UNDIKMAUNDIKMA
Journal of English Language TeachingJournal of English Language TeachingPenelitian ini menyoroti kebutuhan mendesak akan materi instruksional yang disesuaikan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam menulis artikel ilmiah. Meskipun keterampilan ini memegang peran krusial di dunia akademik, terdapat kelangkaan sumber daya pengajaran yang didedikasikan, khususnya untuk penulisan artikel penelitian. Dengan menginvestigasi kekurangan spesifik yang dihadapi mahasiswa dan menyelaraskannya dengan strategi instruksional yang disesuaikan, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis akademik mahasiswa. Menggunakan desain studi kasus, penelitian ini melibatkan 72 mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas PGRI Sumatera Barat. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diadaptasi dari literatur yang ada, berfokus pada kekurangan yang dirasakan mahasiswa dalam menulis artikel ilmiah. Melalui metode ini, tantangan spesifik yang dihadapi mahasiswa dalam proses penulisan diidentifikasi dan dianalisis. Analisis menunjukkan bahwa kekurangan mahasiswa dalam menulis artikel ilmiah berformat artikel penelitian berada dalam kategori tinggi, dengan rata-rata 4,28 (85,53%). Dari data tersebut, sembilan pernyataan masuk dalam kategori sangat tinggi, dan 13 dalam kategori tinggi. Pernyataan dalam kategori sangat tinggi meliputi menciptakan kesenjangan penelitian (M=4,54), menjelaskan prosedur pengumpulan data (M=4,50), menjelaskan prosedur analisis data (M=4,33), menyajikan informasi meta-tekstual (M=4,38), menyajikan hasil (M=4,50), memberikan informasi latar belakang (M=3,58), mengomentari hasil atau temuan (M=4,50), menyatakan kembali tujuan dan pendekatan penelitian (M=4,63) dan mengevaluasi kontribusi penelitian (M=4,33). Temuan-temuan ini menggarisbawahi pentingnya pendekatan instruksional yang disesuaikan untuk meningkatkan keterampilan menulis ilmiah mahasiswa, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas pendidikan dalam mempersiapkan mahasiswa untuk upaya akademik di masa depan.
Analisis tantangan mahasiswa dalam menulis artikel ilmiah mengungkap kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan.Mahasiswa menunjukkan keterampilan yang mengesankan dalam tugas-tugas krusial seperti mengidentifikasi kesenjangan penelitian, menjelaskan metode, prosedur pengumpulan dan analisis data, serta menyajikan dan mendiskusikan temuan, yang mayoritas termasuk dalam kategori sangat tinggi (menandakan kemahiran).Meskipun demikian, masih ada peluang untuk peningkatan, terutama dalam penggunaan bahasa abstrak, mendefinisikan ruang lingkup studi, dan meringkas temuan, yang berada dalam kategori kemahiran tinggi, sehingga diperlukan pendekatan pengajaran spesifik dan dukungan berkelanjutan.
Berdasarkan temuan penelitian ini yang mengidentifikasi berbagai tantangan mahasiswa dalam penulisan artikel ilmiah dan kebutuhan mendesak akan materi instruksional yang disesuaikan, beberapa arah penelitian lanjutan dapat diusulkan untuk memperkaya pemahaman dan solusi praktis. Pertama, akan sangat bermanfaat untuk mengembangkan dan menguji secara empiris materi pengajaran yang secara spesifik dirancang untuk mengatasi kekurangan yang telah diidentifikasi, seperti dalam menciptakan kesenjangan penelitian atau menjelaskan prosedur analisis data. Sebuah studi intervensi dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas materi ini dalam meningkatkan kemahiran menulis ilmiah mahasiswa di program studi yang sama, bahkan mungkin membandingkannya dengan pendekatan pengajaran konvensional. Kedua, penelitian mendatang bisa memperdalam pemahaman tentang akar masalah di balik tantangan yang dihadapi mahasiswa dengan mengadopsi pendekatan kualitatif yang lebih mendalam. Ini bisa melibatkan wawancara individu atau kelompok terfokus dengan mahasiswa untuk menggali persepsi, pengalaman, serta strategi koping mereka saat menghadapi kesulitan dalam menulis ilmiah, melampaui data kuantitatif kurangnya yang terdeteksi kuesioner. Pertanyaan penelitian dapat mencakup faktor psikologis atau hambatan kognitif yang memengaruhi kemampuan mereka. Ketiga, untuk meningkatkan generalisasi temuan, akan relevan untuk memperluas lingkup penelitian dengan membandingkan tantangan penulisan ilmiah yang dihadapi mahasiswa lintas disiplin ilmu yang berbeda, misalnya antara mahasiswa sains dan humaniora, atau bahkan di institusi pendidikan tinggi lainnya. Penelitian komparatif semacam ini dapat mengungkap apakah ada perbedaan signifikan dalam jenis atau tingkat kesulitan yang dialami, dan apakah kebutuhan akan materi instruksional juga bervariasi sesuai konteks akademik, sehingga dapat menghasilkan rekomendasi yang lebih komprehensif untuk pengembangan kurikulum dan pelatihan dosen.
