JOURNALSJOURNALS

Jurnal Pengabdian Masyarakat IndonesiaJurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia

Kelompok minat khusus seperti Ankubas memiliki potensi besar dalam pemberdayaan masyarakat berbasis sumber daya lokal. Namun, banyak kelompok serupa yang menghadapi tantangan keberlanjutan karena lemahnya kepemimpinan, partisipasi rendah, dan kurangnya dukungan eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor keberhasilan kelompok Ankubas, yang memanfaatkan eceng gondok sebagai produk bernilai ekonomis. Dengan pendekatan kualitatif berbasis studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil menunjukkan empat faktor kunci keberhasilan: kepemimpinan visioner, partisipasi aktif anggota, komunikasi yang efektif, dan dukungan eksternal. Inovasi seperti Eco Pillow meningkatkan pendapatan anggota hingga 30% dan mengurangi limbah eceng gondok di Sungai Musi sebesar 15%. Studi ini menawarkan rekomendasi praktis untuk pembentukan kelompok minat serupa.

Kepemimpinan visioner dan inklusif Reksotriono serta partisipasi aktif anggota, terutama remaja lokal, menjadi faktor kunci keberhasilan Ankubas, yang mendorong motivasi, arahan kegiatan, dan pembentukan visi bersama.Komunikasi internal dan eksternal yang efektif serta dukungan kuat dari komunitas dan pemangku kepentingan, termasuk dosen Universitas Sriwijaya, menyediakan sumber daya dan keahlian penting bagi proyek kelompok.Akibatnya, kelompok Ankubas tidak hanya berhasil secara internal tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar berupa pemberdayaan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan pengembangan keterampilan.

Penelitian lanjutan dapat meneliti bagaimana faktor‑faktor keberhasilan kelompok Ankubas diterapkan pada kelompok minat khusus lain di berbagai provinsi Indonesia untuk mengidentifikasi elemen universal dan kontekstual. Penelitian tersebut dapat dirumuskan sebagai pertanyaan: “Faktor kepemimpinan, partisipasi, komunikasi, dan dukungan eksternal mana yang secara konsisten mempengaruhi keberhasilan kelompok inovatif di wilayah‑wilayah berbeda? Selanjutnya, studi longitudinal selama lima hingga sepuluh tahun dapat dimanfaatkan untuk memantau perubahan dinamika internal kelompok Ankubas serta dampak jangka panjang inovasi eceng gondok terhadap ekonomi dan lingkungan. Pertanyaan penelitian yang dapat diajukan: “Bagaimana evolusi kepemimpinan dan partisipasi anggota mempengaruhi keberlanjutan proyek inovasi lingkungan dalam jangka waktu panjang? Penelitian kuantitatif dengan sampel besar dari kelompok serupa dapat menguji hubungan statistik antara intensitas dukungan eksternal dan peningkatan pendapatan anggota. Contoh pertanyaan: “Apakah tingkat dukungan institusional berhubungan signifikan dengan pertumbuhan pendapatan rumah tangga anggota kelompok inovasi sumber daya lokal? Selain itu, penelitian aksi dapat mengevaluasi strategi penyebaran inovasi eceng gondok ke daerah peri‑urban lainnya dengan mengadaptasi model pelatihan yang dikembangkan oleh Ankubas. Pertanyaan yang relevan: “Model pelatihan berbasis kerja lapangan Ankubas dapat diadaptasi secara efektif untuk meningkatkan kapasitas komunitas peri‑urban dalam mengolah limbah organik? Dengan menjawab ketiga arah penelitian ini, akademisi dan praktisi dapat memperluas pengetahuan tentang replikasi model pemberdayaan berbasis sumber daya lokal serta meningkatkan kebijakan dukungan bagi inisiatif serupa di Indonesia.

Read online
File size406.19 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test