PUBLIKASI UNTAGCIREBONPUBLIKASI UNTAGCIREBON

Barakuda 45: Jurnal Ilmu Perikanan dan KelautanBarakuda 45: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan

Luasan kawasan budidaya rumput laut di perairan Desa Aimoli belum diketahui secara komprehensif, kondisi ini mempengaruhi informasi terkait volume produksi. Penelitian ini bertujuan menguak informasi terkait luas lahan kawasan budidaya dan volume produksi rumput laut (Kappaphycus striatum) di Desa Aimoli, Kecamatan Alor Barat Laut. Jika pemanfaatannya secara maksimal maka dapat menunjang produktivitas rumput laut di Desa Aimoli. Metode penelitian yang digunakan adalah menimbang bibit, mengukur bentangan tali, menghitung titik tanam di setiap bentangan, menimbang rumput laut basah saat panen, dan menimbang rumput laut kering yang siap dijual dengan ukuran panjang bentangan yang sama saat waktu timbang basah. Selanjutnya untuk mengukur luasan kawasan budidaya, dengan klasifikasi luas lahan yang telah dimanfaatkan dan belum dimanfaatkan menggunakan software ArcGis 10.8 berdasarkan historical proses budidaya dan pengamatan visual.

Hasil penelitian di Desa Aimoli menginformasikan bahwa produksi rumput laut tahun 2024 dan 2025 pada Bulan Januari-Maret Jumlah pembudidaya rumput laut 35 orang, rumput laut basah 169 ton, rumput laut kering 84 ton sedangkan untuk tahun 2025 pada siklus pertama (Januari-Maret) rumput laut basah 42 ton, sedangkan rumput laut kering 31 ton, total produksi rumput laut 2024-2025 (Januari-Maret), 115 ton.Potensi kawasan budidaya rumput laut di Desa Aimoli seluas 11,11 ha namun yang dimanfaatkan sebagai lahan budidaya rumput laut hanya seluas 2,22 ha atau 19,98% ha.Luasan kawasan budidaya rumput laut yang masih tersisah di Desa Aimoli masih cukup besar sehingga masyarakat pesisir Desa Aimoli perlu diberikan motivasi dan peningkatan kapasitas terkait pengembangan rumput laut sebagai komuditas unggulan yang dapat dijadikan sebagai sumber pendapatan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Untuk meningkatkan produktivitas rumput laut di Desa Aimoli, perlu dilakukan pendampingan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Selain itu, perlu ada kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan tinggi, dan peneliti untuk mendukung pengembangan budidaya rumput laut. Saran penelitian lanjutan adalah melakukan studi tentang strategi dan operasional pengembangan agroindustri berkelanjutan rumput laut di Indonesia, serta menganalisis kelayakan lahan budi daya rumput laut pada lokasi rencana pengembangan. Penelitian ini dapat membantu meningkatkan motivasi dan pengetahuan pembudidaya rumput laut, serta mendorong kolaborasi antara berbagai pihak untuk mendukung pengembangan budidaya rumput laut yang berkelanjutan.

  1. Analysis of the Cultivation Area and Production Volume of Seaweed (Kappaphycus striatum) in Aimoli Village,... doi.org/10.47685/barakuda45.v7i2.689Analysis of the Cultivation Area and Production Volume of Seaweed Kappaphycus striatum in Aimoli Village doi 10 47685 barakuda45 v7i2 689
  2. Vol. 2 No. 2 (2019): September | MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. vol matappa jurnal pengabdian... doi.org/10.31100/matappa.v2i2Vol 2 No 2 2019 September MATAPPA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat vol matappa jurnal pengabdian doi 10 31100 matappa v2i2
Read online
File size572.13 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test