POLTEKKES PALUPOLTEKKES PALU
Jurnal Bidan CerdasJurnal Bidan CerdasPendahuluan: Salah satunya masalah menopause adalah hot flashes atau rasa panas di dada dengan gejala berkeringat malam, fatigue, insomnia, depresi, ansietas, gangguan daya ingat, dan gejala urogenital, pada beberapa orang mengalami gejala berbeda, dan sering menyebabkan gangguan kualitas hidup. Jika kondisi ini tidak bisa diatasi akan berkembang menjadi cemas sampai dengan stres yang berdampak buruk pada kehidupan sosial perempuan yang akan merangsang otak sehingga dapat mengganggu keseimbangan hormon dan akhirnya berakibat buruk pada kesehatan tubuh. Tujuan: Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh senam lansia terhadap penurunan hot flashes pada menopause. Metode: Jenis penelitian adalah Quasi Eksperiment dengan pendekatan one group pretest posttest design dengan variable terikat adalah senam lansia dan variable bebas adalah hot flashes. Sampel adalah semua menopause berjumlah 66 orang, dianalisis menggunakan uji Paired t test. Hasil: Hasil penelitian setelah diuji didapatkan nilai mean pre test 13,98 dan nilai mean post test 21,00 makin tinggi nilai mean maka ada penurunan hot flashes sebelum dan sesudah senam lansia, (p<0,001). Kesimpulan: ada pengaruh senam lansia terhadap penurunan hot flashes pada menopause. Kesimpulan ada penurunan hot flashes pada menopause sebelum dan sesudah dilakukan senam lansia.
Senam lansia terbukti secara signifikan efektif dalam menurunkan gejala hot flashes pada wanita menopause.Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan klinis yang bermakna pada skor hot flashes setelah subjek menjalani intervensi senam lansia secara teratur.Berdasarkan bukti empiris tersebut, senam lansia dapat direkomendasikan sebagai terapi non-farmakologi yang bermanfaat untuk mengatasi keluhan vasomotor selama masa menopause.
Penelitian berikutnya sangat penting dilakukan untuk menjawab beberapa pertanyaan yang belum terpecahkan dari studi ini. Pertama, bagaimana perbandingan efektivitas senam lansia dengan jenis olahraga ringan lain yang mudah diakses, seperti jalan kaki rutin atau yoga, dalam menurunkan intensitas dan frekuensi hot flashes pada wanita menopause? Kedua, perlu sebuah studi lanjutan dengan periode observasi yang lebih panjang untuk mengidentifikasi seberapa lama efek positif dari senam lansia dapat bertahan setelah program intervensi resmi dihentikan, serta menentukan frekuensi latihan minimum per minggu yang diperlukan untuk mempertahankan manfaat tersebut secara jangka panjang. Ketiga, bukan hanya fokus pada gejala fisik, penelitian mendatang juga dapat menggali lebih dalam pengaruh senam lansia terhadap aspek psikologis dan sosial, seperti apakah latihan secara berkelompok secara signifikan dapat menurunkan tingkat stres dan kecemasan yang sering menyertai menopause, serta meningkatkan kualitas tidur secara keseluruhan. Menjawab ketiga arah penelitian ini akan memberikan panduan yang jauh lebih komprehensif bagi praktisi kesehatan dalam merancang program intervensi yang tidak hanya efektif tetapi juga berkelanjutan dan menyeluruh bagi kesehatan fisik dan mental wanita menopause.
- Hubungan Persepsi tentang Menopause dengan Kecemasan pada Wanita Premenopause | Putri | Biomedika. hubungan... journals.ums.ac.id/index.php/biomedika/article/view/1670Hubungan Persepsi tentang Menopause dengan Kecemasan pada Wanita Premenopause Putri Biomedika hubungan journals ums ac index php biomedika article view 1670
- Equol Decreases Hot Flashes in Postmenopausal Women: A Systematic Review and Meta-Analysis of Randomized... liebertpub.com/doi/10.1089/jmf.2018.4265Equol Decreases Hot Flashes in Postmenopausal Women A Systematic Review and Meta Analysis of Randomized liebertpub doi 10 1089 jmf 2018 4265
- Penurunan Hot Flashes pada Menopause dengan Senam Lansia: Reducing Hot Flashes in Menopause with Elderly... jurnal.poltekkespalu.ac.id/index.php/JBC/article/view/769Penurunan Hot Flashes pada Menopause dengan Senam Lansia Reducing Hot Flashes in Menopause with Elderly jurnal poltekkespalu ac index php JBC article view 769
- PERAN POSYANDU LANSIA TERHADAP KESEHATAN LANSIA DI PERUMAHAN BINA GRIYA INDAH KOTA PEKALONGAN | Kusumawardani... ejournal.poltekharber.ac.id/index.php/siklus/article/view/748PERAN POSYANDU LANSIA TERHADAP KESEHATAN LANSIA DI PERUMAHAN BINA GRIYA INDAH KOTA PEKALONGAN Kusumawardani ejournal poltekharber ac index php siklus article view 748
