UHTUHT

Hang Tuah Medical JournalHang Tuah Medical Journal

Kadar Hemoglobin dan Laju Endap Darah pada penderita tuberkulosis paru sering mengalami penurunan dan peningkatan karena pola makan tidak terkontrol, minum obat tidak rutin, olahraga yang tidak teratur. Hal ini dapat mengakibatkan penderita mengalami anemia akibat penurunan hemoglobin dan mengalami inflamasi akibat laju endap darah meningkat. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis kadar hemoglobin dan laju endap darah pasien tuberkulosis di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan pada bulan april tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Populasi sebanyak 59 orang, dengan sampel 38 orang dan menggunakamn teknik purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan hematology analyzer pentra ABX 60 dan metode westergreen. Hasil penelitian didapatkan nilai minimum kadar hemoglobin 1 dan nilai maximum kadar hemoglobin 4, nilai rata-rata hemoglobin 2,53 dengan standar deviasi 0,951. Nilai minimum kadar laju endap darah 1 dan nilai maximum kadar laju endap darah 4. Nilai rata-rata laju endap darah 2,74 dengan standar deviasi 1,109. Kadar hemoglobin pasien tuberkulosis paru mengalami penurunan sedangkan kadar laju endap darah mengalami peningkatan. Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar atau mayoritas responden laki-laki mengalami penurunan hb dan peningkatan led (47,4). Diharapkan setelah mengetahui hasil penelitian ini, peneliti dapat menambah pengetahuan, pengalaman dan mengaplikasikan hidup sehat hindari merokok dan minum minuman beralkohol yang bisa mengakibatkan penurunan kadar hb dan peningkatan led.

Penelitian ini menemukan bahwa kadar hemoglobin pasien tuberkulosis paru abnormal (menurun) dan laju endap darah meningkat.Pasien laki-laki memiliki risiko lebih tinggi terhadap kondisi ini, kemungkinan karena mobilitas yang tinggi dan paparan yang lebih besar.Selain itu, kebiasaan seperti merokok dan konsumsi alkohol dapat memperburuk kondisi tersebut dengan menurunkan sistem kekebalan tubuh.

Melihat temuan penelitian ini mengenai kadar hemoglobin yang abnormal (menurun) dan laju endap darah yang meningkat pada pasien tuberkulosis paru, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang prospektif untuk memperdalam pemahaman kita. Pertama, studi ke depan dapat dirancang sebagai penelitian intervensi untuk menguji efektivitas program edukasi gizi dan perubahan gaya hidup, termasuk penghentian merokok serta konsumsi alkohol, terhadap perbaikan parameter hematologi pada pasien TB paru. Penting untuk diketahui apakah intervensi terstruktur semacam itu dapat secara signifikan menstabilkan kadar hemoglobin dan laju endap darah, serta bagaimana responsnya bervariasi antar kelompok pasien. Kedua, akan sangat bermanfaat untuk melakukan studi kohort longitudinal yang memantau dinamika kadar hemoglobin dan laju endap darah pada pasien TB dari diagnosis awal, selama seluruh fase pengobatan, hingga periode setelahnya. Pendekatan ini akan membantu mengidentifikasi pola perubahan yang spesifik, yang mungkin berfungsi sebagai indikator prognostik atau respons terhadap terapi, sekaligus mengungkap titik optimal untuk intervensi medis atau nutrisi. Ketiga, mengingat adanya penurunan hemoglobin dan peningkatan laju endap darah, penelitian lebih lanjut dapat menelusuri mekanisme molekuler dan seluler yang lebih spesifik yang mendasari kelainan hematologi ini. Investigasi mendalam mengenai biomarker inflamasi, status gizi mikro, atau faktor genetik yang memengaruhi respons tubuh terhadap infeksi TB dapat memberikan pemahaman komprehensif. Tujuan akhirnya adalah untuk mengembangkan strategi terapeutik dan pendukung yang lebih tepat sasaran untuk meningkatkan kualitas hidup pasien tuberkulosis.

Read online
File size128.82 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test