UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI

Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA)Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA)

Sejak pandemi HIV terjadi peningkatan kasus sifilis okular. Hal ini perlu menjadi perhatian karena penyakit ini terutama dijumpai pada kelompok usia produktif, adanya risiko penyulit berupa gangguan penglihatan bahkan kebutaan, dan yang terpenting sampai saat ini pengobatan lini pertama untuk sifilis okular belum tersedia di Indonesia. Untuk itu sangat penting mengetahui faktor risiko yang mempengaruhi kejadian tersebut. Sifat genetik juga dapat berperan penting sebagai faktor risiko sifilis okular. Beberapa polimorfisme gen diperkirakan menjadi faktor risiko endogen terjadinya sifilis okular salah satunya adalah polimorfisme Toll-like receptor 2 (TLR2). TLR memegang peranan kunci dalam garis pertahanan pertama melawan patogen karena kemampuannya untuk mengenali pathogen-associated molecular patterns (PAMP). Saat ini telah diidentifikasi 10 TLR pada manusia yaitu TLR1 sampai TLR10. Beberapa TLR sangat spesifik dalam mengenali dan mengikat beberapa ligan tertentu, seperti TLR2 yang secara spesifik mengenali dan berikatan dengan lipoprotein bakteri. Treponema pallidum, adalah agen penyebab sifilis yang membran luarnya berupa lipoprotein sebagai penentu virulensi. Saat T. pallidum masuk kedalam tubuh host maka akan mengekspresikan banyak lipoprotein, kemudian merangsang sel imun bawaan melalui TLR2. Sehingga polimorfisme pada TLR2 diduga dapat merusak respon imun bawaan terhadap lipopeptida dan lipoprotein spirochetal. Suatu penelitian mendapatkan polimorfisme pada gen TLR2 berhubungan dengan penurunan respons terhadap stimulasi lipoprotein T47L dari T. pallidum dan secara signifikan berhubungan dengan neurosifilis dan sifilis okular. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui pengaruh polimorfisme TLR 2 sebagai faktor risiko kejadian sifilis okular.

Insiden sifilis okular sampai saat ini terus meningkat.Perlu dikaji dan diteliti lebih lanjut mengenai faktor risiko endogen penyakit ini mengingat belum tersedianya pengobatan lini pertamanya di Indonesia serta dampaknya berupa gangguan penglihatan yang permanen bahkan dapat menyebabkan kebutaan.pallidum yang merupakan agen penyakit sifilis, memiliki lipoprotein sebagai faktor virulensi -nya.Lipoprotein ini dapat menginduksi ekspresi mediator inflamasi melalui TLR2 karena TLR2 memiliki kemampuan yang spesifik dalam mengenali lipoprotein suatu bakteri.Adanya polimorfisme pada TLR 2 akan menyebabkan pengenalan respon respon imun bawaan terhadap lipopeptida dan lipoprotein spirochetal menjadi terganggu, hal ini dibuktikan pada beberapa penelitian yang menemukan polimorfisme TLR2 menyebabkan penurunan pensinyalan sel sebagai respons terhadap stimulasi lipoprotein T47L dari T.pallidum dan secara signifikan berhubungan dengan terjadinya neurosifilis dan sifilis okular.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan untuk memperdalam pemahaman mengenai hubungan antara polimorfisme TLR2 dan sifilis okular. Pertama, perlu dilakukan studi kohort prospektif yang melibatkan populasi dengan risiko tinggi sifilis okular untuk mengidentifikasi apakah terdapat hubungan kausal antara polimorfisme TLR2 tertentu dan peningkatan risiko kejadian sifilis okular. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada mekanisme molekuler yang mendasari bagaimana polimorfisme TLR2 mempengaruhi respon imun terhadap Treponema pallidum, termasuk analisis ekspresi gen dan aktivasi jalur pensinyalan yang terlibat. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi potensi pengembangan strategi terapeutik yang menargetkan TLR2 atau jalur pensinyalan hilirnya untuk meningkatkan respon imun dan mencegah perkembangan sifilis okular pada individu dengan polimorfisme TLR2 tertentu. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan strategi pencegahan dan pengobatan yang lebih efektif untuk sifilis okular.

  1. Sexually Transmitted Diseases. sexually transmitted diseases doi.org/10.1097/OLQ.0000000000000149Sexually Transmitted Diseases sexually transmitted diseases doi 10 1097 OLQ 0000000000000149
  2. Through the Eyes: A Case of Ocular Syphilis | Cureus. eyes case ocular syphilis cureus home specialties... cureus.com/articles/173279-through-the-eyes-a-case-of-ocular-syphilisThrough the Eyes A Case of Ocular Syphilis Cureus eyes case ocular syphilis cureus home specialties cureus articles 173279 through the eyes a case of ocular syphilis
Read online
File size237.38 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test