UNDIKMAUNDIKMA

Prisma Sains : Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP MataramPrisma Sains : Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematika (KPMM) siswa SMA berdasarkan tingkat kecemasan matematika dan gender. Metode yang digunakan bersifat kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan enam siswa kelas XI SMA Negeri 31 Tangerang yang dipilih secara purposif melalui Winstep berdasarkan kategori kecemasan (tinggi, sedang, rendah). Instrumen meliputi tes kemampuan pemecahan masalah berjumlah enam butir dan kuesioner kecemasan matematika berjumlah 27 butir yang telah divalidasi oleh pakar. Analisis data meliputi reduksi, kategorisasi, sintesis, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan gender tidak berpengaruh signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah, sedangkan kategori kecemasan menjadi faktor utama; siswa dengan kecemasan tinggi hanya memenuhi satu indikator KPMM, sementara yang dengan kecemasan sedang dan rendah memenuhi tiga indikator.

Sebagian besar siswa (76%) berada pada kategori kecemasan matematika sedang, sementara hanya 7% mengalami kecemasan tinggi dan 17% rendah.Siswa dengan kecemasan tinggi, baik laki‑laki maupun perempuan, hanya mampu memenuhi satu indikator kemampuan pemecahan masalah, sedangkan siswa dengan kecemasan sedang dan rendah dapat memenuhi tiga indikator utama namun tidak dapat menyimpulkan dan memeriksa kembali perhitungan.Dengan demikian, tidak terdapat perbedaan signifikan antara kemampuan pemecahan masalah matematika berdasarkan gender, melainkan kecemasan matematika menjadi faktor penentu utama.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji efektivitas program intervensi psikologis berbasis mindfulness dalam mengurangi kecemasan matematika serta dampaknya terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah pada siswa SMA, dengan desain eksperimental berkelanjutan selama satu semester. Selanjutnya, dilakukan studi komparatif antara pendekatan pembelajaran berbasis problem-based learning (PBL) dan pembelajaran terbalik (flipped classroom) untuk menilai kontribusinya dalam menguatkan indikator perencanaan strategi dan peninjauan kembali hasil perhitungan, khususnya pada siswa berlevel kecemasan sedang hingga tinggi. Terakhir, penelitian kualitatif mendalam dapat menelusuri peran self‑efficacy matematika dan persepsi gender dalam membentuk strategi coping siswa terhadap kecemasan, menggunakan wawancara semi‑terstruktur dan analisis tematik, sehingga memberikan wawasan lebih komprehensif bagi perancang kurikulum dan kebijakan pendidikan.

  1. Pengaruh Kecemasan Matematis Terhadap Hasil Belajar Matematika | De Fermat : Jurnal Pendidikan Matematika.... jurnal.pmat.uniba-bpn.ac.id/index.php/DEFERMAT/article/view/28Pengaruh Kecemasan Matematis Terhadap Hasil Belajar Matematika De Fermat Jurnal Pendidikan Matematika jurnal pmat uniba bpn ac index php DEFERMAT article view 28
  2. 0. 0 jurnal.umk.ac.id/index.php/anargya/article/view/76940 0 jurnal umk ac index php anargya article view 7694
  3. Analisis Kesulitan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Matematika Topik Pecahan Ditinjau Dari Gender... doi.org/10.31764/jtam.v2i2.713Analisis Kesulitan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Matematika Topik Pecahan Ditinjau Dari Gender doi 10 31764 jtam v2i2 713
Read online
File size1.05 MB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test