UNISSULAUNISSULA

Jurnal Pendidikan Sultan AgungJurnal Pendidikan Sultan Agung

Penelitian ini mengkaji secara mendalam dinamika interaksi dan motivasi belajar Matematika siswa kelas 3 MSI 05 Sampangan melalui penerapan model pembelajaran Teams-Games-Tournament (TGT) yang diintegrasikan dengan permainan tradisional Bola Bekel dan Kelereng. Mata pelajaran Matematika seringkali dianggap abstrak dan kurang menarik bagi siswa sekolah dasar, berdampak pada rendahnya motivasi dan partisipasi. Integrasi permainan tradisional yang akrab dengan siswa diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan kolaboratif. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian ini berupaya memahami bagaimana elemen kompetitif dalam TGT, dipadukan dengan unsur keakraban dan keterampilan motorik dari Bola Bekel dan Kelereng, memengaruhi interaksi antar siswa, peran guru, serta tingkat antusiasme dan partisipasi mereka dalam pembelajaran Matematika. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan pemahaman komprehensif mengenai potensi model TGT dengan integrasi permainan tradisional sebagai inovasi untuk meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar Matematika pada siswa sekolah dasar.

Penelitian ini secara komprehensif mengkaji dinamika interaksi dan motivasi belajar Matematika pada siswa kelas 3 MSI 05 Sampangan, Pekalongan, melalui penerapan model Teams-Games-Tournament (TGT) yang diintegrasikan dengan permainan tradisional Bola Bekel dan Kelereng.Temuan studi kasus kualitatif ini dengan jelas menunjukkan bahwa integrasi inovatif tersebut berhasil menciptakan lingkungan belajar yang jauh lebih interaktif, menyenangkan, dan sangat memotivasi.Terjadi transformasi positif dalam dinamika interaksi sosial siswa, ditandai dengan peningkatan kolaborasi dalam tim, komunikasi yang lebih hidup selama sesi permainan, dan pergeseran peran guru menjadi fasilitator aktif.Selain itu, motivasi belajar Matematika siswa meningkat drastis, ditunjukkan oleh antusiasme tinggi, partisipasi aktif, ketekunan luar biasa, dan perubahan persepsi positif terhadap mata pelajaran.Permainan tradisional yang akrab bagi siswa terbukti efektif menjembatani konsep Matematika abstrak dengan pengalaman konkret yang menyenangkan.Penelitian ini menegaskan bahwa model TGT yang dikombinasikan dengan kekayaan budaya lokal berupa permainan tradisional memiliki potensi besar sebagai inovasi pembelajaran Matematika di sekolah dasar.

Berdasarkan temuan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi komparatif untuk membandingkan efektivitas model TGT dengan integrasi permainan tradisional dengan model pembelajaran lain, seperti pembelajaran berbasis proyek atau flipped classroom, untuk mengidentifikasi pendekatan yang paling optimal dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar Matematika siswa sekolah dasar. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi bagaimana karakteristik permainan tradisional yang berbeda, seperti Congklak atau Gobak Sodor, dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran Matematika untuk topik-topik yang berbeda, serta bagaimana adaptasi aturan permainan dapat memaksimalkan manfaat pembelajaran. Ketiga, penting untuk meneliti dampak jangka panjang dari penerapan model TGT dengan integrasi permainan tradisional terhadap minat siswa terhadap Matematika dan perkembangan keterampilan berpikir kritis serta pemecahan masalah mereka, sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang efektivitas model ini dalam membentuk generasi yang kompeten dan berkarakter.

Read online
File size495.39 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test