UNAIRUNAIR

Jurnal Ilmiah Perikanan dan KelautanJurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan

Ekstraksi kolagen dari kulit ikan menawarkan pendekatan berkelanjutan untuk meningkatkan nilai limbah pengolahan ikan, dan kulit ikan gabus (Pangasius sp.) diakui sebagai sumber kolagen yang menjanjikan. Namun, studi sebelumnya melaporkan bahwa kolagen ini memiliki larut air rendah, yang membatasi aplikasinya dalam industri makanan, farmasi, dan kosmetik. Untuk mengatasi tantangan ini, studi ini menyelidiki penggunaan konsentrasi asam asetat yang berbeda (0,4, 0,6, dan 0,8 M) pada tahap hidrolisis sebelum ekstraksi hidro, bertujuan untuk meningkatkan larutan dan kualitas kolagen yang diekstrak. Parameter yang diukur termasuk hasil, larutan, komposisi proksimat (protein, lemak, konten udara, abu), kualitas organoleptik, berat molekul, profil asam amino, dan analisis kelompok fungsional. Hasil terbaik dicapai dengan asam asetat 0,6 M, yang menghasilkan kolagen tipe I yang dikupas oleh kelompok amida A, B, I, II, III, dan berat molekul (65, 95, 130, dan 270 kDa). Asam amino dominan yang diidentifikasi adalah glisin. Perlakuan ini menghasilkan tingkat ekstraksi kolagen 9,04% dan larutan 79,71%. Komposisi proksimat termasuk 67,34% protein, 14,87% lemak, 8,48% kelembaban, dan 10,69% abu. Skor organoleptik untuk penampilan, bau, dan tekstur masing-masing adalah 7,80, 7,93, dan 6,80. Kolagen memenuhi standar SNI 8076:2020 untuk konten protein, kelembaban, dan atribut organoleptik; Namun, konten lemak dan abu melebihi batas yang ditentukan. Kesimpulannya, konsentrasi asam asetat secara signifikan mempengaruhi sifat fisikokimia dan sensorik kolagen. Kulit gabus menunjukkan potensi kuat sebagai bahan baku produksi kolagen, yang mendukung penggunaannya dalam sektor makanan, farmasi, dan kosmetik.

Konsentrasi asam asetat secara signifikan mempengaruhi karakteristik kolagen larut air dari kulit ikan gabus.Di antara konsentrasi yang diuji, 0,6 M asam asetat ditemukan sebagai optimal, menghasilkan konten protein tertinggi sambil mempertahankan struktur triple-helical asli.Konsentrasi yang lebih rendah (0,4 M) menyebabkan pelarutan yang tidak efisien, sedangkan konsentrasi yang lebih tinggi (0,8 M) berisiko denaturasi parsial.Namun, konsentrasi asam asetat tidak mempengaruhi sifat organoleptik.Analisis FTIR mengonfirmasi kelompok fungsional spesifik kolagen, dan SDS-PAGE mengungkapkan subunit sekitar 65-270 kDa, konsisten dengan kolagen tipe I.Glisin adalah asam amino dominan (20,77%), sejalan dengan urutan kolagen yang khas.Hasil ini menunjukkan bahwa 0,6 M asam asetat memungkinkan ekstraksi efektif kolagen tipe I yang secara struktural utuh.Studi masa depan direkomendasikan untuk mengeksplorasi stabilitas termal, bioaktivitas, dan komposisi peptida untuk aplikasi industri yang lebih luas.

Berdasarkan temuan ini, penelitian lanjutan dapat berfokus pada optimasi proses ekstraksi kolagen dari kulit ikan gabus untuk meningkatkan hasil dan kualitas. Studi dapat menyelidiki efek waktu ekstraksi yang berbeda, suhu, dan konsentrasi asam asetat pada karakteristik kolagen. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi aplikasi kolagen dalam industri makanan, farmasi, dan kosmetik, seperti pengembangan produk makanan fungsional, formulasi kosmetik, atau pengembangan obat-obatan berbasis kolagen. Penelitian juga dapat menyelidiki potensi kolagen dalam bidang biomedis, seperti rekayasa jaringan dan pengobatan regeneratif. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memperluas pemahaman tentang kolagen dari kulit ikan gabus dan meningkatkan aplikasinya dalam berbagai industri.

  1. ANALISIS KEKUATAN GEL (GEL STRENGTH) PRODUK PERMEN JELLY DARI GELATIN KULIT IKAN CUCUT DENGAN PENAMBAHAN... doi.org/10.17844/jphpi.v16i2.8053ANALISIS KEKUATAN GEL GEL STRENGTH PRODUK PERMEN JELLY DARI GELATIN KULIT IKAN CUCUT DENGAN PENAMBAHAN doi 10 17844 jphpi v16i2 8053
  2. Fish Collagen: Extraction, Characterization, and Applications for Biomaterials Engineering. fish collagen... doi.org/10.3390/polym12102230Fish Collagen Extraction Characterization and Applications for Biomaterials Engineering fish collagen doi 10 3390 polym12102230
  3. Effect of Extraction Time on the Extractability and Physicochemical Properties of Pepsin—Soluble... mdpi.com/2310-2861/9/4/300Effect of Extraction Time on the Extractability and Physicochemical Properties of PepsinAiSoluble mdpi 2310 2861 9 4 300
  4. Ekstraksi dan Karakterisasi Kolagen Larut Asam dari Kulit Ikan Nila (Oreochromis niloticus) | Nurhayati... doi.org/10.15578/jpbkp.v8i1.56Ekstraksi dan Karakterisasi Kolagen Larut Asam dari Kulit Ikan Nila Oreochromis niloticus Nurhayati doi 10 15578 jpbkp v8i1 56
Read online
File size1.45 MB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test