SERAMBI MEKKAHSERAMBI MEKKAH

Jurnal Serambi EngineeringJurnal Serambi Engineering

Danau Laut Tawar berada di Kabupaten Aceh Tengah merupakan danau terbesar di Provinsi Aceh. Danau yang berada pada ketinggian 1230 meter di atas permukaan laut tersebut memiliki sekitar 13 jenis ikan air tawar. Ikan depik (Rasbora tawarensis), eyas (Rasbora sp.), dan relo (Rasbora sp.) merupakan jenis ikan endemik Danau Laut Tawar. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi potensi produksi ikan berdasar nilai morphoedaphic index. Pengamatan dilakukan selama setahun, mulai Oktober 2016 sampai September 2017. Pengukuran nilai daya hantar listrik perairan danau dilakukan pada tujuh stasiun yang dipilih secara purposive pada luasan danau sekitar 5870 hektar. Hasil penelitian menunjukkan nilai morphoedaphic index Danau Laut Tawar berkisar antara 5,10 – 7,84 dengan rata-rata 6,14. Potensi produksi ikan di danau tersebut sebesar 33.47 kg/ha/tahun dengan total potensi produksi ikan sebesar 196,49 ton/thn. Nilai tersebut menunjukkan penurunan sebesar 10,93 kg/ha/ tahun selama kurun waktu 22 tahun. Penurunan ini disebabkan oleh perubahan parameter morfometri dan kualitas air Danau Laut Tawar.

Potensi produksi ikan di Danau Laut Tawar sebesar 33,47 kg/ha/thn dengan total potensi produksi ikan sebesar 196,49 ton/ tahun.Nilai potensi produksi ikan berkurang sebesar 10,93 kg/ha/tahun di Danau Laut Tawar selama kurun waktu 22 tahun terakhir.Setiap tahun Danau Laut Tawar mengalami penurunan potensi produksi ikan sebesar 0,50 kg/ha.

Penelitian ini telah memberikan gambaran penting tentang penurunan potensi produksi ikan di Danau Laut Tawar berdasarkan indeks morphoedaphic, namun masih banyak aspek yang bisa digali lebih dalam untuk menjaga keberlanjutan danau. Pertama, akan sangat bermanfaat jika ada penelitian lanjutan yang fokus pada identifikasi serta kuantifikasi dampak spesifik dari faktor-faktor eksternal yang turut memengaruhi kelestarian ikan endemik dan total produksi, seperti masuknya spesies ikan asing yang berkompetisi dengan ikan lokal, atau praktik penangkapan ikan yang kurang ramah lingkungan oleh masyarakat sekitar danau. Pemahaman lebih mendalam tentang bagaimana faktor-faktor ini secara langsung memengaruhi dinamika populasi ikan depik dan jenis ikan lainnya akan memberikan dasar kuat untuk strategi konservasi yang lebih efektif. Kedua, mengingat adanya perubahan signifikan pada kedalaman danau dan daya hantar listrik perairan, penelitian selanjutnya perlu menggali lebih rinci sumber-sumber erosi yang menyebabkan pendangkalan serta pemicu penurunan kualitas air yang berdampak pada jumlah bahan terlarut. Ini bisa melibatkan analisis mendalam terhadap pola penggunaan lahan di daerah tangkapan air dan dampaknya terhadap input sedimen serta polutan. Studi semacam ini akan membantu dalam merancang upaya pengelolaan daerah aliran sungai yang lebih tepat sasaran. Ketiga, untuk mendapatkan prediksi potensi produksi ikan yang lebih akurat dan menyeluruh, akan sangat berharga jika dikembangkan sebuah model ekosistem yang lebih maju. Model ini sebaiknya tidak hanya mengandalkan indeks morphoedaphic, melainkan juga mengintegrasikan berbagai parameter kualitas air lainnya, pola aliran air, data sedimentasi, serta informasi biologis seperti siklus hidup dan interaksi antarspesies ikan. Dengan demikian, kita dapat memahami secara holistik bagaimana perubahan lingkungan memengaruhi ekosistem danau dan merumuskan kebijakan pengelolaan sumber daya perikanan yang lebih berkelanjutan.

Read online
File size432.03 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test