STIKESPANTIRAPIHSTIKESPANTIRAPIH

I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti RapihI Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih

Latar belakang: Teknologi dan jaringan internet telah menjadi bagian dari sistem pendidikan formal dan informal di masa sekarang dan masa depan. Model pembelajaran hybrid ini memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positifnya meliputi peluang yang lebih besar untuk bersosialisasi, pemahaman materi yang lebih baik, penyegaran dalam proses belajar, serta peningkatan kualitas kesehatan baik fisik maupun mental. Di sisi lain, dampak negatifnya termasuk kesulitan dalam mengatur jadwal belajar harian dan ketergantungan yang tinggi terhadap perangkat jaringan.. . Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara metode hybrid learning dengan perilaku I-CARE mahasiswa STIKes Panti Rapih Yogyakarta.. . Metode: Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian deskriptif korelasi dan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling berjumlah 100 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah kuesioner hybrid learning dan I-CARE.. . Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa karakteristik responden mendapatkan hasil persentase paling tinggi pada pada kategori usia 19 tahun sebanyak 38 orang (56,7%), pada kategori jenis kelamin perempuan sebanyak 60 orang (89,6%) dan pada kategori prodi Sarjana Keperawatan sejumlah 48 orang (71,6%). Sedangkan gambaran efektifitas metode hybrid learning mendapatkan hasil persentase paling tinggi pada kategori efektif sebanyak 34 responden (50,7%) dan gambaran perilaku I-CARE mendapatkan hasil persentase tertinggi pada kategori sangat baik sebanyak 32 responden (47,8%). Hasil uji Somerd diperoleh p-value 0,614 (p-value > 0.05) maka tidak terdapat hubungan yang signifikan antara efektivitas metode hybrid learning dengan perilaku I-CARE mahasiswa STIKes Panti Rapih Yogyakarta.. . Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara efektivitas metode hybrid learning dengan perilaku I-CARE mahasiswa STIKes Panti Rapih Yogyakarta.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara efektivitas metode hybrid learning dengan perilaku I-CARE mahasiswa STIKes Panti Rapih Yogyakarta.Hal ini mengindikasikan bahwa perilaku I-CARE mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh metode pembelajaran yang digunakan, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor lain.Oleh karena itu, penguatan perilaku I-CARE memerlukan pendekatan holistik yang tidak hanya berfokus pada metode pembelajaran, tetapi juga pada pengembangan lingkungan pendidikan yang mendukung internalisasi nilai secara menyeluruh.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk memperdalam pemahaman mengenai faktor-faktor yang memengaruhi perilaku I-CARE mahasiswa dalam konteks pembelajaran hybrid. Pertama, penelitian dapat difokuskan pada identifikasi faktor-faktor individu seperti motivasi belajar, gaya belajar, dan tingkat kepercayaan diri yang mungkin memediasi hubungan antara efektivitas hybrid learning dan perilaku I-CARE. Kedua, studi kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam persepsi mahasiswa mengenai pengalaman mereka dalam pembelajaran hybrid, termasuk tantangan dan manfaat yang dirasakan, serta bagaimana pengalaman tersebut memengaruhi pembentukan nilai-nilai I-CARE. Ketiga, penelitian dapat memperluas cakupan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan seperti dosen, tenaga kependidikan, dan alumni untuk mendapatkan perspektif yang lebih komprehensif mengenai implementasi hybrid learning dan dampaknya terhadap pembentukan karakter mahasiswa. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi yang lebih spesifik dan relevan bagi STIKes Panti Rapih dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan pembentukan karakter lulusan yang profesional dan beretika.

Read online
File size464.24 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test