STIKESADVAITAMEDIKASTIKESADVAITAMEDIKA

INSAN USADAINSAN USADA

Latar Belakang: Remaja merupakan individu yang sedang mengalami masa peralihan dari masa kanak‑kanak menuju masa dewasa yang ditandai dengan kematangan secara fisik maupun mental. Gangguan kesehatan mental atau depresi merupakan masalah kejiwaan yang rentan terjadi pada remaja. Tujuan: Mengetahui . Metode: Menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross‑sectional. Sampel sebanyak 166 orang dipilih dengan stratified random sampling. Alat pengumpul data berupa kuesioner kemampuan koping dan kesehatan mental. Hasil: Sebagian besar responden memiliki kemampuan koping baik (80 orang, 48,2%) dan kesehatan mental normal (128 orang, 77,1%). Sebanyak 38 responden (22,9%) memiliki kemampuan koping kurang baik serta kesehatan mental abnormal. Uji statistik menunjukkan nilai p‑value 0,000 (<0,05) yang berarti terdapat hubungan signifikan antara kemampuan koping dan kesehatan mental pada remaja di SMK Sanjiwani Gianyar. Simpulan: Terdapat .

Penelitian menunjukkan bahwa 22,9% remaja di SMK Sanjiwani Gianyar memiliki kemampuan koping yang kurang baik serta kesehatan mental yang abnormal.Hasil analisis statistik mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara kemampuan koping dan kesehatan mental pada remaja.Dengan demikian, peningkatan kemampuan koping dapat berperan penting dalam memperbaiki kesehatan mental remaja.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana intervensi program pelatihan kemampuan koping berbasis sekolah mempengaruhi perubahan kesehatan mental remaja secara longitudinal selama satu tahun, sehingga dapat mengidentifikasi efek jangka panjang dan faktor penentu keberhasilan. Selanjutnya, penelitian dapat meneliti peran mediasi dukungan sosial keluarga dan teman sebaya dalam hubungan antara kemampuan koping dan kesehatan mental, dengan menggunakan model struktural untuk memahami mekanisme yang mendasari. Terakhir, studi komparatif antara remaja laki‑laki dan perempuan dapat dilakukan untuk menguji apakah terdapat perbedaan signifikan dalam pola koping adaptif dan maladaptif serta dampaknya terhadap kesehatan mental, sehingga memberikan dasar bagi kebijakan intervensi yang sensitif gender.

  1. #pola asuh#pola asuh
  2. #anak sekolah#anak sekolah
Read online
File size192.81 KB
Pages10
Short Linkhttps://juris.id/p-2Hr
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test