STIKESPANTIRAPIHSTIKESPANTIRAPIH
I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti RapihI Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti RapihLatar Belakang: Lansia merupakan proses degeneratif pada seseorang yang berusia 60 tahun ke atas. Salah satu dampak dari proses degeneratif tersebut adalah penurunan fungsi kognitif, baik memori jangka pendek maupun jangka panjang, yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari lansia. Senam lansia merupakan salah satu intervensi yang dapat dilakukan untuk memperlambat penurunan fungsi kognitif serta meningkatkan kebugaran fisik.. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam lansia terhadap peningkatan fungsi kognitif lansia.. Metode: merupakan penelitian deskriptif kuatitatif dengan melibatkan 32 lansia di Graha Werdha Aussi Kusuma Lestari Depok. Instrumen yang digunakan adalah Mini Mental State Examination (MMSE) untuk mengukur fungsi kognitif lansia sebelum dan sesudah intervensi senam lansia.. Hasil: Hasil pengukuran awal MMSE menunjukkan kategori fungsi kognitif normal sebanyak 14 orang (43,8%), gangguan ringan 8 orang (25,0%), dan gangguan berat 10 orang (31,3%). Setelah dilakukan intervensi senam lansia, terjadi peningkatan fungsi kognitif dengan hasil kategori normal sebanyak 22 orang (68,8%), gangguan ringan 7 orang (21,9%), dan gangguan berat 3 orang (9,4%). Uji statistik non-parametrik Wilcoxon menunjukkan nilai p<0,000.
Terdapat pengaruh signifikan senam lansia terhadap peningkatan fungsi kognitif lansia di Graha Werdha Aussi Kusuma Lestari Depok.Senam lansia dapat dijadikan program rutin di Graha Werdha Aussi Kusuma Lestari Depok.Dengan demikian, senam lansia terbukti efektif sebagai salah satu intervensi nonfarmakologis untuk mempertahankan dan meningkatkan kemampuan kognitif pada lansia.
Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi untuk memperdalam pemahaman mengenai efektivitas intervensi senam lansia pada lansia dengan demensia. Pertama, penelitian dapat difokuskan pada jenis senam lansia yang paling efektif dalam meningkatkan fungsi kognitif, dengan membandingkan berbagai variasi gerakan dan intensitas latihan. Kedua, studi longitudinal diperlukan untuk mengamati dampak jangka panjang dari senam lansia terhadap perkembangan demensia, termasuk perubahan pada struktur dan fungsi otak. Ketiga, penelitian lebih lanjut dapat menginvestigasi peran faktor-faktor lain seperti dukungan sosial, nutrisi, dan aktivitas mental lainnya dalam memoderasi efek senam lansia terhadap fungsi kognitif, sehingga dapat dirancang program intervensi yang lebih komprehensif dan personal. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti ilmiah yang kuat untuk mendukung implementasi program senam lansia sebagai strategi pencegahan dan penanganan demensia yang efektif dan terjangkau bagi masyarakat.
