STKIP PESSELSTKIP PESSEL

Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan SekolahJurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah

Menurut teori konstruktivisme, membaca bukan hanya kegiatan pasif menerima informasi, melainkan juga aktivitas aktif dalam membangun makna berdasarkan pengalaman, pengetahuan, serta kemampuan kognitif siswa. Dengan demikian, siswa yang memiliki kemampuan membaca pemahaman yang baik akan lebih mudah menangkap inti bacaan, mengidentifikasi informasi penting, membuat inferensi, serta menarik kesimpulan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan membaca pemahaman siswa sekolah dasar, faktor-faktor yang memengaruhinya, serta hubungan antara minat baca dengan pemahaman membaca siswa. Penelitian dilakukan di UPT SDN 16 Pasar Sungai Tunu menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan utama yaitu siswa, guru, kepala sekolah, dan orang tua siswa. Penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca pemahaman siswa masih tergolong rendah, terutama dalam menemukan ide pokok. Faktor internal seperti minat baca, penguasaan kosakata, dan strategi belajar serta faktor eksternal seperti metode pengajaran guru dan lingkungan keluarga berperan besar dalam membentuk pemahaman siswa. Penelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan membaca pemahaman pada tingkat sekolah dasar, serta menekankan pentingnya sinergi antara keluarga dan sekolah.

Kemampuan membaca pemahaman siswa kelas IV di UPT SDN 16 Pasar Sungai Tunu masih tergolong rendah.Faktor internal yang memengaruhi meliputi minat baca, keterbatasan kosakata, serta strategi membaca.Faktor eksternal meliputi metode pembelajaran guru, keterbatasan bahan bacaan, serta dukungan dari lingkungan keluarga.Upaya peningkatan memerlukan strategi pembelajaran yang lebih variatif, penyediaan bahan bacaan yang sesuai, serta dukungan penuh dari orang tua.

Untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa, diperlukan strategi pembelajaran yang lebih variatif dan menarik, seperti penggunaan metode pembelajaran berbasis teks, strategi membaca aktif, diskusi kelompok, atau integrasi teknologi dalam kegiatan literasi. Selain itu, penting untuk menyediakan bahan bacaan yang sesuai dengan usia dan minat anak, serta meningkatkan dukungan dan keterlibatan orang tua dalam kegiatan membaca di rumah. Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan metode pembelajaran inovatif yang dapat meningkatkan minat baca dan kemampuan memahami teks pada siswa sekolah dasar, serta mengeksplorasi peran teknologi dalam meningkatkan literasi membaca.

Read online
File size263.79 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test