- kopertis10.or.id. kopertis10 buy domain domains seo re getting things ready loading experience won take... ejournal.kopertis10.or.id/index.php/endurance/article/view/4581kopertis10 kopertis10 buy domain domains seo re getting things ready loading experience won take ejournal kopertis10 index php endurance article view 4581
| File size | 586.94 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
UMPOUMPO Paradigma definisi sosial sangat bermanfaat untuk menjelaskan konstruksi sosial dari realitas dan tindakan berikutnya. Paradigma fakta sosial lebih sesuaiParadigma definisi sosial sangat bermanfaat untuk menjelaskan konstruksi sosial dari realitas dan tindakan berikutnya. Paradigma fakta sosial lebih sesuai
ARSILMEDIAARSILMEDIA Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan penjelasan deskriptif hasil data. Data yang digunakan diperoleh dari berbagai referensi atau data sekunder,Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan penjelasan deskriptif hasil data. Data yang digunakan diperoleh dari berbagai referensi atau data sekunder,
YSCSYSCS Faktor penyebab jatuh pada lansia meliputi faktor intrinsik (penurunan fungsi tubuh, penyakit kronis, penggunaan obat-obatan) dan faktor ekstrinsik (lingkunganFaktor penyebab jatuh pada lansia meliputi faktor intrinsik (penurunan fungsi tubuh, penyakit kronis, penggunaan obat-obatan) dan faktor ekstrinsik (lingkungan
HTPHTP Studi ini mendeskripsikan bagaimana pasien lanjut usia mengevaluasi kualitas layanan yang mereka terima di Rumah Sakit X di Kabupaten Jember. Metode: PenelitianStudi ini mendeskripsikan bagaimana pasien lanjut usia mengevaluasi kualitas layanan yang mereka terima di Rumah Sakit X di Kabupaten Jember. Metode: Penelitian
UNTUNT Stunting merupakan masalah gizi yang signifikan di Indonesia, terutama di daerah-daerah terpencil seperti Kecamatan Sangia Wambulu, Kabupaten Buton Tengah.Stunting merupakan masalah gizi yang signifikan di Indonesia, terutama di daerah-daerah terpencil seperti Kecamatan Sangia Wambulu, Kabupaten Buton Tengah.
POLITEKNIKYAKPERMASPOLITEKNIKYAKPERMAS Program pencegahan dislokasi pasca operasi patah tulang pinggul menjadi hal yang penting dalam proses rehabilitasi pasien. Dislokasi pasca operasi patahProgram pencegahan dislokasi pasca operasi patah tulang pinggul menjadi hal yang penting dalam proses rehabilitasi pasien. Dislokasi pasca operasi patah
STIKESPANRITAHUSADASTIKESPANRITAHUSADA 6%) dengan kriteria pengetahuan baik di Puskesmas Tanete. Hasil pengukuran tingkat pengetahuan Post edukasi didapatkan hasil tingkat pengetahuan baik meningkat6%) dengan kriteria pengetahuan baik di Puskesmas Tanete. Hasil pengukuran tingkat pengetahuan Post edukasi didapatkan hasil tingkat pengetahuan baik meningkat
UMSRAPPANGUMSRAPPANG Penderita hipertensi dapat mengontrol tekanan darah dan mencegah komplikasi dengan melakukan aktivitas fisik teratur, khususnya senam hipertensi. SenamPenderita hipertensi dapat mengontrol tekanan darah dan mencegah komplikasi dengan melakukan aktivitas fisik teratur, khususnya senam hipertensi. Senam
Useful /
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Pelaksanaan PSN efektif ketika didukung koordinasi lintas lembaga dan penegakan prinsip good governance. Namun, potensi konflik kewenangan, sentralisasiPelaksanaan PSN efektif ketika didukung koordinasi lintas lembaga dan penegakan prinsip good governance. Namun, potensi konflik kewenangan, sentralisasi
HTPHTP Informan terdiri dari 8 orang, yaitu dokter, perawat, bidan, ketua dan anggota komite K3 RS, Kasubag tata usaha, Kasie pelayanan dan keperawatan, sertaInforman terdiri dari 8 orang, yaitu dokter, perawat, bidan, ketua dan anggota komite K3 RS, Kasubag tata usaha, Kasie pelayanan dan keperawatan, serta
HTPHTP 585-10.656). Kesimpulannya adalah kepuasan pasien akan tinggi jika pelayanan diberikan adalah baik dimulai dari penerimaan, fasilitas Rumah Sakit, tenaga585-10.656). Kesimpulannya adalah kepuasan pasien akan tinggi jika pelayanan diberikan adalah baik dimulai dari penerimaan, fasilitas Rumah Sakit, tenaga
HTPHTP Sebanyak 72% subjek memiliki riwayat malaria > 1 kali, dimana episode malaria berhubungan dengan jenis kelamin, perilaku menginap di ladang. Jenis kelaminSebanyak 72% subjek memiliki riwayat malaria > 1 kali, dimana episode malaria berhubungan dengan jenis kelamin, perilaku menginap di ladang. Jenis kelamin