UADUAD

Humanitas: Indonesian Psychological JournalHumanitas: Indonesian Psychological Journal

Manusia menghadapi berbagai tantangan hidup dan fenomena yang dapat menimbulkan perasaan traumatis, seperti kasus kekerasan. Dalam konteks ini, resiliensi menjadi kemampuan psikologis penting bagi individu, termasuk korban kekerasan seksual. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan proses resiliensi, faktor‑faktor yang memengaruhi, serta makna proses resiliensi yang dilalui oleh wanita korban kekerasan seksual. Metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi diterapkan pada tiga informan yang merupakan korban kekerasan seksual, melalui wawancara semi‑terstruktur serta analisis fenomenologis interpretatif. Hasil analisis mengungkap tiga tema utama: mengalami berbagai emosi tidak menyenangkan, mengatasi dan beradaptasi dengan situasi, serta mengalami perubahan diri dan menjadi resilen. Partisipan juga menyampaikan makna pribadi mereka terhadap proses resiliensi. Temuan baru menunjukkan bahwa rasa sakit yang dialami korban memaksa mereka untuk mengembangkan mekanisme koping yang pada akhirnya menjadikan mereka resilen dan bergabung dengan organisasi yang berfokus pada pencegahan kekerasan seksual. Faktor internal dan eksternal, seperti empati, kepedulian sosial, serta tujuan yang ingin dicapai, bersama dengan dukungan sosial dan pendidikan, memengaruhi proses resiliensi tersebut.

Para wanita korban kekerasan seksual mengalami penarikan diri, emosi tidak menyenangkan, menyalahkan diri, dan perilaku melukai diri pada tahap awal resiliensi, kemudian mereka berusaha mengatasi dan beradaptasi, mengalami perubahan diri, serta menjadi resilen.Proses resiliensi dipahami sebagai proses pembelajaran berkelanjutan yang meningkatkan empati, kedewasaan, dan pemahaman diri.Faktor internal seperti empati, kepedulian sosial, dan tujuan pribadi, serta faktor eksternal seperti dukungan sosial dan pendidikan, secara signifikan memengaruhi perkembangan resiliensi pada korban kekerasan seksual.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi perbedaan dampak psikologis dan proses resiliensi antara berbagai bentuk kekerasan seksual, seperti pelecehan, pemerkosaan, dan pameran, untuk mengidentifikasi batasan yang lebih jelas pada masing‑masing jenis kejadian. Selain itu, studi longitudinal yang mengikuti korban selama beberapa tahun dapat memberikan pemahaman mendalam tentang dinamika perkembangan resiliensi seiring waktu dan faktor‑faktor yang memperkuat atau menghambat proses tersebut. Selanjutnya, penelitian intervensi yang menguji efektivitas program pemberdayaan—misalnya pelatihan regulasi emosi, penjangkauan komunitas, dan pendidikan gender—dapat menilai sejauh mana pendekatan tersebut meningkatkan resiliensi dan partisipasi aktif korban dalam gerakan anti‑kekerasan seksual.

  1. Resilience Strategies of African American Women Survivors of Child Sexual Abuse: A Qualitative Inquiry... journals.sagepub.com/doi/10.1177/0011000012469413Resilience Strategies of African American Women Survivors of Child Sexual Abuse A Qualitative Inquiry journals sagepub doi 10 1177 0011000012469413
  2. Quality of Life Perempuan Penyintas Kekerasan Seksual: Studi Kualitatif | Journal of Health Science and... doi.org/10.29080/jhsp.v3i1.185Quality of Life Perempuan Penyintas Kekerasan Seksual Studi Kualitatif Journal of Health Science and doi 10 29080 jhsp v3i1 185
  3. Sexual Violence Against Older People: A Review of the Empirical Literature - Hannah Bows, 2018. sexual... journals.sagepub.com/doi/10.1177/1524838016683455Sexual Violence Against Older People A Review of the Empirical Literature Hannah Bows 2018 sexual journals sagepub doi 10 1177 1524838016683455
Read online
File size615.5 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test