UNESAUNESA
Jurnal Dialektika Pendidikan IPSJurnal Dialektika Pendidikan IPSPelajaran IPS di sekolah memiliki cakupan materi berkaitan dengan permasalahan sosial. Cakupan materi tersebut bersifat kompleks dan maju sehingga memerlukan pembelajaran dari berbagai bidang ilmu sosial. Kebanyakan pembelajaran IPS hanya didasari pada langkah-langkah pembelajaran diajarkan teori/definisi lalu diberikan contoh dan yang terakhir adalah latihan soal. Dengan kondisi demikian maka masih kurangnya tingkat kemampuan berpikir kreatif siswa yang dikatakan belum berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas pembelajaran IPS dengan sumber belajar sekolah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa di SMPN 1 Sidoarjo. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif quasi experiment. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan observasi. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa menggunakan sumber belajar lingkungan sekolah lebih efektif daripada menggunakan metode diskusi kelas. Hal ini dapat dilihat dari hasil observasi dan test pada masing-masing kelas dengan menggunakan sumber belajar lingkungan sekolah anak-anak dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif, siswa jadi termotivasi dalam menyelesaikan permasalahan / soal secara aktif. Sehingga secara otomatis juga dapat melatih berpikir kreatif siswa dengan menyampaikan semua ide-ide nya.
Penggunaan sumber belajar lingkungan sekolah meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa di SMPN 1 Sidoarjo.Hasil tes dan observasi menunjukkan peningkatan skor rata‑rata sebesar 22,87 pada kelas eksperimen dibandingkan 12,63 pada kontrol.Penelitian ini membuktikan bahwa pendekatan berbasis lingkungan lebih efektif daripada diskusi kelas dalam mengembangkan berpikir kreatif.
Penelitian selanjutnya dapat menanyakan bagaimana pemanfaatan media digital berbasis lingkungan sekolah mempengaruhi motivasi dan kreativitas siswa, apakah integrasi teknologi informasi dapat memperkuat hasil yang ditemukan? Selain itu, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk menilai dampak jangka panjang penggunaan sumber belajar lingkungan terhadap perkembangan berpikir kreatif siswa di berbagai jenjang pendidikan. Terakhir, studi komparatif antara metode diskusi kelompok berbasis masalah dengan pendekatan eksploratif berbasis lingkungan sekolah dapat mengidentifikasi strategi pengajaran terbaik untuk meningkatkan kreativitas di mata pelajaran IPS.
| File size | 564.9 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
USNSJUSNSJ Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan pertimbangan bahwa kedua kelas memiliki kemampuan kognitif awal yang sama. Terdapat duaTeknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan pertimbangan bahwa kedua kelas memiliki kemampuan kognitif awal yang sama. Terdapat dua
ALIMSPUBLISHINGALIMSPUBLISHING Pada tahap siklus 1 perolehan hanya 32,2 % siswa yang mencapai ketuntasan hasil belajar, presentase ini kemudian mengalami peningkatan yang signifikanPada tahap siklus 1 perolehan hanya 32,2 % siswa yang mencapai ketuntasan hasil belajar, presentase ini kemudian mengalami peningkatan yang signifikan
UNESAUNESA Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen dan desain Nonequivalent Control Group Design. Subjek penelitian terdiriPenelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen dan desain Nonequivalent Control Group Design. Subjek penelitian terdiri
UNESAUNESA Penerapan model pembelajaran Problem based learning (PBL) dengan media pembelajaran berbasis film pendek terhadap hasil belajar IPS pada materi masa koloniaslismePenerapan model pembelajaran Problem based learning (PBL) dengan media pembelajaran berbasis film pendek terhadap hasil belajar IPS pada materi masa koloniaslisme
UNESAUNESA Permasalahan lingkungan, terutama pengelolaan sampah, menjadi isu global yang mendesak. Sampah plastik yang sulit terurai menimbulkan pencemaran, kerusakanPermasalahan lingkungan, terutama pengelolaan sampah, menjadi isu global yang mendesak. Sampah plastik yang sulit terurai menimbulkan pencemaran, kerusakan
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Nilai rata-rata pretest adalah 44, sedangkan rata-rata post-test adalah 74 dan bisa kita lihat pada nilai kelas kontrol pada pretest 42, sedangkan nilaiNilai rata-rata pretest adalah 44, sedangkan rata-rata post-test adalah 74 dan bisa kita lihat pada nilai kelas kontrol pada pretest 42, sedangkan nilai
STKIP JBSTKIP JB Instrumen yang digunakan adalah angket motivasi belajar berupa 19 item soal. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis statistik uji-t menggunakanInstrumen yang digunakan adalah angket motivasi belajar berupa 19 item soal. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis statistik uji-t menggunakan
UNIBAUNIBA Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional yang dilakukan di FakultasMetode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional yang dilakukan di Fakultas
Useful /
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Hal ini membuktikan bahwa response cost efektif digunakan sebagai intervensi untuk mengurangi perilaku agresif pada anak dengan Attention Deficit HyperactivityHal ini membuktikan bahwa response cost efektif digunakan sebagai intervensi untuk mengurangi perilaku agresif pada anak dengan Attention Deficit Hyperactivity
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Berdasarkan tujuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengembangan media ini merupakan langkah strategis untuk menjawab kebutuhan pembelajaran yang sesuaiBerdasarkan tujuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengembangan media ini merupakan langkah strategis untuk menjawab kebutuhan pembelajaran yang sesuai
UNESAUNESA Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengembangan multimedia kebencanaan sebagai edukasi mitigasi bencana alam lokal pada peserta didik SMP ASA Cendekia.Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengembangan multimedia kebencanaan sebagai edukasi mitigasi bencana alam lokal pada peserta didik SMP ASA Cendekia.
UNESAUNESA Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data pre-test memperoleh nilai signifikansi 0, 192 > 0,05 sedangkan data post-testHasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data pre-test memperoleh nilai signifikansi 0, 192 > 0,05 sedangkan data post-test