IAI TABAHIAI TABAH

Madinah: Jurnal Studi IslamMadinah: Jurnal Studi Islam

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna berpendidikan tinggi sebagai jalan fitrah manusia dalam perspektif wasathiyah, dengan fokus pada relevansinya dalam konteks perubahan sosial-ekonomi masyarakat pesisir pantura. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih kuatnya pandangan patriarkal yang membatasi peran perempuan dalam pendidikan tinggi, pemahaman takdir secara sempit, serta rendahnya partisipasi pendidikan tinggi di kalangan masyarakat pesisir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka untuk menganalisis konsep pendidikan tinggi sebagai jalan fitrah dalam perspektif Islam dan relevansinya dengan isu-isu kontemporer. Analisis dilakukan terhadap literatur primer (Al-Quran dan hadis) serta literatur sekunder berupa buku, artikel, laporan penelitian, dan data lembaga terkait seperti BPS, Kemendikbud, dan UNESCO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan tinggi dipandang sebagai bentuk aktualisasi fitrah manusia yang dianugerahi potensi akal, hati, dan naluri untuk berkembang. Konsep ikhtiar dan takdir dalam Islam mendorong upaya maksimal dalam menuntut ilmu, termasuk bagi perempuan dan masyarakat marginal. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan tinggi adalah kebutuhan strategis dalam menghadapi perubahan sosial-ekonomi masyarakat pesisir, yang kini terdampak oleh krisis ekologi, keterbatasan sumber daya alam, dan tuntutan globalisasi. Penelitian ini menambah kontribusi dalam memperkaya pemahaman tentang pentingnya pendidikan tinggi sebagai bagian dari misi penciptaan manusia dalam Islam. Rekomendasi penelitian meliputi perlunya penguatan program literasi pendidikan di masyarakat pesisir, sinergi antara pesantren, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah, serta pengembangan kurikulum berbasis fitrah yang inklusif.

Pendidikan tinggi merupakan aktualisasi fitrah manusia dalam perspektif Islam, yang tidak hanya menjadi alat teknis untuk pekerjaan tetapi juga membentuk karakter, kesadaran kritis, dan ketahanan sosial generasi mendatang, selaras dengan nilai wasathiyah.Data BPS menunjukkan partisipasi masyarakat pesisir Pantura dalam pendidikan tinggi masih rendah, dengan peningkatan hanya sekitar 2 % antara 2015‑2023, menandakan perlunya upaya serius untuk memperluas akses inklusif, terutama bagi kelompok marginal.Pendekatan multidisiplin yang menggabungkan teori pendidikan klasik, nilai Islam, dan realitas sosio‑ekonomi membuktikan bahwa pendidikan tinggi menjadi instrumen penting untuk mengaktualisasikan fitrah, menghadapi tantangan zaman, dan mengubah kondisi sosial‑ekonomi dari ketergantungan sektor primer menuju pemberdayaan berbasis ilmu pengetahuan.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi dampak kurikulum berbasis fitrah pada prestasi akademik dan kepuasan belajar mahasiswa di daerah pesisir dibandingkan dengan wilayah perkotaan, sehingga dapat mengidentifikasi keefektifan pendekatan wasathiyah dalam konteks lokal. Selanjutnya, diperlukan studi longitudinal yang menelusuri kontribusi pendidikan tinggi terhadap peningkatan ketahanan ekonomi dan sosial masyarakat pesisir Pantura dalam menghadapi krisis ekologi, guna mengukur sejauh mana pemberdayaan berbasis ilmu pengetahuan dapat mengurangi ketergantungan pada sektor perikanan tradisional. Selain itu, penting untuk merancang dan menguji model pembelajaran digital terintegrasi yang menyisipkan nilai-nilai wasathiyah bagi pelajar di daerah terpencil, sehingga dapat memperluas akses pendidikan tinggi sambil mempertahankan prinsip keadilan, moderasi, dan inklusivitas dalam proses belajar.

  1. Literature Study on Higher Education as Human Fitrah: Islamic Wasathiyah Values and Socio-Economic Empowerment... doi.org/10.58518/madinah.v12i1.3637Literature Study on Higher Education as Human Fitrah Islamic Wasathiyah Values and Socio Economic Empowerment doi 10 58518 madinah v12i1 3637
Read online
File size1.03 MB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test