UHTUHT

Hang Tuah Medical JournalHang Tuah Medical Journal

Masalah keputihan pada remaja putri merupakan isu kesehatan masyarakat yang penting di wilayah tropis dan lembap seperti Indonesia. Sekitar 45% perempuan di Indonesia mengalami keputihan berulang, namun banyak remaja yang masih menganggapnya sebagai kondisi normal. Penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan antara praktik kebersihan diri dengan kejadian keputihan pada siswi di SMA Budi Mulia, Jakarta Pusat. Dengan menggunakan desain observasional potong lintang, penelitian ini melibatkan 146 responden perempuan dan dilaksanakan pada bulan Januari hingga Februari 2025. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 58.2% responden memiliki kebersihan diri yang baik, sementara 50% mengalami keputihan patologis. Analisis data menunjukkan adanya hubungan signifikan antara praktik kebersihan diri dan kejadian keputihan (p = 0.016). Temuan ini menunjukkan bahwa kebersihan diri yang kurang baik berhubungan dengan terjadinya keputihan patologis pada remaja putri. Oleh karena itu, edukasi kesehatan reproduksi yang berkelanjutan sangat dianjurkan untuk meningkatkan kesadaran dan mendorong pencegahan melalui praktik kebersihan yang baik.

Sebagian besar siswi SMA Budi Mulia memiliki perilaku personal hygiene yang baik, namun separuh dari mereka mengalami keputihan patologis.Terdapat korelasi signifikan antara perilaku personal hygiene dan kejadian keputihan (p = 0.Peningkatan pengetahuan dan praktik kebersihan organ reproduksi merupakan langkah penting dalam pencegahan gangguan kesehatan reproduksi pada remaja putri.

Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang berkontribusi terhadap kejadian keputihan pada remaja putri, seperti tingkat pengetahuan, faktor lingkungan, dan dukungan keluarga. Studi kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam persepsi dan pengalaman remaja putri terkait perilaku kebersihan diri dan keputihan, sehingga dapat merancang intervensi edukasi yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan mereka. Selain itu, penelitian intervensi yang melibatkan program edukasi kesehatan reproduksi yang komprehensif di sekolah dapat dievaluasi efektivitasnya dalam meningkatkan pengetahuan, mengubah perilaku, dan menurunkan angka kejadian keputihan pada remaja putri. Penelitian ini penting untuk memberikan bukti empiris yang kuat bagi pengembangan kebijakan dan program kesehatan reproduksi remaja yang lebih terarah dan berkelanjutan, serta meningkatkan kualitas hidup remaja putri di Indonesia.

Read online
File size276.18 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test