IPBIPB

Jurnal Akuakultur IndonesiaJurnal Akuakultur Indonesia

Budidaya rumput laut K. alvarezii menghadapi tantangan serius akibat serangan penyakit ice-ice. Penyakit ini disebabkan karena kondisi lingkungan yang berfluktuatif sehingga menyebabkan rumput laut menjadi stres. Penyakit ice-ice ditandai dengan pemutihan talus, talus menjadi lunak, dan mudah patah. Penyakit ini dapat mengurangi hasil panen yang berdampak langsung pada keuntungan ekonomi bagi pembudidaya rumput laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pemberian dosis kalsium silikat (CaSiO3) sebagai sumber mineral terhadap pencegahan penyakit ice-ice dan pertumbuhan rumput laut K. alvarezii. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan tiga kali ulangan pada empat perlakuan yaitu dosis CaSiO3 0, 1,6, 1,8, dan 2 g/L. Penelitian ini menggunakan berat awal K. alvarezii sebesar 100 g per ikatan. Pengujian dilakukan dengan percobaan lapangan di perairan laut dengan metode lepas dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok dengan dosis CaSiO3 tertinggi (2 g/L) secara signifikan (P<0,05) menghasilkan persentase ice-ice terbaik yaitu pada perlakuan D sebesar 17,77 ± 5,09% pada level populasi dan sebesar 0,25 ± 0,01% pada level individu. Pemberian CaSiO3 pada dosis optimal dapat menjadi strategi budidaya yang potensial untuk meningkatkan ketahanan dari penyakit ice-ice dan produktivitas K. alvarezii.

Nutrient immersion menggunakan mineral CaSiO3 berpengaruh terhadap pencegahan penyakit ice-ice, yang pada gilirannya mempengaruhi berat absolut dan laju pertumbuhan spesifik (SGR) Kappaphycus alvarezii.Persentase ice-ice terendah, berdasarkan hasil yang diperoleh, ditemukan pada perlakuan D, yaitu 17.Laju pertumbuhan spesifik tertinggi juga ditemukan pada perlakuan D, yaitu 3.

Berdasarkan hasil penelitian, pemberian dosis kalsium silikat (CaSiO3) dapat menjadi strategi budidaya yang efektif untuk meningkatkan ketahanan rumput laut K. alvarezii terhadap penyakit ice-ice dan meningkatkan produktivitasnya. Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengoptimalkan dosis CaSiO3 yang tepat, serta mengeksplorasi potensi penggunaan CaSiO3 pada spesies rumput laut lainnya. Selain itu, studi lebih lanjut juga dapat dilakukan untuk memahami mekanisme kerja CaSiO3 dalam memperkuat struktur sel dan meningkatkan resistensi terhadap penyakit ice-ice. Dengan demikian, penelitian ini dapat menjadi dasar pengembangan strategi budidaya rumput laut yang lebih berkelanjutan dan produktif.

  1. The effectiveness of calcium silicate in preventing ice-ice disease and production performance of Kappaphycus... doi.org/10.19027/jai.24.2.288-298The effectiveness of calcium silicate in preventing ice ice disease and production performance of Kappaphycus doi 10 19027 jai 24 2 288 298
Read online
File size440.86 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test