POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA
Caring : Jurnal KeperawatanCaring : Jurnal KeperawatanMasa remaja adalah periode yang ditandai oleh perubahan fisik dan psikologis, termasuk awal menstruasi. Dismenore, masalah ginekologis umum di kalangan remaja putri, dapat secara signifikan mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satu metode non-farmakologis yang efektif untuk mengatasi nyeri menstruasi adalah terapi musik religi, yang bekerja dengan merangsang otak untuk melepaskan endorfin dan serotonin, sehingga memberikan efek menenangkan dan mengurangi persepsi nyeri. Penelitian kuasi-eksperimental ini menggunakan desain pretest-posttest satu kelompok untuk menguji pengaruh terapi musik religi terhadap nyeri menstruasi pada 15 remaja putri di RT 09, Kp. Mekar Baru, Tangerang. Intervensi melibatkan pemutaran musik religi instrumental selama 15 menit setiap hari selama menstruasi selama tiga hari berturut-turut. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS), dan data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed-rank. Hasil menunjukkan penurunan nyeri menstruasi yang signifikan setelah intervensi (rata-rata pretest: 7,07; rata-rata posttest: 3,00; p = 0,001). Terapi musik religi secara signifikan mengurangi intensitas nyeri menstruasi pada remaja putri. Ini adalah intervensi non-farmakologis yang aman, hemat biaya, dan mudah diterapkan.
Terapi musik religi secara signifikan mengurangi intensitas nyeri menstruasi pada remaja putri, menawarkan intervensi non-farmakologis yang aman, berbiaya rendah, dan mudah diterapkan.Pendekatan ini memiliki potensi untuk diintegrasikan ke dalam program kesehatan reproduksi remaja dan memerlukan penelitian lebih lanjut untuk mengevaluasi efektivitas jangka panjang serta kemampuan adaptasinya di berbagai latar belakang budaya dan agama.
Mengingat hasil penelitian ini yang menjanjikan namun memiliki keterbatasan metodologis, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dieksplorasi untuk memperkuat bukti dan memperluas pemahaman. Pertama, peneliti selanjutnya dapat melakukan uji coba terkontrol secara acak (Randomized Controlled Trials - RCTs) dengan melibatkan kelompok kontrol. Hal ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas terapi musik religi secara langsung dengan intervensi lain seperti musik non-religi atau tanpa intervensi sama sekali, sehingga dapat mengisolasi efek spesifik dari musik religi itu sendiri dan mengurangi bias dari faktor eksternal. Desain ini akan sangat membantu dalam memastikan bahwa penurunan nyeri yang diamati benar-benar disebabkan oleh terapi musik religi, bukan karena efek plasebo atau variabel perancu lainnya seperti perubahan gaya hidup atau siklus menstruasi alami. Kedua, penting untuk mendalami peran spiritualitas individu dalam memengaruhi persepsi nyeri dan hasil terapi. Penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana tingkat religiusitas, keyakinan spiritual, atau praktik keagamaan pribadi responden berinteraksi dengan efektivitas terapi musik religi. Pendekatan ini bisa melibatkan pengumpulan data kualitatif untuk memahami pengalaman subjektif partisipan, atau menggunakan skala pengukuran spiritualitas untuk mengukur korelasinya dengan intensitas nyeri. Dengan demikian, kita bisa memahami mengapa terapi ini bekerja lebih baik pada sebagian individu dan bagaimana faktor keyakinan memediasi efek terapeutiknya. Ketiga, perluasan cakupan penelitian ke berbagai latar belakang budaya dan agama sangat disarankan untuk menguji adaptabilitas dan penerimaan intervensi ini. Penelitian dapat dilakukan di komunitas dengan mayoritas agama yang berbeda, atau dengan menggunakan jenis musik religi dari tradisi keagamaan yang bervariasi. Hal ini akan memberikan wawasan tentang bagaimana konteks budaya dan keyakinan spesifik memengaruhi respons terhadap terapi, serta memungkinkan pengembangan panduan implementasi yang lebih inklusif dan relevan bagi populasi yang beragam. Dengan ketiga pendekatan ini, penelitian lanjutan akan menghasilkan bukti yang lebih kuat dan pemahaman yang lebih komprehensif tentang potensi terapi musik religi dalam manajemen nyeri menstruasi.
