang secara keseluruhan berada pada kategori tinggi. Kemampuan memahami nilai-nilai yang terkandung
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai karakter kekhususan hubungan dengan Tuhan yang tergambar dalam novel Sehidup Sesurga DenganmuPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai karakter kekhususan hubungan dengan Tuhan yang tergambar dalam novel Sehidup Sesurga Denganmu
UNYUNY Sampel terdiri dari 61 siswa SMA di Kabupaten Buleleng, Bali, yang dipilih secara acak dan dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Data dikumpulkanSampel terdiri dari 61 siswa SMA di Kabupaten Buleleng, Bali, yang dipilih secara acak dan dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Data dikumpulkan
UNYUNY Dengan demikian, organizer grafis terbukti efektif sebagai strategi metodologis untuk memfasilitasi struktur pengetahuan, pengembangan kemampuan kognitif,Dengan demikian, organizer grafis terbukti efektif sebagai strategi metodologis untuk memfasilitasi struktur pengetahuan, pengembangan kemampuan kognitif,