UIN SUSKAUIN SUSKA
Journal of Natural Science and IntegrationJournal of Natural Science and IntegrationKeterampilan proses sains (KPS) memainkan peran penting dalam mengembangkan kemampuan penalaran ilmiah, kemampuan penyelidikan, dan pemahaman konsep siswa dalam biologi. Namun, pengembangan KPS dapat tidak konsisten di seluruh indikator, sebagian besar karena variasi dalam praktik pengajaran dan lingkungan belajar. Studi ini memeriksa KPS siswa dalam konteks topik sistem pencernaan dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan mereka. Para peneliti menggunakan desain survei lintas-seksi yang melibatkan 114 siswa kelas 11 sains dari tiga sekolah umum di Kota Tangerang Selatan, Indonesia, yang dipilih melalui sampling purposive. Para peneliti mengumpulkan data melalui tes KPS dan wawancara dengan guru, dan menganalisisnya secara deskriptif menggunakan skor persentase dan kategori kinerja. Hasil menunjukkan bahwa secara keseluruhan KPS berada dalam kategori baik (77%). Kinerja bervariasi di seluruh indikator: memprediksi (89%), bertanya (88%), dan menghipotesis (85%) masuk ke dalam kategori sangat baik; mengklasifikasikan (68%) dan menafsirkan (71%) masuk ke dalam kategori baik; dan berkomunikasi (60%) muncul sebagai indikator terlemah. Wawancara dengan guru menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis penyelidikan yang terbatas, ditambah dengan waktu pengajaran yang terbatas, telah menyebabkan perkembangan KPS siswa yang tidak konsisten. Temuan ini menekankan dampak yang signifikan dari desain pengajaran dan praktik kelas terhadap hasil KPS. Oleh karena itu, pendidik perlu menerapkan pembelajaran berbasis penyelidikan yang lebih terstruktur dan memberikan pelatihan eksplisit dalam komunikasi ilmiah dan interpretasi data untuk mencapai perkembangan KPS yang seimbang.
Studi ini menyimpulkan bahwa keterampilan proses sains (KPS) siswa dalam topik sistem pencernaan secara umum berada dalam kategori baik, tetapi tetap berkembang tidak merata di seluruh indikator.Keterampilan yang terkait dengan proses penyelidikan, seperti memprediksi (89%), bertanya (88%), dan menghipotesis (85%), relatif berkembang dengan baik, sedangkan komunikasi (60%) dan interpretasi (71%) mewakili komponen terlemah.Ketidakteraturan ini mencerminkan pengaruh praktik pengajaran dan implementasi parsial pembelajaran berbasis penyelidikan, seperti yang didukung oleh data wawancara guru yang menunjukkan keterbatasan dalam alokasi waktu dan cakupan yang tidak lengkap dari indikator KPS dalam praktik kelas.Skor rata-rata KPS keseluruhan sebesar 77% lebih lanjut mengonfirmasi bahwa meskipun siswa menunjukkan kompetensi ilmiah yang memadai, ada kesenjangan yang cukup besar sebesar hampir 29 poin persentase antara indikator terkuat dan terlemah.Temuan ini menekankan kebutuhan akan pengajaran berbasis penyelidikan yang lebih sistematis dan terstruktur, pengayoman eksplisit dalam komunikasi ilmiah dan interpretasi data, serta peningkatan keselarasan antara aktivitas belajar dan indikator KPS untuk mencapai perkembangan keterampilan yang lebih seimbang dan terintegrasi dalam pembelajaran biologi.
Untuk meningkatkan keterampilan proses sains (KPS) siswa, penelitian lanjutan dapat mengusulkan pengembangan modul pembelajaran yang terstruktur dan terintegrasi, yang menggabungkan berbagai strategi pembelajaran, seperti pembelajaran berbasis penyelidikan, pembelajaran berbasis proyek, dan pembelajaran berbasis laboratorium. Modul ini dapat dirancang untuk membantu siswa mengembangkan semua komponen KPS secara merata, dengan fokus khusus pada komunikasi ilmiah dan interpretasi data. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi peran teknologi dalam pembelajaran KPS, seperti penggunaan platform online untuk simulasi eksperimen dan diskusi kolaboratif. Penelitian juga dapat menyelidiki pengaruh pendekatan pembelajaran yang berbeda, seperti pembelajaran berbasis proyek atau pembelajaran berbasis masalah, pada perkembangan KPS siswa di berbagai konteks dan tingkat pendidikan. Akhirnya, penelitian dapat menyelidiki hubungan antara KPS dan literasi ilmiah, berpikir kritis, dan keterampilan metacognitif, untuk memahami bagaimana kompetensi ini saling berinteraksi dalam pembelajaran biologi.
