UNDIKMAUNDIKMA

Prisma Sains : Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP MataramPrisma Sains : Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram

Penelitian ini menganalisis aplikasi Wavelength Division Multiplexing (WDM) dalam jaringan serat optik yang bertujuan untuk menemukan panjang gelombang, spektrum optik WDM dan mode, serta fase dan mode CPR yang diperkirakan. Dalam penelitian ini, WDM memungkinkan transmisi data berbeda secara bersamaan melalui serat optik tunggal, menggunakan panjang gelombang yang berbeda. Penelitian ini dilakukan menggunakan modul python OptiCommPy. Modul ini digunakan untuk melakukan pemodelan sistem transmisi serat optik kompleks dengan mempertimbangkan berbagai parameter dan gangguan yang terlibat dalam transmisi optik. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa jaringan WDM dapat menggunakan konversi panjang gelombang penuh atau terbatas, tergantung pada kemampuan konversi panjang gelombang setiap node jaringan. Sedangkan jaringan multifiber menggunakan kolam serat antara node jaringan, dan jaringan multifiber WDM dapat diimplementasikan tanpa atau dengan konversi panjang gelombang penuh. Penelitian ini dapat menjadi panduan untuk merancang gelombang elektromagnetik koheren dalam transmisi WDM menggunakan modul python OptiCommPy.

Serat optik atau serat optik adalah teknologi komunikasi yang dapat mentransmisikan data dengan kecepatan tinggi dan teknologi WDM (Wavelength Division Multiplexing) memungkinkan transmisi data berbeda secara bersamaan melalui jaringan serat optik tunggal.Ada dua jenis teknologi WDM yang digunakan saat ini, yaitu CWDM (Coarse Wavelength Division Multiplexing) dan DWDM (Dense Wavelength Division Multiplexing).Jaringan WDM memungkinkan pengguna akhir yang berbeda untuk beroperasi pada kecepatan pemrosesan elektronik yang lebih tinggi.Jaringan optik yang menggunakan teknologi WDM disebut jaringan WDM, yang menyediakan transmisi bersamaan pada beberapa panjang gelombang optik yang berbeda melalui serat optik yang sama.Jaringan WDM dapat menggunakan konversi panjang gelombang penuh atau terbatas, tergantung pada kemampuan konversi panjang gelombang setiap node jaringan.Sedangkan jaringan multifiber menggunakan kolam serat antara node jaringan, dan jaringan multifiber WDM dapat diimplementasikan tanpa, terbatas, atau dengan konversi panjang gelombang penuh.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: Pertama, melakukan penelitian eksperimental untuk mendapatkan hasil yang lebih signifikan. Kedua, melakukan inovasi dan menggunakan referensi yang lebih beragam sebagai dasar untuk melanjutkan penelitian ini. Ketiga, mengeksplorasi lebih lanjut tentang implementasi jaringan multifiber WDM tanpa konversi panjang gelombang dan membandingkannya dengan jaringan WDM konvensional. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang lebih luas dalam pengembangan teknologi transmisi data melalui serat optik.

  1. Simulation of Coherent Electromagnetic Waves in Wavelength Division Multiplexing (WDM) Transmission |... e-journal.undikma.ac.id/index.php/prismasains/article/view/8215Simulation of Coherent Electromagnetic Waves in Wavelength Division Multiplexing WDM Transmission e journal undikma ac index php prismasains article view 8215
  2. Radware Captcha Page. radware captcha page apologize activity behavior site us think bot note number... doi.org/10.1364/oe.15.004410Radware Captcha Page radware captcha page apologize activity behavior site us think bot note number doi 10 1364 oe 15 004410
  3. Coherent optical OFDM: has its time come? [Invited]. coherent optical ofdm time come invited journal... doi.org/10.1364/JON.7.000234Coherent optical OFDM has its time come Invited coherent optical ofdm time come invited journal doi 10 1364 JON 7 000234
Read online
File size1.32 MB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test