STIKES ISFISTIKES ISFI

JIIS (Jurnal Ilmiah Ibnu Sina): Ilmu Farmasi dan KesehatanJIIS (Jurnal Ilmiah Ibnu Sina): Ilmu Farmasi dan Kesehatan

Diabetes mellitus Tipe 2 (DMT2) merupakan salah satu penyakit kronis dengan prevalensi tinggi di Indonesia dan memberikan beban besar terhadap biaya kesehatan. Komorbiditas serta kontrol gula darah yang buruk berkontribusi meningkatkan biaya medis langsung dan penurunan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk melihat Cost Utility Analysis pada pasien DMT2 dengan mengintegrasikan kadar gula darah, komorbiditas, biaya medis langsung, dan kualitas hidup. Metode penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pengambilan data secara prospektif menggunakan teknik pengambilan data convenience sampling menggunakan kuisioner EQ5D5L untuk mengukur kualitas hidup, Rekam Medis untuk data gula darah, komorbiditas, serta biaya medis langsung. Analisis data menggunakan uji statistik dengan uji Chi-Square dan uji Regresi Logistik, serta perhitungan nilai indeks utility. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 38% memiliki kualitas hidup baik dan 62% memiliki kualitas hidup buruk, dengan rata-rata skor indeks utility 0,5175. kadar gula darah sewaktu sebanyak 56% dengan kadar ≥200 mg/dL, sedangkan <200 mg/dL sebanyak 44%. Adanya Komorbiditas sebanyak 52% sedangkan tidak ada komorbiditas sebanyak 48%. Biaya medis langsung diperoleh median sebesar Rp.425.500, kategori tinggi ≥Rp425.500 sebanyak 62% dan 38% pada kategori rendah

Kualitas hidup pasien diabetes mellitus tipe 2 (DMT2) di RSUD Dr.Ansari Saleh secara umum berada pada kategori buruk dengan rata-rata indeks utilitas 0,5175.Meskipun analisis bivariat menunjukkan komorbiditas, kadar gula darah, dan biaya medis langsung berhubungan signifikan dengan kualitas hidup, namun analisis multivariat membuktikan bahwa hanya kadar gula darah yang menjadi faktor independen paling berpengaruh.Hal ini menekankan pentingnya pengendalian kadar gula darah untuk meningkatkan kualitas hidup pasien DMT2.

Penelitian ini memberikan gambaran penting mengenai kualitas hidup pasien diabetes mellitus tipe 2 dan faktor-faktor yang memengaruhinya, khususnya kadar gula darah. Untuk memperkaya pemahaman ini, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dieksplorasi. Pertama, akan sangat bermanfaat untuk melakukan studi jangka panjang (longitudinal) guna melacak bagaimana perubahan kadar gula darah yang terkontrol secara konsisten, serta penanganan komorbiditas dan biaya medis, benar-benar memengaruhi kualitas hidup pasien dari waktu ke waktu. Hal ini dapat membantu mengidentifikasi efektivitas intervensi dalam jangka panjang dan memahami dinamika kualitas hidup pasien. Kedua, mengingat temuan bahwa aspek psikologis seperti kecemasan sangat dominan, penelitian selanjutnya bisa berfokus pada evaluasi efektivitas biaya dari program intervensi non-farmakologis yang terstruktur, seperti edukasi pasien yang intensif atau dukungan psikososial, terhadap peningkatan kualitas hidup pada pasien DMT2 dengan kontrol gula darah yang buruk. Ini akan memberikan bukti berbasis data tentang program mana yang paling efektif dan efisien untuk diimplementasikan. Ketiga, untuk meningkatkan generalisasi temuan, studi serupa dapat diperluas ke berbagai fasilitas kesehatan primer dan sekunder di beberapa wilayah di Indonesia. Dengan membandingkan hasil antara berbagai lingkungan perawatan, kita dapat mengidentifikasi perbedaan kualitas hidup pasien dan faktor-faktor pendorongnya dalam konteks sistem kesehatan yang lebih luas, sehingga rekomendasi kebijakan dapat disesuaikan secara lebih spesifik. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan lebih mendalam bagi tenaga kesehatan dan pembuat kebijakan dalam merancang strategi penatalaksanaan DMT2 yang holistik dan berkelanjutan, tidak hanya berfokus pada klinis tetapi juga kualitas hidup pasien.

Read online
File size398.29 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test