UMGUMG
Jurnal Perikanan Pantura (JPP)Jurnal Perikanan Pantura (JPP)Ikan lele (Clarias sp.) merupakan komoditas perikanan air tawar bernilai ekonomi tinggi yang dibudidayakan secara intensif, sehingga berpotensi menimbulkan penurunan kualitas air akibat akumulasi limbah organik. Teknologi bioflok menjadi solusi melalui pemanfaatan bakteri heterotrof yang mengubah limbah nitrogen menjadi flok sebagai pakan alami dan pengendali kualitas air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air dan kepekatan flok pada budidaya ikan lele sistem bioflok. Penelitian dilakukan selama 40 hari di KaYaJaGa Farm, Tanjungpinang, menggunakan tiga kolam terpal dengan kepadatan berbeda. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan ikan, kelangsungan hidup, rasio konversi pakan (FCR), kualitas air, dan kepekatan flok. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan ikan yang bervariasi antar kolam, dengan bobot mutlak tertinggi pada Kolam 3 (29,45 g) dan panjang mutlak tertinggi pada Kolam 2 (5,11 cm). Tingkat kelangsungan hidup mencapai 100% dan nilai FCR relatif rendah (1,19–1,61). Kepekatan flok berada pada kisaran optimal (65–161,25 ml/L), sedangkan parameter kualitas air umumnya berada pada kondisi layak. Secara keseluruhan, sistem bioflok efektif dalam menjaga kualitas air dan mendukung pertumbuhan ikan lele (Clarias sp.).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan kondisi pemeliharaan pada sistem bioflok berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kinerja produksi ikan lele (Clarias sp.Bobot mutlak tertinggi diperoleh pada Kolam 3 (29,45 g), sedangkan panjang mutlak tertinggi pada Kolam 2 (5,11 cm), yang mencerminkan adanya perbedaan dukungan lingkungan di setiap kolam.Tingkat kelangsungan hidup mencapai 100% pada seluruh perlakuan, menandakan kualitas air dan manajemen budidaya berada dalam kondisi optimal.Nilai FCR yang rendah, terutama pada Kolam 3 (1,19), menunjukkan efisiensi pemanfaatan pakan yang baik, didukung oleh keberadaan bioflok sebagai pakan alami tambahan dan penyeimbang kualitas air.Kepekatan flok yang berada pada kisaran 65–161,25 mL/L serta parameter kualitas air (suhu, pH, dan DO) yang stabil turut mendukung pertumbuhan ikan.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan sistem bioflok pada budidaya ikan lele. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh variasi jenis bakteri heterotrof terhadap pembentukan flok dan kualitas air, dengan tujuan mengidentifikasi bakteri yang paling efektif dalam mengkonversi limbah nitrogen dan menghasilkan flok dengan kandungan nutrisi optimal untuk pakan ikan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada optimasi kepadatan tebar ikan lele dalam sistem bioflok, dengan mempertimbangkan interaksi antara kepadatan tebar, kualitas air, dan pertumbuhan ikan, untuk menentukan kepadatan tebar yang paling efisien tanpa mengorbankan kualitas air dan kesehatan ikan. Ketiga, penting untuk menginvestigasi potensi penggunaan bahan-bahan lokal sebagai sumber karbon dalam sistem bioflok, seperti limbah pertanian atau industri makanan, untuk mengurangi biaya operasional dan meningkatkan keberlanjutan lingkungan. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pengelolaan sistem bioflok yang efektif dan berkelanjutan, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi budidaya ikan lele.
