PUBLIKASI UNTAGCIREBONPUBLIKASI UNTAGCIREBON

Barakuda 45: Jurnal Ilmu Perikanan dan KelautanBarakuda 45: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan

Indonesia memiliki potensi besar dalam ekspor rumput laut, namun pemanfaatannya masih belum optimal akibat berbagai hambatan dalam sistem perdagangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan ekspor rumput laut Indonesia ke tujuh negara tujuan utama selama tahun 2013-2023, menilai kondisi indeks fasilitasi perdagangan, serta mengkaji pengaruh variabel-variabel tersebut terhadap ekspor. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan model gravitasi dan regresi data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GDP negara tujuan dan kualitas infrastruktur perdagangan dan transportasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap ekspor rumput laut Indonesia. Sebaliknya, GDP Indonesia, kompetensi logistik, dan efisiensi bea cukai tidak berpengaruh signifikan. Indeks persepsi korupsi menunjukkan pengaruh negatif signifikan terhadap ekspor. Temuan ini menegaskan bahwa faktor eksternal seperti daya beli negara tujuan dan kualitas infrastruktur memiliki pengaruh besar, sementara faktor internal seperti korupsi menjadi hambatan utama. Oleh karena itu, strategi peningkatan ekspor perlu difokuskan pada reformasi tata kelola perdagangan, penguatan infrastruktur ekspor, dan pengembangan pasar di negara dengan indeks fasilitasi perdagangan yang tinggi.

Dari hasil penelitian diperoleh ekspor rumput laut Indonesia pada periode 2013-2023 menunjukkan tren fluktuatif dengan pertumbuhan jangka panjang positif, mencapai puncak pada 2022 sebelum menurun pada 2023.Pasar utama seperti China, Korea Selatan, Chili, dan Filipina memiliki potensi besar meskipun diwarnai tantangan seperti kebijakan impor ketat dan tarif tinggi, sementara Vietnam, dan Jepang masih menghadapi hambatan infrastruktur dan persaingan pasar.Indeks fasilitasi perdagangan yang baik, terutama infrastruktur, kepabeanan, dan transparansi di negara tujuan seperti Jepang, Prancis, China, dan Korea sangat mendukung ekspor.Selain itu, penelitian ini menunjukkan bahwa ekspor rumput laut mengalami pertumbuhan jangka panjang, namun masih dihadapkan pada tantangan struktural.Variabel GDP negara tujuan, jarak ekonomi, dan indeks kualitas infrastruktur perdagangan dan transportasi terbukti berpengaruh positif signifikan terhadap ekspor rumput laut, sedangkan GDP Indonesia, indeks kompetensi dan kualitas logistik, dan indeks efisiensi bea cukai belum menunjukkan kontribusi yang optimal.Sedangkan indeks persepsi korupsi memiliki pengaruh negatif signifikan, menjadi hambatan utama dalam perdagangan.Berdasarkan temuan ini, disarankan beberapa langkah strategis.(1) Peningkatan logistik pelabuhan di daerah penghasil rumput laut.(2) Digitalisasi ekspor dan penguatan sistem kepabeanan yang ramah komoditas perikanan.(3) Perluasan pasar ekspor ke negara dengan indeks fasilitasi perdagangan tinggi.dan (4) Reformasi tata kelola dan pemberantasan korupsi dalam rantai proses ekspor.Implementasi strategi ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan nilai tambah ekspor rumput laut Indonesia secara berkelanjutan.

Untuk meningkatkan daya saing ekspor rumput laut Indonesia, perlu dilakukan reformasi tata kelola perdagangan yang lebih efisien dan transparan. Selain itu, penguatan infrastruktur ekspor, terutama di daerah penghasil rumput laut, sangat penting untuk meningkatkan efisiensi logistik dan mengurangi hambatan non-tarif. Pengembangan pasar ekspor ke negara dengan indeks fasilitasi perdagangan tinggi juga dapat menjadi strategi yang efektif. Dengan fokus pada reformasi tata kelola, penguatan infrastruktur, dan perluasan pasar, Indonesia dapat meningkatkan daya saing ekspor rumput laut secara berkelanjutan.

  1. DOI Name 10.47685 Values. doi name values index type timestamp data hs serv 50z crossref email support... doi.org/10.47685DOI Name 10 47685 Values doi name values index type timestamp data hs serv 50z crossref email support doi 10 47685
Read online
File size562.42 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

Useful /

ads-block-test