JOURNALSJOURNALS

Jurnal Pengabdian Masyarakat IndonesiaJurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia

Samarinda merupakan salah satu kota di Kalimantan Timur yang rawan akan bencana. Bencana yang sering terjadi di Samarinda yaitu bencana banjir, longsor dan kebakaran, diantara ketiga bencana tersebut yang paling sering terjadi di Samarinda yaitu bencana banjir. Bencana banjir yang terjadi di Samarinda melanda berbagai sekolah terutama sekolah-sekolah yang lokasinya berada di daerah rawan bencana banjir oleh karena itu siswa harus memiliki pengetahuan tentang mitigasi dan sikap kesiapsiagaan saat terjadi bencana banjir untuk mengurangi resiko pada saat bencana terjadi. Kegiatan sosialisasi kebencanaan yang dilakukan di SMPN 25 Samarinda dapat meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi banjir. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan kesiapsiagaan siswa SMPN 25 Samarinda dalam menghadapi bencana banjir. Dalam kegiatan ini peneliti menggunakan metode kuantitatif. Sample dalam kegiatan ini adalah siswa kelas VII dan kelas VIII SMPN 25 Samarinda sebanyak 95 orang, dengan teknik pengambilan sample dilakukan secara random sampling. Teknik pengambilan data dalam kegiatan ini adalah melalui angket/kuisioner, dokumentasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian bahwa pengetahuan dan kesiapsiagaan siswa di SMPN 25 Samarinda rata-rata masuk dalam kategori tinggi, tetapi siswa di sekolah ini lebih memiliki kesiapsiagaan yang tinggi dibandingkan dengan memiliki pengetahuan yang tinggi.

Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan di SMPN 25 Samarinda sangat memberikan dampak terhadap peningkatan pengetahuan dan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi bencana banjir.Berdasarkan hasil kuisioner/angket yang telah disebarkan setelah selesai kegiatan sosialisasi, peneliti dapat menyimpulkan bahwa pengetahuan dan kesiapsiagaan siswa SMPN 25 Samarinda masuk dalam kategori tinggi, yang dimana ada sebanyak 58 orang siswa berpengetahuan tinggi, 23 orang yang sangat tinggi dan 10 orang yang sedang, sedangkan kesiapsiagaan ada sebanyak 59 yang bersikap siaga tinggi, 26 orang sangat tinggi, dan 14 orang bersikap siaga sedang.Berdasarkan hasil rekap angket kuisioner tersebut dapat diketahui bahwa siswa di SMPN 25 ini rata-rata memiliki kesiapsiagaan tinggi dibandingkan dengan pengetahuan, hal tersebut disebabkan karna siswa siswa di sekolah SMPN 25 sering mengalami bencana banjir.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi jangka panjang dampak sosialisasi kebencanaan terhadap perilaku siswa dalam situasi bencana. Selain itu, perlu dilakukan studi perbandingan kesiapsiagaan antar sekolah di Samarinda untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi tingkat kesiapsiagaan. Terakhir, penelitian juga dapat mengeksplorasi efektivitas metode sosialisasi berbeda, seperti simulasi langsung atau media interaktif, dalam meningkatkan pemahaman dan kesiapan siswa menghadapi bencana banjir.

Read online
File size373.69 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test