POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3

JKEPJKEP

Menarche merupakan menstruasi pertama yang terjadi pada masa remaja awal. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Indonesia, rata‑rata usia menarche di Indonesia sekitar 12,4 tahun. Namun, sebagian besar remaja putri kurang memahami cara menjaga kebersihan selama menstruasi. Ketidaksiapan ini dapat menimbulkan kecemasan serta masalah kesehatan. Salah satu metode edukasi yang efektif adalah teknik role play untuk meningkatkan kesiapan remaja putri dalam menghadapi menarche. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh edukasi menstruasi terhadap kesiapan menghadapi menarche pada remaja putri. Penelitian menggunakan desain pre‑eksperimental dengan satu kelompok pre‑test‑post‑test. Sampel terdiri dari 30 siswi SDN 02 Banjarharjo yang diberikan edukasi menstruasi melalui metode role play. Kesiapan menghadapi menarche diukur sebelum dan sesudah intervensi. Sebelum edukasi, mayoritas siswi (53,3 %) berada pada tingkat tidak siap. Setelah edukasi, seluruh siswi (100 %) menunjukkan tingkat kesiapan. Analisis statistik menghasilkan nilai p = 0,000, yang menunjukkan perbedaan signifikan antara kesiapan sebelum dan sesudah edukasi. Edukasi menstruasi dengan metode role play terbukti efektif meningkatkan kesiapan remaja putri dalam menghadapi menarche.

Edukasi menstruasi berbasis role play secara signifikan meningkatkan kesiapan siswi SDN 02 Banjarharjo dalam menghadapi menarche, terbukti dari peningkatan kesiapan dari 53,3 % menjadi 100 % dengan nilai p = 0,000.Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi pendidikan singkat selama 120 menit dapat mengubah persepsi dan pengetahuan mengenai kebersihan menstruasi secara cepat.Namun, generalisasi hasil terbatas pada sampel kecil dan satu lokasi, sehingga diperlukan penelitian lebih luas dengan desain kontrol dan evaluasi jangka panjang untuk menilai keberlanjutan efek edukasi.

Penelitian selanjutnya dapat membandingkan efektivitas metode role play dengan media digital, seperti video tutorial interaktif, dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapan menghadapi menarche pada remaja perempuan di berbagai daerah, sehingga dapat mengidentifikasi strategi edukasi yang paling efisien. Selanjutnya, dilakukan studi kohort longitudinal yang memantau keberlanjutan pengetahuan, perilaku kebersihan menstruasi, dan dampak psikologis selama enam hingga dua belas bulan setelah intervensi, untuk menilai sejauh mana perubahan yang diperoleh tetap terjaga dalam jangka waktu yang lebih panjang. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi peran keterlibatan orang tua dengan merancang program edukasi gabungan sekolah‑keluarga, di mana orang tua diberikan materi dan pelatihan khusus, kemudian dibandingkan hasilnya dengan program edukasi yang hanya diberikan di sekolah, guna menilai kontribusi dukungan keluarga terhadap kesiapan remaja perempuan dalam menghadapi menarche.

Read online
File size291.73 KB
Pages7
Short Linkhttps://juris.id/p-1zw
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test