- Pengembangan keterampilan pemodelan matematis bagi calon guru IPA | Jurnal Inovasi Pendidikan IPA. pengembangan... doi.org/10.21831/jipi.v6i2.27042Pengembangan keterampilan pemodelan matematis bagi calon guru IPA Jurnal Inovasi Pendidikan IPA pengembangan doi 10 21831 jipi v6i2 27042
- Scientific Literacy as a Differentiated Learning Strategy to Improve Students Science Literacy Competence... doi.org/10.24014/jnsi.v8i2.36163Scientific Literacy as a Differentiated Learning Strategy to Improve Students Science Literacy Competence doi 10 24014 jnsi v8i2 36163
- Guided Inquiry and Simple Science KIT Media: Their Implications for Students' Science Process Skills... doi.org/10.24014/jnsi.v7i1.25419Guided Inquiry and Simple Science KIT Media Their Implications for Students Science Process Skills doi 10 24014 jnsi v7i1 25419
- Jurnal Bioedukatika. keterampilan proses sains hasil belajar siswa pembelajaran inkuiri jurnal bioedukatika... journal.uad.ac.id/index.php/BIOEDUKATIKA/article/view/8029Jurnal Bioedukatika keterampilan proses sains hasil belajar siswa pembelajaran inkuiri jurnal bioedukatika journal uad ac index php BIOEDUKATIKA article view 8029
| File size | 249.77 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
UNMUHAUNMUHA Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara penggunaan bahasa Inggris dan tingkat kreativitas siswa dalam pembelajaran matematika danPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara penggunaan bahasa Inggris dan tingkat kreativitas siswa dalam pembelajaran matematika dan
JURNALBKJURNALBK Analisis data menggunakan uji prasyarat dan uji hipotesis. Uji prasyarat meliputi uji normalitas dan homogenitas, sedangkan uji hipotesis menggunakan ujiAnalisis data menggunakan uji prasyarat dan uji hipotesis. Uji prasyarat meliputi uji normalitas dan homogenitas, sedangkan uji hipotesis menggunakan uji
STAIMNGLAWAKSTAIMNGLAWAK Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Diskusi kelompok sangat penting dilakukan untuk pembelajaraanBerdasarkan hasil analisis data dan pembahasan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Diskusi kelompok sangat penting dilakukan untuk pembelajaraan
STAIMNGLAWAKSTAIMNGLAWAK Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) model 4-D (Define, Design, Development, Disseminate). Validasi oleh ahli materi (92%), ahliMetode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) model 4-D (Define, Design, Development, Disseminate). Validasi oleh ahli materi (92%), ahli
MATAPPAMATAPPA Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa Tingkat kemampuan pemecahan masalah siswa pada tiap indikator kemampuan pemecahanBerdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa Tingkat kemampuan pemecahan masalah siswa pada tiap indikator kemampuan pemecahan
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Based on the results of the analysis and discussion in this study, it can be concluded that the E-LKPD for strengthening numeracy literacy on the RelationBased on the results of the analysis and discussion in this study, it can be concluded that the E-LKPD for strengthening numeracy literacy on the Relation
UIN SUSKAUIN SUSKA Aktivitas praktis terstruktur dan tugas evaluasi pasca praktik yang disediakan dalam laboratory virtual secara efektif meningkatkan HOTS calon guru sains.Aktivitas praktis terstruktur dan tugas evaluasi pasca praktik yang disediakan dalam laboratory virtual secara efektif meningkatkan HOTS calon guru sains.
STKIP MODERN NGAWISTKIP MODERN NGAWI Adapun analisis data dengan menggunakan uji korelasi product moment, uji t, uji koefisien determinasi, dan analisis regresi, didapatkan bahwa literasiAdapun analisis data dengan menggunakan uji korelasi product moment, uji t, uji koefisien determinasi, dan analisis regresi, didapatkan bahwa literasi
Useful /
IAINSORONGIAINSORONG Penelitian menekankan perlunya peningkatan cakupan imunisasi dan penguatan sistem surveilans agar risiko campak dapat diminimalisir. Peningkatan cakupanPenelitian menekankan perlunya peningkatan cakupan imunisasi dan penguatan sistem surveilans agar risiko campak dapat diminimalisir. Peningkatan cakupan
IAINSORONGIAINSORONG Tradisi kenduri di Desa Trans Periang berperan penting sebagai mekanisme penguatan ikatan sosial dan identitas budaya, sekaligus sebagai sarana pelestarianTradisi kenduri di Desa Trans Periang berperan penting sebagai mekanisme penguatan ikatan sosial dan identitas budaya, sekaligus sebagai sarana pelestarian
MANDALABHAKTIMANDALABHAKTI Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dengan adanya kualifikasi dasar kemampuan kepemimpinan yang dicari pada proses rekrutmen, maka para perekrut mampuHasil dari penelitian menunjukkan bahwa dengan adanya kualifikasi dasar kemampuan kepemimpinan yang dicari pada proses rekrutmen, maka para perekrut mampu
REZKIMEDIAREZKIMEDIA Atlet telah memiliki dasar dalam bola voli indoor, sehingga tidak kesulitan beradaptasi dengan olahraga baru yang hampir serupa, dan dengan ketekunan,Atlet telah memiliki dasar dalam bola voli indoor, sehingga tidak kesulitan beradaptasi dengan olahraga baru yang hampir serupa, dan dengan ketekunan,