POLTEKKESTASIKMALAYAPOLTEKKESTASIKMALAYA

Prosiding Pengabdian Kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes TasikmalayaProsiding Pengabdian Kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Posyandu Flamboyan 20 desa Mekarrahayu, kecamatan Margaasih, kabupaten Bandung adalah posyandu dengan jumlah kunjungan mencapai 50-100 bayi/balita per bulan, yang menunjukkan tingginya ibu hamil, melahirkan dan menyusui di wilayah, dan memerlukan pendampingan. Monitoring/pendampingan ibu nifas terbukti dapat mendeteksi morbiditas dan mencegah komplikasi. Kader dapat mengambil peran agar ibu dapat melalui pemulihan yang fisiologis, memberi pengetahuan tentang dasar tehnik menyusui, perawatan yang tepat untuk diri juga bayinya, dan kemampuan berinteraksi terhadap bayi serta anggota keluarganya. Untuk itu, kader memerlukan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dan keterampilannya, dengan juga memperhatikan sisi ruhiyah, sehingga dapat memberikan pendampingan secara holistik. Program ini bertujuan memenuhi kebutuhan informasi masyarakat tentang perawatan masa nifas dan bayi baru lahir, menghadirkan peran aktif kader dan masyarakat, dengan meningkatkan kemampuan kader secara holistik. Pelatihan yang diberikan berupa pijat oksitosin, pijat payudara, pijat bayi, cara memandikan bayi, serta materi pelayanan holistik yaitu pembahasan berdasarkan Al-Quran dan hadist tentang nifas dan bayi, serta teknik pendampingan motivasi sesuai kepercayaan masing masing. Pada akhir pelatihan kader sepakat untuk memasukkan program pendampingan ini menjadi salah satu program posyandu, dan hasil evaluasi menunjukkan terdapat kenaikan pengetahuan sebanyak 2,02% (59,09% menjadi 61,11%) pada materi keislaman, dan 22,39% (59,09% menjadi 81,48%) pada materi nifas dan bayi baru lahir.

Pelatihan kader di Posyandu Flamboyan 20 berhasil melibatkan 11 kader dari berbagai RW dan memperkenalkan program pendampingan ibu nifas serta bayi baru lahir.Program tersebut kini menjadi bagian dari layanan posyandu, memberikan pemantauan holistik yang mencakup aspek fisik, psikologis, dan spiritual bagi ibu dan bayi.Karena cakupan peserta terbatas, disarankan memperluas pelaksanaan ke seluruh 27 posyandu di Desa Mekarrahayu untuk mencapai target penurunan angka kematian ibu dan bayi pada 2030.

Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas pelatihan kader yang diperluas ke seluruh 27 posyandu di Desa Mekarrahayu dengan desain kuasi‑eksperimental, membandingkan indikator kesehatan ibu nifas dan bayi baru lahir antara posyandu yang menerima intervensi dan yang belum; hal ini akan memperjelas sejauh mana skala program dapat menurunkan angka morbiditas dan mortalitas. Selanjutnya, studi longitudinal dapat menilai dampak penggunaan modul video edukasi digital yang telah dibuat pada pengetahuan dan keterampilan kader selama enam bulan pasca‑pelatihan, sehingga dapat diketahui apakah media daring meningkatkan retensi informasi dibandingkan pelatihan tatap muka saja. Selain itu, penelitian kualitatif yang menggali persepsi budaya dan hambatan sosial‑ekonomi terhadap kunjungan rumah postpartum, terutama dalam situasi pandemi COVID‑19, dapat menghasilkan rekomendasi intervensi yang lebih sensitif secara kultural dan lebih mudah diakses oleh keluarga; temuan ini diharapkan dapat memperkuat strategi pendampingan holistik di lingkungan desa. Dengan ketiga arah studi ini, program pendampingan dapat dioptimalkan secara berkelanjutan untuk mencapai target penurunan kematian ibu dan bayi pada tahun 2030.

Read online
File size412.19 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test