- Pengaruh Model Pembelajaran Outdoor Study Berbantuan Video Conference terhadap Kemampuan Menulis Karya... journal.um.ac.id/index.php/jptpp/article/view/13157Pengaruh Model Pembelajaran Outdoor Study Berbantuan Video Conference terhadap Kemampuan Menulis Karya journal um ac index php jptpp article view 13157
- Full article: Improving the understanding of written peer feedback through face-to-face peer dialogue:... tandfonline.com/doi/full/10.1080/07294360.2020.1798889Full article Improving the understanding of written peer feedback through face to face peer dialogue tandfonline doi full 10 1080 07294360 2020 1798889
- Saudi Arabia EFL university students’ voice on challenges and solution in learning academic writing... ejournal.upi.edu/index.php/IJAL/article/view/15276Saudi Arabia EFL university studentsAo voice on challenges and solution in learning academic writing ejournal upi edu index php IJAL article view 15276
| File size | 293.49 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
UNUBLITARUNUBLITAR The Sekolah Penggerak program is a crucial initiative by the Indonesian government to enhance education quality. Successful implementation requires a holisticThe Sekolah Penggerak program is a crucial initiative by the Indonesian government to enhance education quality. Successful implementation requires a holistic
UBHARAJAYAUBHARAJAYA Peningkatan kemampuan analisis hukum mitra tercermin dalam pemahaman yang lebih komprehensif terhadap karakteristik peristiwa hukum, khususnya dalam mengidentifikasiPeningkatan kemampuan analisis hukum mitra tercermin dalam pemahaman yang lebih komprehensif terhadap karakteristik peristiwa hukum, khususnya dalam mengidentifikasi
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Data collection techniques are carried out through pre-test and post-test tests, observation, and documentation. Data analysis techniques include normalityData collection techniques are carried out through pre-test and post-test tests, observation, and documentation. Data analysis techniques include normality
4141 Dengan adanya pemahaman yang lebih baik tentang teknologi ini, mahasiswa dapat lebih efektif dan efisien dalam menyusun tugas akhir mereka. Namun, untukDengan adanya pemahaman yang lebih baik tentang teknologi ini, mahasiswa dapat lebih efektif dan efisien dalam menyusun tugas akhir mereka. Namun, untuk
UNDIKMAUNDIKMA Penelitian ini dapat menjadi panduan untuk merancang gelombang elektromagnetik koheren dalam transmisi WDM menggunakan modul python OptiCommPy. Serat optikPenelitian ini dapat menjadi panduan untuk merancang gelombang elektromagnetik koheren dalam transmisi WDM menggunakan modul python OptiCommPy. Serat optik
UNDIKMAUNDIKMA Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi-eksperimen dan desain posttest-only control. Sampel penelitian terdiri dari 70 siswaPenelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi-eksperimen dan desain posttest-only control. Sampel penelitian terdiri dari 70 siswa
UNDIKMAUNDIKMA Students with medium mathematical reflective thinking skills exhibit medium sociomathematical norms. Conversely, students with low mathematical reflectiveStudents with medium mathematical reflective thinking skills exhibit medium sociomathematical norms. Conversely, students with low mathematical reflective
UNDIKMAUNDIKMA Sebagian besar siswa (76%) berada pada kategori kecemasan matematika sedang, sementara hanya 7% mengalami kecemasan tinggi dan 17% rendah. Siswa denganSebagian besar siswa (76%) berada pada kategori kecemasan matematika sedang, sementara hanya 7% mengalami kecemasan tinggi dan 17% rendah. Siswa dengan
Useful /
STPMATARAMSTPMATARAM Faktor pendukung pengembangan objek wisata Pantai Mawun adalah kerjasama, sedangkan faktor penghambatnya adalah rendahnya keterampilan keterbatasan danaFaktor pendukung pengembangan objek wisata Pantai Mawun adalah kerjasama, sedangkan faktor penghambatnya adalah rendahnya keterampilan keterbatasan dana
STPMATARAMSTPMATARAM Tehnik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya faktor pendukung dan penghambat. FaktorTehnik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya faktor pendukung dan penghambat. Faktor
UBHARAJAYAUBHARAJAYA Kehadiran undang-undang tentang perlindungan data pribadi menjadi penting dan mendesak untuk berbagai kepentingan nasional, serta menyesuaikan dengan tuntutanKehadiran undang-undang tentang perlindungan data pribadi menjadi penting dan mendesak untuk berbagai kepentingan nasional, serta menyesuaikan dengan tuntutan
UBHARAJAYAUBHARAJAYA Ragam respon muncul sehingga menarik minat peneliti untuk menelaah lebih dalam terkait kesadaran diri dan regulasi emosi para penerima bantuan sosial.Ragam respon muncul sehingga menarik minat peneliti untuk menelaah lebih dalam terkait kesadaran diri dan regulasi emosi para penerima bantuan sosial.