PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA

Jurnal Pendidikan IndonesiaJurnal Pendidikan Indonesia

Amenore sekunder adalah tidak adanya menstruasi selama tiga bulan atau enam bulan berturut-turut pada wanita yang sebelumnya telah mengalami menstruasi. Salah satu faktor risiko yang berkontribusi terhadap kejadian ini, khususnya pada mahasiswi, adalah stres. Beban akademik, sosial, dan tuntutan lingkungan disekitarnya dapat mengganggu fungsi aksis hipotalamus-pituitari-ovarium (HPO) yang mengatur siklus menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan kejadian amenore sekunder pada mahasiswi. Penelitian ini menggunakan desain studi analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian adalah mahasiswi di Universitas Prima Indonesia yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan total sampel sebanyak 101 orang. Tingkat stres diukur menggunakan kuesioner DASS 42, sementara kejadian amenore sekunder ditentukan berdasarkan riwayat menstruasi mahasiswi. Analisis data menggunakan uji statistik spearman rho untuk menguji hubungan antara dua variabel, dengan tingkat kemaknaan P<0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswi memiliki tingkat stres tidak stres dan sebagian kecil mengalami amenore sekunder. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kejadian amenore sekunder (p-value = <0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kejadian amenore sekunder pada mahasiswi. Peningkatan tingkat stres berpotensi menjadi faktor pemicu gangguan siklus menstruasi.

Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kejadian amenore sekunder pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Prima Indonesia angkatan 2022, di mana semakin tinggi tingkat stres yang dialami, semakin tinggi pula risiko terjadinya amenore sekunder.Oleh karena itu, disarankan untuk penelitian selanjutnya memperluas cakupan populasi dengan melibatkan mahasiswi dari berbagai fakultas dan angkatan, menggunakan desain longitudinal untuk melihat kausalitas dan perkembangan hubungan stres-amenore dari waktu ke waktu, serta mengintegrasikan pemeriksaan biomedis (seperti kadar hormon kortisol, LH, FSH) untuk memperkuat analisis mekanisme biologis di balik temuan ini.

Penelitian selanjutnya dapat melakukan studi longitudinal multisentra yang melibatkan mahasiswa perempuan dari berbagai fakultas dan universitas di Indonesia untuk memetakan perubahan tingkat stres dan kejadian amenore sekunder secara temporer serta mengidentifikasi faktor-faktor perancu yang bersifat kausal. Selain itu, diperlukan intervensi eksperimental yang menguji efektivitas program manajemen stres, seperti pelatihan mindfulness atau teknik relaksasi, terhadap penurunan prevalensi amenore sekunder dengan mengukur perubahan biomarker hormon (kortisol, LH, FSH) sebelum dan sesudah intervensi. Selanjutnya, penelitian dapat mengeksplorasi peran faktor gizi dan status nutrisi, misalnya asupan kalori, mikronutrien, dan indeks massa tubuh, sebagai moderasi antara stres psikologis dan gangguan siklus menstruasi, sehingga dapat menghasilkan model komprehensif yang menjelaskan interaksi psikologis‑fisik dalam amenore sekunder pada mahasiswa wanita.

  1. Surgical Neurology International. surgical neurology innovation learning menu log tools close pdf print... surgicalneurologyint.com/surgicalint-articles/guyton-and-hall-textbook-of-medical-physiologySurgical Neurology International surgical neurology innovation learning menu log tools close pdf print surgicalneurologyint surgicalint articles guyton and hall textbook of medical physiology
  2. Hubungan Stres Dengan Gangguan Siklus Menstruasi Pada Remaja Putri | Amalia | Jurnal Wacana Kesehatan.... jurnal.akperdharmawacana.ac.id/index.php/wacana/article/view/526Hubungan Stres Dengan Gangguan Siklus Menstruasi Pada Remaja Putri Amalia Jurnal Wacana Kesehatan jurnal akperdharmawacana ac index php wacana article view 526
  3. The FIGO ovulatory disorders classification system - Munro - 2022 - International Journal of Gynecology... obgyn.onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/ijgo.14331The FIGO ovulatory disorders classification system Munro 2022 International Journal of Gynecology obgyn onlinelibrary wiley doi 10 1002 ijgo 14331
  4. Journal of Community Medicine & Health Education - Effect of Stress on Academic Performance of Undergraduate... omicsonline.org/open-access/effect-of-stress-on-academic-performance-of-undergraduate-medical-students-2161-0711-1000566-95704.htmlJournal of Community Medicine Health Education Effect of Stress on Academic Performance of Undergraduate omicsonline open access effect of stress on academic performance of undergraduate medical students 2161 0711 1000566 95704 html
Read online
File size404.65 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test