| File size | 341.39 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
UMGUMG 2 0C -28. 8 0C, pH 7. 8-9 and Dissolved Oxygen (DO) 5. 7-9 ppm. The addition of EM4 in treatment C is effective in increasing the growth of tilapia fry2 0C -28. 8 0C, pH 7. 8-9 and Dissolved Oxygen (DO) 5. 7-9 ppm. The addition of EM4 in treatment C is effective in increasing the growth of tilapia fry
UMGUMG Namun, dalam kegiatan budidaya sering muncul berbagai permasalahan yang menjadi kendala, salah satunya adalah penurunan kualitas lingkungan yang dapatNamun, dalam kegiatan budidaya sering muncul berbagai permasalahan yang menjadi kendala, salah satunya adalah penurunan kualitas lingkungan yang dapat
UMGUMG Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberian perasan temulawak (Curcuma xanthorrhiza) dengan dosis yang berbeda pada pakan memberikan pengaruh terhadapPenelitian ini menyimpulkan bahwa pemberian perasan temulawak (Curcuma xanthorrhiza) dengan dosis yang berbeda pada pakan memberikan pengaruh terhadap
UMGUMG Perlakuan D dengan kombinasi SEL MULTI 6 ppm dan vitamin C 150 g/kg menghasilkan pertumbuhan berat mutlak tertinggi sebesar 23. Hasil ini menunjukkan bahwaPerlakuan D dengan kombinasi SEL MULTI 6 ppm dan vitamin C 150 g/kg menghasilkan pertumbuhan berat mutlak tertinggi sebesar 23. Hasil ini menunjukkan bahwa
UMGUMG Rekrutmen terjadi sepanjang tahun dengan dua puncak, yaitu pada Juli dan Agustus. Mortalitas total (Z) sebesar 1,30/tahun, mortalitas alami (M) 0,87/tahun,Rekrutmen terjadi sepanjang tahun dengan dua puncak, yaitu pada Juli dan Agustus. Mortalitas total (Z) sebesar 1,30/tahun, mortalitas alami (M) 0,87/tahun,
UMGUMG ) di perairan Tanjung Benoa. Metode yang digunakan adalah experimental fishing dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) menggunakan tiga perlakuan umpan, yaitu) di perairan Tanjung Benoa. Metode yang digunakan adalah experimental fishing dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) menggunakan tiga perlakuan umpan, yaitu
UM MetroUM Metro Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran proyek berbasis STEM terhadap motivasi belajar dan keterampilan berpikir kreatifPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran proyek berbasis STEM terhadap motivasi belajar dan keterampilan berpikir kreatif
UM MetroUM Metro Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima sampel mandai dari kulit cempedak umur 2 hari yang dijual di kota Samarinda tidak memenuhi syarat, yaitu jumlahHasil penelitian menunjukkan bahwa kelima sampel mandai dari kulit cempedak umur 2 hari yang dijual di kota Samarinda tidak memenuhi syarat, yaitu jumlah
Useful /
UMGUMG Aktivitas perikanan tangkap di Desa Banjarkemuning didominasi oleh nelayan skala kecil yang memanfaatkan alat tangkap pasif berupa jaring insang (gillnet).Aktivitas perikanan tangkap di Desa Banjarkemuning didominasi oleh nelayan skala kecil yang memanfaatkan alat tangkap pasif berupa jaring insang (gillnet).
UM MetroUM Metro 2) Konsentrasi pumakkal sebagai sumber bakteri indigen paling efektif penurunan kadar BOD, COD, TSS dan peningkatan nilai pH yaitu pada perlakuan P4 dengan2) Konsentrasi pumakkal sebagai sumber bakteri indigen paling efektif penurunan kadar BOD, COD, TSS dan peningkatan nilai pH yaitu pada perlakuan P4 dengan
UM MetroUM Metro Bahan ajar modul menggali dan memahami potensi lokal di sekitar siswa, lebih terhubung dengan lingkungan dan menyadari pentingnya pelestarian alam. PendekatanBahan ajar modul menggali dan memahami potensi lokal di sekitar siswa, lebih terhubung dengan lingkungan dan menyadari pentingnya pelestarian alam. Pendekatan
UM MetroUM Metro One particularly underexplored habitat is the campus forest, which has received minimal attention in fungal diversity assessments to date. This study aimsOne particularly underexplored habitat is the campus forest, which has received minimal attention in fungal diversity assessments to date. This study aims