- One moment, please.... one moment please wait request verified doi.org/10.35907/jksbg.v11i1.135One moment please one moment please wait request verified doi 10 35907 jksbg v11i1 135
- GAMBARAN FUNGSI KOGNITIF PADA LANJUT USIA (LANSIA) | JURNAL MUTIARA NERS. gambaran fungsi kognitif usia... e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/NERS/article/view/1269GAMBARAN FUNGSI KOGNITIF PADA LANJUT USIA LANSIA JURNAL MUTIARA NERS gambaran fungsi kognitif usia e journal sari mutiara ac index php NERS article view 1269
- Indonesian Journal for Health Sciences. hubungan demensia activity daily living adl usia indonesian journal... doi.org/10.24269/ijhs.v5i2.3698Indonesian Journal for Health Sciences hubungan demensia activity daily living adl usia indonesian journal doi 10 24269 ijhs v5i2 3698
| File size | 169.57 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
ISWISW Kegiatan yang dilaksanakan memberikan dampak positif berupa meningkatnya kesadaran religius, motivasi dan kualitas belajar anak-anak, solidaritas sosial,Kegiatan yang dilaksanakan memberikan dampak positif berupa meningkatnya kesadaran religius, motivasi dan kualitas belajar anak-anak, solidaritas sosial,
LLDIKTI13LLDIKTI13 Terdapat perbedaan nyeri punggung pada ibu sebelum dan sesudah diberikan senam di BPM Devi Andriani Kota Lhokseumawe dan diharapkan responden mencari sumberTerdapat perbedaan nyeri punggung pada ibu sebelum dan sesudah diberikan senam di BPM Devi Andriani Kota Lhokseumawe dan diharapkan responden mencari sumber
IJNMSIJNMS Oleh karena itu, senam nifas yang terpandu video, meskipun dipengaruhi oleh faktor budaya dan akses layanan kesehatan, harus diintegrasikan ke dalam perawatanOleh karena itu, senam nifas yang terpandu video, meskipun dipengaruhi oleh faktor budaya dan akses layanan kesehatan, harus diintegrasikan ke dalam perawatan
ICIICI Rata-rata tingkat stres setelah terapi musik dangdut sesi pertama menurun dibandingkan sebelum terapi, dengan nilai p-value sebesar 0,006 (< 0,05). PadaRata-rata tingkat stres setelah terapi musik dangdut sesi pertama menurun dibandingkan sebelum terapi, dengan nilai p-value sebesar 0,006 (< 0,05). Pada
SPPSPP Pendidikan seks adalah suatu pengetahuan mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan jenis kelamin. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah MasyarakatPendidikan seks adalah suatu pengetahuan mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan jenis kelamin. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah Masyarakat
INSPIRAINSPIRA Tujuan: Tujuan literature review dilakukan untuk mencari referensi terkait dengan efektivitas senam dismenore untuk mengurangi skala nyeri dismenore padaTujuan: Tujuan literature review dilakukan untuk mencari referensi terkait dengan efektivitas senam dismenore untuk mengurangi skala nyeri dismenore pada
STIKES BETHESDASTIKES BETHESDA Tahun 2014 jumlah penderita DM di dunia sebanyak 194 juta jiwa. Penderita yang tidak mampu mengontrol penyakit DM dapat menimbulkan berbagai komplikasi.Tahun 2014 jumlah penderita DM di dunia sebanyak 194 juta jiwa. Penderita yang tidak mampu mengontrol penyakit DM dapat menimbulkan berbagai komplikasi.
CERICCERIC Aktivitas fisik dapat mencegah timbulnya masalah psikososial pada lansia. Penelitian ini menggunakan desain metode survei deskriptif Cross Sectional denganAktivitas fisik dapat mencegah timbulnya masalah psikososial pada lansia. Penelitian ini menggunakan desain metode survei deskriptif Cross Sectional dengan
Useful /
PRISMASEJAHTERAPRISMASEJAHTERA Tujuan dalam hal ini merupakan penanaman kesadaran dalam pengoptimalan dan perbaikan kesadaran anak dalam menerapkan kesantunan berbahasa di lingkunganTujuan dalam hal ini merupakan penanaman kesadaran dalam pengoptimalan dan perbaikan kesadaran anak dalam menerapkan kesantunan berbahasa di lingkungan
NURISNURIS Interval perawatan tercepat tercapai pada komponen dengan waktu 788,8 jam (32 hari) dan interval terpanjang 3. 908,5 jam (162 hari). Hasil menunjukkanInterval perawatan tercepat tercapai pada komponen dengan waktu 788,8 jam (32 hari) dan interval terpanjang 3. 908,5 jam (162 hari). Hasil menunjukkan
YOSSOEDARSOYOSSOEDARSO Studi ini mengidentifikasi tren, tantangan, dan peluang dalam pendekatan kolaboratif melalui integrasi Manajemen Rantai Pasokan Hijau (GSCM), Triple BottomStudi ini mengidentifikasi tren, tantangan, dan peluang dalam pendekatan kolaboratif melalui integrasi Manajemen Rantai Pasokan Hijau (GSCM), Triple Bottom
CERICCERIC Direkomendasikan adanya konseling fungsi afektif keluarga kepada orang tua serta penyuluhan kesehatan reproduksi pada siswa dan siswi oleh tenaga kesehatanDirekomendasikan adanya konseling fungsi afektif keluarga kepada orang tua serta penyuluhan kesehatan reproduksi pada siswa dan siswi oleh tenaga kesehatan