STIKESPANTIRAPIHSTIKESPANTIRAPIH

I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti RapihI Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih

Latar belakang: Thalassemia merupakan salah satu penyakit kronis pada anak. Penyakit ini merupakan kelainan genetik yang disebabkan oleh kurangnya sintesis rantai polipeptid yang menyusun rantai globin dan hemoglobin. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kepatuhan transfusi darah pada pasien anak dengan Thalassemia Beta Mayor di Poliklinik Anak RSUD Depati Hamzah. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain Cross-sectional. Populasi pada penelitian ini adalah 52 pasien. Besaran sampel dalam penelitian ini adalah 39 pasien yang dipilih dengan teknik Purposive Sampling. Variabel penelitian ini adalah pendidikan, pengetahuan, dukungan keluarga dan status ekonomi. Hasil: Hasil penelitian uji statistik Chi Square didapatkan ada hubungan tingkat pendidikan (p-value = 0,006), tingkat pengetahuan (p-value = 0,001) dan dukungan keluarga (p-value = 0,021) dan tidak ada hubungan status ekonomi (p- value = 0,383) terhadap Tingkat Kepatuhan Transfusi Darah Pada Pasien Anak Dengan Thalassemia Beta Mayor di Poliklinik Anak RSUD Depati Hamzah Tahun 2025. Simpulan: Ada hubungan antara pendidikan, pengetahuan, dan dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan transfusi darah pada pasien anak dengan Thalassemia Beta Mayor. Serta tidak ada hubungan antara status ekonomi dengan tingkat kepatuhan transfusi darah pada pasien anak dengan Thalassemia Beta Mayor di Poliklinik Anak RSUD Depati Hamzah.

Ada hubungan antara pendidikan, pengetahuan, dan dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan transfusi darah pada pasien anak dengan Thalassemia Beta Mayor.Serta tidak ada hubungan antara status ekonomi dengan tingkat kepatuhan transfusi darah pada pasien anak dengan Thalassemia Beta Mayor di Poliklinik Anak RSUD Depati Hamzah.

Penelitian lanjutan perlu mengkaji pengaruh intervensi edukasi digital terhadap peningkatan kepatuhan transfusi darah pada anak thalassemia. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi peran program kesehatan komunitas dalam meningkatkan kesadaran orang tua tentang pentingnya transfusi rutin. Studi lanjutan juga sebaiknya mengevaluasi dampak jangka panjang dari dukungan keluarga terhadap kualitas hidup anak thalassemia, termasuk pengelolaan nutrisi dan penggunaan obat pelengkap seperti kelasi besi. Penelitian lebih lanjut bisa fokus pada perbandingan efektivitas berbagai model pendekatan edukasi antara keluarga dengan tingkat pendidikan berbeda. Selain itu, perlu diteliti bagaimana pengaruh kebijakan kesehatan pemerintah terhadap akses dan kepatuhan transfusi darah di daerah dengan tingkat ekonomi berbeda. Penelitian juga bisa mempelajari pengaruh keterlibatan pasien secara aktif dalam pengambilan keputusan pengobatan terhadap kepatuhan mereka. Terakhir, penelitian lanjutan dapat mengevaluasi penggunaan teknologi seperti aplikasi mobile untuk mengingatkan jadwal transfusi dan memantau kepatuhan pasien secara real-time.

Read online
File size252.49 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test