UNIVAUNIVA
AGRISENTRUMAGRISENTRUMPengelolaan perikanan menghadapi beberapa tantangan dan permasalahan, salah satunya adalah penurunan stok ikan akibat eksploitasi yang berlebihan. Penurunan populasi ikan salah satunya disebabkan oleh praktek penangkapan ikan yang tidak bertanggung jawab. Perubahan iklim juga menjadi permasalahan serius dalam pengembangan usaha perikanan karena mengganggu keseimbangan ekosistem laut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja yang menjadi faktor internal (kekuatan dan kelemahan) faktor (peluang dan ancaman) dan strategi yang tepat dalam pengembangan usaha perikanan tangkap di daerah penelitian. Metode yang digunakan adalah Pendekatan analisis SWOT akan membantu dalam menentukan strategi pengembangan usaha perikanan di Kecamatan Medan Belawan. Analisis SWOT melibatkan evaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) yang terkait dengan sektor perikanan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kekuatan (S) dalam mengembangkan perikanan tangkap terdiri dari : (1).Potensi Sumberdaya Perairan Indonesia (2).Tingginya Permintaan Ikan Laut (3). Wilayah Penangkapan Ikan (4).Akses Distribusi Ikan. Faktor Kelemahan (W) terdiri dari : (1).Terbatasnya Penggunaan Alat Bantu Teknologi Penangkapan, (2).Kualitas Sumberdaya Manusia Masih Rendah, (3).Keterbatasan Modal Usaha, (4).Ukuran Armada Penangkapan Masih Skala Kecil. Faktor Peluang (O) dalam pengembangan tangkap terdiri dari : (1). Potensi Sumberdaya Ikan Belum dimanfaatkan Secara Optimal, (2). Distribusi Hasil Tangkapan Mudah, (3). Lokasi Daerah Penangkapan Ikan Dekat (4).Dukungan Pemda Terhadap Usaha Perikanan Tangkap. Faktor Ancaman (T) terdiri dari : (1). Ikan yang Masuk dari Luar Daerah Sehingga Menurunkan Harga Jual (2).Konflik dengan Nelayan Luar (3).Iklim dan Cuaca yang Berubah Ekstrim (4).Regulasi Terkait dengan Perizinannya. Strategi dalam pengembangan perikanan tangkap di daerah penelitian adalah strategi agresif atau strategi SO (Strengths – Oppurtunities) yaitu menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang ada dengan kegiatan sebagai berikut : (1). Pemanfaatan sumberdaya perairan secara optimal (S1, O1) (2). Wilayah dan lokasi dekat dengan nelayan sehingga pendistribusian hasil tangkap lebih mudah dilakukan (S2, O2, O3) (3). Dukungan Pemda terkait akses distribnusi dan tingginya permintaan ikan laut (S2, S4, O4).
Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor kekuatan dalam mengembangkan perikanan tangkap meliputi potensi sumber daya perairan Indonesia, tingginya permintaan ikan laut, wilayah penangkapan ikan, dan akses distribusi ikan.Kelemahan yang dihadapi meliputi terbatasnya penggunaan alat bantu teknologi penangkapan, kualitas sumber daya manusia yang masih rendah, keterbatasan modal usaha, dan ukuran armada penangkapan yang masih skala kecil.Strategi pengembangan perikanan tangkap di Kecamatan Medan Belawan Kota Medan adalah strategi agresif (SO), yaitu memanfaatkan kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang ada, seperti pemanfaatan sumber daya perairan secara optimal, mempermudah pendistribusian hasil tangkapan, dan dukungan pemerintah daerah.
Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai efektivitas berbagai jenis alat tangkap modern yang ramah lingkungan terhadap hasil tangkapan dan keberlanjutan sumber daya ikan di perairan Medan Belawan. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada pengembangan model pelatihan dan pendampingan bagi nelayan lokal untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam mengoperasikan teknologi penangkapan ikan modern serta mengelola usaha perikanan secara berkelanjutan. Ketiga, penting untuk dilakukan analisis komprehensif mengenai rantai pasok ikan dari hulu hingga hilir, termasuk identifikasi titik-titik kritis yang menyebabkan penurunan harga jual dan mencari solusi untuk meningkatkan nilai tambah produk perikanan, seperti diversifikasi produk olahan dan pengembangan strategi pemasaran yang efektif. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan produktivitas, kesejahteraan nelayan, dan keberlanjutan sektor perikanan di wilayah tersebut.
| File size | 445.09 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIVAUNIVA Metode yang digunakan adalah metode penelitian dengan komponen Regresi Linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara serempak faktor produksiMetode yang digunakan adalah metode penelitian dengan komponen Regresi Linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara serempak faktor produksi
UNIVAUNIVA Kuadran I merupakan kuadran yang dibatasi oleh sumbu x dan sumbu y yang keduanya bertanda positif dan alternatif strategi yang dianjurkan adalah strategiKuadran I merupakan kuadran yang dibatasi oleh sumbu x dan sumbu y yang keduanya bertanda positif dan alternatif strategi yang dianjurkan adalah strategi
UNIVAUNIVA Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar pendapatan yang diterima petani dan kelayakan usahatani cabai merah per musim tanam di daerahTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar pendapatan yang diterima petani dan kelayakan usahatani cabai merah per musim tanam di daerah
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar setelah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berbantuan mediaPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar setelah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berbantuan media
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Diperlukan pendekatan penanggulangan yang bersifat holistik dan berbasis HAM, yang mencakup langkah-langkah preventif, represif, dan rehabilitatif secaraDiperlukan pendekatan penanggulangan yang bersifat holistik dan berbasis HAM, yang mencakup langkah-langkah preventif, represif, dan rehabilitatif secara
UNIVAUNIVA Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan, faktor kompensasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan,Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan, faktor kompensasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan,
JURNALBIKESJURNALBIKES Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan pre-test dan post-test, serta teknik total sampling pada 28 anak usia 4–5 tahun. HasilPenelitian menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan pre-test dan post-test, serta teknik total sampling pada 28 anak usia 4–5 tahun. Hasil
JURNALBIKESJURNALBIKES Keberhasilan perencanaan makan bergantung pada perilaku individu penderita Diabetes Melitus dalam memilih makanan, meliputi asupan energi, jenis makanan,Keberhasilan perencanaan makan bergantung pada perilaku individu penderita Diabetes Melitus dalam memilih makanan, meliputi asupan energi, jenis makanan,
Useful /
JURNALBIKESJURNALBIKES Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan anemia. Jenis penelitianTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan anemia. Jenis penelitian
JURNALBIKESJURNALBIKES Oleh karena itu, disarankan untuk meningkatkan akses layanan kesehatan, memperbaiki logistik, memperkuat kesadaran masyarakat melalui edukasi, meningkatkanOleh karena itu, disarankan untuk meningkatkan akses layanan kesehatan, memperbaiki logistik, memperkuat kesadaran masyarakat melalui edukasi, meningkatkan
JURNALBIKESJURNALBIKES Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2024 hingga Januari 2025. Sampel penelitian ini adalah seluruh WUS di Wilayah Kerja Puskesmas Pandrah berjumlahPenelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2024 hingga Januari 2025. Sampel penelitian ini adalah seluruh WUS di Wilayah Kerja Puskesmas Pandrah berjumlah
JURNALBIKESJURNALBIKES Tingkat kepuasan terapi pasien DM tipe 2 di puskesmas X di Banten 2024 termasuk dalam kategori “sangat puas dengan nilai rata-rata skor SATMED-Q® sebesarTingkat kepuasan terapi pasien DM tipe 2 di puskesmas X di Banten 2024 termasuk dalam kategori “sangat puas dengan nilai rata-rata skor SATMED-Q® sebesar