STIKESPANTIRAPIHSTIKESPANTIRAPIH
I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti RapihI Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti RapihLatar Belakang: Perilaku makan memiliki peran penting dalam menentukan status gizi penderita diabetes melitus tipe 2. Salah satu strategi dalam pengelolaan diabetes melitus adalah melalui edukasi, yang bertujuan untuk mendorong perubahan positif dalam kebiasaan makan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi mengenai modifikasi diet diabetes melitus dan diet DASH terhadap perubahan jenis makanan, jumlah konsumsi, serta frekuensi makan pada penderita diabetes melitus tipe 2 di salah satu Puskesmas di Jawa barat. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest‑posttest, melibatkan 52 responden yang dipilih melalui metode purposive sampling. Hasil: Hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank menunjukkan adanya perbedaan signifikan sebelum dan setelah diberikan edukasi terkait modifikasi diet diabetes melitus dan diet DASH terhadap perubahan jenis makanan (p-value = 0,001 < 0,05), jumlah konsumsi makanan (p-value = 0,000 < 0,05), serta frekuensi makan (p-value = 0,001 < 0,05) pada penderita diabetes melitus tipe 2 di di salah satu Puskesmas di Jawa barat. Simpulan: Kesimpulannya, edukasi mengenai modifikasi diet diabetes melitus dan diet DASH berpengaruh terhadap perubahan perilaku makan penderita diabetes melitus tipe 2 di wilayah tersebut.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian edukasi modifikasi diet diabetes melitus dan diet DASH memberikan pengaruh terhadap perubahan perilaku makan yang terdiri dari jenis makanan, jumlah makanan, dan frekuensi makan penderita diabetes melitus tipe 2.
Penelitian lanjutan dapat menggunakan desain randomized controlled trial untuk membandingkan efektivitas edukasi diet DASH dengan perawatan standar dalam menurunkan HbA1c dan tekanan darah pada pasien diabetes tipe 2. Selanjutnya, diperlukan studi yang mengeksplorasi peran dukungan keluarga serta status sosio‑ekonomi sebagai faktor moderator keberhasilan program edukasi diet pada populasi serupa. Selain itu, penting dilakukan penelitian longitudinal selama setidaknya dua belas bulan untuk menilai keberlanjutan perubahan perilaku makan serta faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan jangka panjang, dengan menggabungkan metode kuantitatif dan wawancara kualitatif. Penelitian ini juga dapat menyertakan pengukuran tambahan seperti profil lipid, indeks massa tubuh, dan tingkat aktivitas fisik untuk menilai dampak komprehensif intervensi diet. Selain itu, analisis biaya‑efektivitas program edukasi diet DASH dibandingkan dengan intervensi nutrisi tradisional akan memberikan informasi penting bagi pembuat kebijakan kesehatan. Hasil dari rangkaian penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan pedoman standar yang mudah diimplementasikan oleh tenaga keperawatan di layanan primer.
| File size | 196 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
STIKMKSSTIKMKS Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberian edukasi dengan pendekatan teori Model Behavioral System Dorothy E. Johnson efektif menurunkan tekanan darahPenelitian ini menyimpulkan bahwa pemberian edukasi dengan pendekatan teori Model Behavioral System Dorothy E. Johnson efektif menurunkan tekanan darah
STIKESPANTIRAPIHSTIKESPANTIRAPIH Hasil uji korelasi menunjukkan nilai p-value sebesar 0,001 dan koefisien korelasi 0,479, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan dan positif antaraHasil uji korelasi menunjukkan nilai p-value sebesar 0,001 dan koefisien korelasi 0,479, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara
STIKESPANTIRAPIHSTIKESPANTIRAPIH Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kepatuhan transfusi darah pada pasien anak dengan ThalassemiaTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kepatuhan transfusi darah pada pasien anak dengan Thalassemia
STIKESPANTIRAPIHSTIKESPANTIRAPIH Latar Belakang: Lansia merupakan proses degeneratif pada seseorang yang berusia 60 tahun ke atas. Salah satu dampak dari proses degeneratif tersebut adalahLatar Belakang: Lansia merupakan proses degeneratif pada seseorang yang berusia 60 tahun ke atas. Salah satu dampak dari proses degeneratif tersebut adalah
STIKESPANTIRAPIHSTIKESPANTIRAPIH Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 112 responden, yaitu pasien yang menjalani terapi hemodialisa rutin dua kali per minggu pada bulan Juli, danJumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 112 responden, yaitu pasien yang menjalani terapi hemodialisa rutin dua kali per minggu pada bulan Juli, dan
STIKESPANTIRAPIHSTIKESPANTIRAPIH Jika gangguan fungsi ginjal tidak segera ditangani, dapat menyebabkan kerusakan ginjal lebih lanjut hingga berujung pada kematian. Penderita gagal ginjalJika gangguan fungsi ginjal tidak segera ditangani, dapat menyebabkan kerusakan ginjal lebih lanjut hingga berujung pada kematian. Penderita gagal ginjal
POLTEKKESACEHPOLTEKKESACEH Dokter kecil merupakan peserta didik yang dipilih karena memenuhi kriteria dan dilatih untuk ikut melaksanakan usaha dalam peningkatan kesehatan terhadapDokter kecil merupakan peserta didik yang dipilih karena memenuhi kriteria dan dilatih untuk ikut melaksanakan usaha dalam peningkatan kesehatan terhadap
GLOBALHEALTHSCIENCEGROUPGLOBALHEALTHSCIENCEGROUP Metode pengabdian masyarakat ini melalui tahap persiapan, skrining peserta, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi peserta PkM adalah balita usia 2-5 tahunMetode pengabdian masyarakat ini melalui tahap persiapan, skrining peserta, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi peserta PkM adalah balita usia 2-5 tahun
Useful /
UMELMANDIRIUMELMANDIRI Penerapan asas itikad baik pada peralihan hak atas tanah yang dilakukan kreditor terhadap debitor yang dinyatakan pailit dalam kasus ini tidak dilaksanakan,Penerapan asas itikad baik pada peralihan hak atas tanah yang dilakukan kreditor terhadap debitor yang dinyatakan pailit dalam kasus ini tidak dilaksanakan,
UKRIDAUKRIDA Blount disease merupakan kelainan proses osifikasi pada proksimal tulang tibialis yang menyebabkan deformitas progresif tungkai bawah. Penyakit ini jugaBlount disease merupakan kelainan proses osifikasi pada proksimal tulang tibialis yang menyebabkan deformitas progresif tungkai bawah. Penyakit ini juga
STIKESPANTIRAPIHSTIKESPANTIRAPIH Dukungan keluarga yang baik dapat meningkatkan kualitas hidup penderita melalui keterlibatan dalam pengobatan, pemantauan pola makan, hingga dukungan emosional.Dukungan keluarga yang baik dapat meningkatkan kualitas hidup penderita melalui keterlibatan dalam pengobatan, pemantauan pola makan, hingga dukungan emosional.
POLTEKKES MATARAMPOLTEKKES MATARAM Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi terbaik adalah P1, yaitu tanpa penambahan jamur telinga kayu sama sekali. Parameter warna dan tekstur yangHasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi terbaik adalah P1, yaitu tanpa penambahan jamur telinga kayu sama sekali. Parameter warna dan tekstur yang