USMUSM

Jurnal TransformatikaJurnal Transformatika

Studi ini bertujuan untuk menyelidiki audit keamanan siber dalam tata kelola teknologi informasi (ITG) secara mendalam menggunakan pendekatan tinjauan literatur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tinjauan literatur sistematis dengan menerapkan pendekatan metode PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic reviews and Meta-Analysis) dengan observasi selama 25 tahun dari tahun 1999 hingga 2024. Didapatkan 980 artikel, tetapi hanya 36 artikel yang memenuhi syarat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa audit keamanan siber kompatibel dan erat kaitannya dengan tata kelola teknologi informasi (ITG), terutama domain mengenai kebutuhan dewan direksi untuk memahami dan menguasai keterampilan audit keamanan siber untuk mengatasi pelanggaran dan kebocoran data dalam tata kelola IT. Keamanan siber dan tata kelola teknologi informasi (ITG) adalah dua komponen kunci untuk menjaga keamanan informasi serta mengelola teknologi secara efektif. Integrasi antara keduanya dalam kerangka konseptual membantu organisasi mengidentifikasi, mengelola, dan meredam risiko siber serta menjaga keselarasan dengan tujuan bisnis.

Audit keamanan siber dan Tata Kelola Teknologi Informasi adalah dua komponen kunci yang diperlukan untuk menjaga keamanan informasi dan mengelola teknologi informasi secara efektif.Integrasi antara keduanya dalam kerangka konseptual membantu organisasi mengidentifikasi, mengelola, dan meredam risiko siber sambil menjaga keselarasan dengan tujuan bisnis.Memahami hubungan ini dengan baik adalah langkah penting untuk menghadapi tantangan keamanan siber yang semakin kompleks di era digital saat ini.Studi masa depan direkomendasikan untuk mengembangkan penelitian ini, seperti menggali informasi mendalam dengan mitra eksternal tentang keamanan siber dan ITG, meningkatkan kedalaman informasi antara auditor internal dan manajemen keamanan siber.Selain itu, penelitian masa depan juga perlu menambahkan beberapa variabel lain, termasuk variabel untuk mengukur persepsi profesional tentang keamanan informasi, variabel manajemen risiko untuk meningkatkan efektivitas manajemen keamanan informasi dan tata kelola TI secara menyeluruh.Variabel auditor internal yang ahli berperan sebagai pengganti dewan direksi jika tidak ada dewan direksi yang menguasai audit keamanan siber dalam ITG.Oleh karena itu, tema audit keamanan siber yang relatif baru dapat berjalan dinamis sesuai dengan perkembangan IoT dan kecerdasan buatan (AI).

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi lebih mendalam tentang peran dewan direksi dalam tata kelola keamanan siber. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana dewan direksi dapat meningkatkan efektivitas pengungkapan informasi keamanan siber dan bagaimana mereka dapat bekerja sama dengan auditor internal dan ahli keamanan siber untuk meningkatkan keamanan organisasi. Selain itu, penelitian dapat fokus pada pengembangan kerangka kerja yang komprehensif untuk implementasi intelijen ancaman siber (CTI) di organisasi, yang disesuaikan dengan kebutuhan dan sumber daya yang tersedia. Penelitian juga dapat mengevaluasi bagaimana program kepercayaan siber (CTP) meningkatkan keterampilan pengambilan keputusan dan kompetensi manajer, serta bagaimana alokasi sumber daya dan bagaimana CTP sesuai dengan kebutuhan organisasi. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat keamanan siber dan tata kelola teknologi informasi di era digital.

  1. Cyber Security Audit in Information Technology Governance: A Literature Review and Future Research Agenda... journals.usm.ac.id/index.php/transformatika/article/view/12760Cyber Security Audit in Information Technology Governance A Literature Review and Future Research Agenda journals usm ac index php transformatika article view 12760
Read online
File size866.66 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test