PUBLIKASI UNTAGCIREBONPUBLIKASI UNTAGCIREBON

Barakuda 45: Jurnal Ilmu Perikanan dan KelautanBarakuda 45: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan

Kulit ikan payus (Elops hawaiensis) merupakan limbah dari industri pengolahan bontot di Pontang, Kabupaten Serang, Banten, yang berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber gelatin halal alternatif sebagai penstabil pada dessert panna cotta. Penelitian ini bertujuan mengkarakterisasi gelatin dari kulit ikan payus dan menentukan konsentrasi terbaik penggunaan gelatin dari kulit ikan payus terhadap karakteristik produk dessert panna cotta. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan satu faktor perlakuan yaitu konsentrasi gelatin kulit ikan payus 0,5%, 1%, dan 1,5% serta kontrol menggunakan gelatin sapi komersial. Analisis gelatin meliputi rendemen, komposisi proksimat, pH, viskositas, dan analisis panna cotta meliputi kekuatan gel, komposisi proksimat, serta uji hedonik pada kenampakan, aroma, rasa, dan tekstur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gelatin kulit ikan payus memiliki kadar air 7,7%, kadar abu 1,04%, protein 74% (bk), lemak 8,4%, pH 6,3, karbohidrat 0,15% dan viskositas 3,8 cP, yang memenuhi SNI 06-3735-1995. Aplikasi gelatin ikan payus pada panna cotta dengan konsentrasi 1% merupakan perlakuan yang terbaik dengan kekuatan gel sebesar 639,3 g bloom, kadar air 75,1%, abu 3,5%, protein 5,5%, lemak 1,8%, dan karbohidrat 14,1%. Uji hedonik pada kenampakan 4,03, tekstur 3,9, aroma 4,13 dan rasa 3,50, menunjukkan produk disukai panelis kategori netral hingga disukai. Gelatin kulit ikan payus dengan konsentrasi terbaik 1% berpotensi digunakan sebagai alternatif pengganti gelatin komersial pada produk dessert panna cotta.

Hasil gelatin dari kulit ikan payus pada penelitian ini dengan pretreatment larutan HCl 6% menunjukkan kandungan kadar air 7,7%, kadar abu 1,04%, pH 6,3, karbohidrat 0,15%, dan viskositas 3,8 cP, yang memenuhi SNI 06-3735-1995 dan standar internasional (Gelatin Manufacturers Institute of America).Namun gelatin ini memiliki kandungan peotein yang masih rendah yaitu sebesar 74% (bk), dan pada kadar lemak 8,4% yang masih cukup tinggi.Penggunaan bahan baku kulit ikan payus pada pembuatan gelatin dapat dijadikan sebagai alternatif yang sangat baik serta terjamin kehalalan produknya.Selain itu penggunaan bahan baku ini dapat bermanfaat bagi lingkungan sekitar daerah terutama masyarakat Pontang yang memproduksi bontot dengan skala besar untuk mengurangi pembuangan limbah kulit ikan payus.Panna cotta terbaik pada penelitian ini adalah dengan P2 dengan gelatin kulit ikan payus konsentrasi 1%.Perlakuan terbaik ini diambil dengan melihat hasil analisis kekuatan gel terbaik yaitu perlakuan P2 (1%) dengan kekuatan gel sebesar 639,3 g bloom sehingga gelatin kulit ikan payus cukup baik digunakan pada produk dessert panna cotta.Panna cotta terbaik memiliki kandungan kadar air 75,1%, kadar abu 3,5%, kadar protein 5,5%, kadar lemak 1,8%, dan kadar karbohidrat 14,1%.Hasil uji hedonik menunjukkan bahwa panelis memberikan rata rata penilaian “netral (3,72), pada tekstur (3,53) dan rasa (3,33–3,73).Sedangkan penilaian “suka pada aroma (4,1), dan kenampakan (4,07) dessert panna cotta.Penggunaan gelatin kulit ikan payus pada dessert panna cotta sangat efektif untuk dijadikan bahan tambahan pangan sebagai pengental atau pembentuk gel.

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk mengoptimalkan proses ekstraksi gelatin dari kulit ikan payus dengan menggunakan berbagai metode pretreatment, seperti perendaman dalam larutan asam dengan konsentrasi dan waktu yang berbeda, untuk meningkatkan rendemen dan kualitas gelatin. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengembangkan produk makanan atau minuman lain yang menggunakan gelatin kulit ikan payus sebagai bahan baku, seperti puding, jelly, atau bahkan produk olahan daging. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi potensi penggunaan gelatin kulit ikan payus dalam industri farmasi, kosmetik, atau bahkan dalam bidang kedokteran, seperti dalam pembuatan kapsul atau bahan pengental dalam produk obat-obatan.

  1. Application of Milkfish Skin Gelatin (Elops hawaiensis) as A Stabilizer in Panna cotta Dessert Products... jurnal.publikasi-untagcirebon.ac.id/index.php/barakuda45/article/view/725Application of Milkfish Skin Gelatin Elops hawaiensis as A Stabilizer in Panna cotta Dessert Products jurnal publikasi untagcirebon ac index php barakuda45 article view 725
Read online
File size517.81 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test