| File size | 342.28 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
AKBIDHIPEKALONGANAKBIDHIPEKALONGAN Setelah intervensi sebanyak 20 peserta (66,7%) mengalami penurunan tingkat nyeri menjadi kategori ringan. Dari hasil kegiatan ini dapat disimpulkan bahwaSetelah intervensi sebanyak 20 peserta (66,7%) mengalami penurunan tingkat nyeri menjadi kategori ringan. Dari hasil kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa
EBSINAEBSINA Metode: Studi kasus deskriptif dilakukan dengan dua pasien wanita yang didiagnosis menderita kanker kolon yang menjalani laparotomi elektif di Ruang FlamboyanMetode: Studi kasus deskriptif dilakukan dengan dua pasien wanita yang didiagnosis menderita kanker kolon yang menjalani laparotomi elektif di Ruang Flamboyan
STIKESNHSTIKESNH L usia usia 50 tahun dengan pemberian hipnoterapi terhadap pnurunan skala nyeri terhadap pasien kanker serviks yang dilakukan intervensi selama 3 hariL usia usia 50 tahun dengan pemberian hipnoterapi terhadap pnurunan skala nyeri terhadap pasien kanker serviks yang dilakukan intervensi selama 3 hari
ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES 6%). Nyeri lebih banyak ditemukan pada pasien berusia 41 – 60 tahun (51. 1%), wanita (51. 2%), dan pengangguran (30. 2%). Derajat nyeri memiliki signifikansi6%). Nyeri lebih banyak ditemukan pada pasien berusia 41 – 60 tahun (51. 1%), wanita (51. 2%), dan pengangguran (30. 2%). Derajat nyeri memiliki signifikansi
POLITEKNIKYAKPERMASPOLITEKNIKYAKPERMAS Aspek yang terlibat dalam proses manajemen kanker meliputi dukungan keluarga dan efikasi diri orang tua. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuiAspek yang terlibat dalam proses manajemen kanker meliputi dukungan keluarga dan efikasi diri orang tua. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
STIKESMAYAPADASTIKESMAYAPADA Mayoritas responden berada dalam rentang usia 19-28 tahun. Pengukuran skala nyeri menggunakan skala numerik. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yangMayoritas responden berada dalam rentang usia 19-28 tahun. Pengukuran skala nyeri menggunakan skala numerik. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang
AKPERGAPU JAMBIAKPERGAPU JAMBI Unstable angina pectoris biasanya ditandai dengan nyeri dada atau ketidaknyamanan yang disebabkan oleh penyakit arteri koroner dan biasanya digambarkanUnstable angina pectoris biasanya ditandai dengan nyeri dada atau ketidaknyamanan yang disebabkan oleh penyakit arteri koroner dan biasanya digambarkan
MERCUBAKTIJAYAMERCUBAKTIJAYA Data pasien hipertensi di dunia sekitar satu milyar orang dan meningkat setiap tahunnya. Prevalensi hipertensi yang terdiagnosis di Indonesia mencapaiData pasien hipertensi di dunia sekitar satu milyar orang dan meningkat setiap tahunnya. Prevalensi hipertensi yang terdiagnosis di Indonesia mencapai
Useful /
UNIK KEDIRIUNIK KEDIRI Implementasi kebijakan menekankan pembatasan belanja non-prioritas, optimalisasi pendapatan, realokasi anggaran ke sektor produktif, serta digitalisasiImplementasi kebijakan menekankan pembatasan belanja non-prioritas, optimalisasi pendapatan, realokasi anggaran ke sektor produktif, serta digitalisasi
EBSINAEBSINA Latar belakang: Distres spiritual adalah masalah terkait respons pasien terhadap kesehatan. Distres spiritual merupakan gangguan pada makna hidup tentangLatar belakang: Distres spiritual adalah masalah terkait respons pasien terhadap kesehatan. Distres spiritual merupakan gangguan pada makna hidup tentang
ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES Biopsi kulit konsisten dengan vaskulitis leuko‑sitoklastik yang dimediasi imun dan hasil tes darah positif antibodi sitoplasma‑anti‑neutrofil sitoplasmaBiopsi kulit konsisten dengan vaskulitis leuko‑sitoklastik yang dimediasi imun dan hasil tes darah positif antibodi sitoplasma‑anti‑neutrofil sitoplasma
STAI TBHSTAI TBH Penelitian bertujuan menganalisis implementasi pembelajaran agama Islam berbasis teknologi digital dan tantangan yang dihadapi. Menggunakan pendekatanPenelitian bertujuan menganalisis implementasi pembelajaran agama Islam berbasis teknologi digital dan tantangan yang dihadapi. Menggunakan pendekatan