UM SURABAYAUM SURABAYA

Maqasid: Jurnal Studi Hukum IslamMaqasid: Jurnal Studi Hukum Islam

Persoalan penentuan arah kiblat adalah persoalan yang penting, serius, pelik, dan banyak perbedaan pendapat di kalangan umat Islam. Seperangkat ilmu yang dibutuhkan untuk menentukannya adalah ilmu syariat, fikih, sains teknologi ilmu falak/astronomi dan beberapa instrumen peralatan yang digunakan untuk menentukan kesahihan teori dan praktiknya. Para ulama sepakat bahwa menghadap arah kiblat dalam merupakan syarat sahnya salat. Sebenarnya, penentuan arah kiblat dalam salat adalah mudah, namun tata cara penentuannya tidak banyak diketahui oleh umat Islam, sehingga ditemukan banyak masjid, musala, kuburan Islam, dan tempat salat id tidak menghadap ke arah kiblat sebenarnya ke titik arah Kabah Masjidil Haram Mekah. Penelitian ini menggunakan studi Pustaka dengan pendekatan penelitiannya mengunakan deskriptif analisis kualitatif. Salah satu cara mudah, tepat dan praktis untuk menentukan arah kiblat adalah menggunakan fenomena alam ketika saat deklinasi matahari melintasi zona dan berada persis di atas Kabah Masjidil Haram Mekah. Peristiwa matahari berada persis di atas Kabah ini terjadi satu tahun dua kali, yaitu pada tanggal 27/28 Mei jam 16.18 WIB dan tanggal 15/16 Juli jam 16.27 WIB, dan peristiwa penting ini disebut “Hari Rusdul Kiblat. Hari Rusdul Kiblat merupakan waktu yang paling mudah, tepat dan praktis untuk menentukan dan mengecek arah kiblat masjid, musala, tempat salat ied, kuburan Islam, kiblat rumah-rumah muslim dan arah mata angin. Persiapan dan bahan yang dipersiapkan adalah jadwal jam rusdul kiblat, tongkat istiwak, jam waktu telah dicocokkan dengan siaran RRI, tempat lapang rata dan tidak terhalang oleh apapun, busur dan benang bila perlu. Saat momentum inilah waktu yang tepat untuk menentukan dan mengecek arah kiblat dan arah mata angin suatu tempat.

Penentuan arah kiblat waktu salat dan ibadah lainnya didasarkan pada al-Quran, hadis dan ijtihad, serta para ulama sepakat bahwa menghadap arah kiblat merupakan salah satu syarat sahnya salat.Meskipun penentuan arah kiblat relatif mudah, tata cara penentuannya seringkali kurang dipahami, menyebabkan banyak tempat ibadah tidak menghadap ke arah Kabah yang sebenarnya.Salah satu cara praktis untuk menentukan arah kiblat adalah dengan memanfaatkan fenomena alam saat deklinasi matahari berada tepat di atas Kabah, yang terjadi dua kali dalam setahun pada tanggal 27/28 Mei dan 15/16 Juli.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengembangkan aplikasi mobile yang memanfaatkan teknologi GPS dan perhitungan astronomi untuk membantu umat Islam menentukan arah kiblat secara akurat dan mudah. Selain itu, studi komparatif mengenai metode penentuan arah kiblat yang digunakan oleh berbagai mazhab dan tradisi keagamaan dapat memperkaya pemahaman tentang kompleksitas isu ini. Terakhir, penelitian mengenai dampak psikologis dan spiritual dari ketepatan arah kiblat dalam ibadah salat dapat memberikan wawasan baru tentang pentingnya aspek ini dalam pengalaman keagamaan umat Islam.

Read online
File size912.63 KB
Pages22
DMCAReport

Related /

ads-block-test