STIKES BETHESDASTIKES BETHESDA
Jurnal KesehatanJurnal KesehatanLatar Belakang: Tantangan kesehatan utama saat ini adalah penyakit tidak menular, seperti diabetes mellitus (DM). Tahun 2014 jumlah penderita DM di dunia sebanyak 194 juta jiwa. Penderita yang tidak mampu mengontrol penyakit DM dapat menimbulkan berbagai komplikasi. Pengelolaan dan pencegahan komplikasi DM memerlukan 4 pilar, salah satunya adalah olahraga seperti senam. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan senam kaki dan senam kebugaran diabetes terhadap kadar glukosa darah sewaktu lansia di Sleman Yogyakarta 2017. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental two group pre-post test time series. Teknik sampling menggunakan purposive sampling sebanyak 34 responden, 17 responden senam kaki dan 17 responden senam kebugaran diabetes. Analisis data menggunakan uji General Linier Model Repeated Measures (GLM-RM). Hasil: Hasil uji GLM-RM kelompok senam kaki p= 0,008 (p<0,05) dan kelompok senam kebugaran diabetes p= 0,003 (p<0,05), artinya kedua perlakuan berpengaruh terhadap kadar glukosa darah sewaktu lansia. Hasil komparatibilitas GLM-RM p= 0,312 (p>0,05) hal ini menunjukkan bahwa kedua perlakuan tidak memiliki perbedaan terhadap kadar glukosa darah sewaktu. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukan tidak terdapat perbedaan senam kaki dan senam kebugaran diabetes terhadap kadar glukosa darah sewaktu lansia.
Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan senam kaki dan senam kebugaran diabetes terhadap kadar glukosa darah sewaktu lansia.Senam kaki dan senam kebugaran diabetes sama-sama efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah sewaktu.Oleh karena itu, penderita diabetes dapat melakukan kedua jenis senam ini secara teratur.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan frekuensi latihan yang lebih lama untuk mengukur sensitivitas kaki, indeks pergelangan kaki-braki (ABI), sensitivitas insulin, dan risiko terjadinya ulkus diabetik. Kedua, studi komparatif dapat diperluas dengan melibatkan kelompok kontrol yang tidak melakukan senam sama sekali untuk memperkuat bukti efektivitas intervensi. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali pengalaman dan persepsi lansia terhadap manfaat senam kaki dan senam kebugaran diabetes, sehingga dapat meningkatkan kepatuhan dan keberhasilan program.
| File size | 432.55 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3 Obesitas sentral dan indeks massa tubuh (IMT) yang tinggi berhubungan dengan peningkatan risiko gangguan metabolik, seperti peningkatan glukosa darah puasaObesitas sentral dan indeks massa tubuh (IMT) yang tinggi berhubungan dengan peningkatan risiko gangguan metabolik, seperti peningkatan glukosa darah puasa
MKRIMKRI Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 20/PUU-XI/2013 adalah pengujian konstitusional terhadap Pasal 215 huruf (b) dan Penjelasan Pasal 56 ayat (2) Undang-UndangPutusan Mahkamah Konstitusi Nomor 20/PUU-XI/2013 adalah pengujian konstitusional terhadap Pasal 215 huruf (b) dan Penjelasan Pasal 56 ayat (2) Undang-Undang
HK PUBLISHINGHK PUBLISHING Pemanfaatan media sosial berhasil memperluas pasar, meningkatkan pendapatan, mendorong inovasi produk, serta memperkuat pelestarian budaya lokal. Namun,Pemanfaatan media sosial berhasil memperluas pasar, meningkatkan pendapatan, mendorong inovasi produk, serta memperkuat pelestarian budaya lokal. Namun,
KEMENSOSKEMENSOS Secara spesifik, tulisan ini menggambarkan profil bencana di lokasi studi; menganalisis bagaimana setiap komponen SPD yang dikembangkan berjalan; sertaSecara spesifik, tulisan ini menggambarkan profil bencana di lokasi studi; menganalisis bagaimana setiap komponen SPD yang dikembangkan berjalan; serta
UNUKALTIMUNUKALTIM Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan perubahan yang adaptif dan inklusif sangat diperlukan untuk menghadapi tantangan masa depan dan mencapaiPenelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan perubahan yang adaptif dan inklusif sangat diperlukan untuk menghadapi tantangan masa depan dan mencapai
DINASTIREVDINASTIREV Pemilihan informan penelitian menggunakan teknik purposive sampling, dengan kriteria yang ditentukan sesuai dengan tujuan. Hasil penelitian ini menunjukkanPemilihan informan penelitian menggunakan teknik purposive sampling, dengan kriteria yang ditentukan sesuai dengan tujuan. Hasil penelitian ini menunjukkan
UMAUMA Program‑program preemptif, preventif, responsif, dan rehabilitasi yang melibatkan penyuluhan, pembentukan KUBE, serta razia dan penempatan di panti sosialProgram‑program preemptif, preventif, responsif, dan rehabilitasi yang melibatkan penyuluhan, pembentukan KUBE, serta razia dan penempatan di panti sosial
UNEJUNEJ Namun, model penegakan umum ini sering kali dikritik karena terlalu lemah atau tidak konsisten untuk penerapan universal yang sebenarnya. Meskipun penegakanNamun, model penegakan umum ini sering kali dikritik karena terlalu lemah atau tidak konsisten untuk penerapan universal yang sebenarnya. Meskipun penegakan
Useful /
TEUNULEHJOURNALTEUNULEHJOURNAL Kemampuan ini harus ditumbuhkan melalui aktivitas yang mendorong individu untuk berpikir secara kritis. Sekolah, sebagai institusi pendidikan, memilikiKemampuan ini harus ditumbuhkan melalui aktivitas yang mendorong individu untuk berpikir secara kritis. Sekolah, sebagai institusi pendidikan, memiliki
NINETYJOURNALNINETYJOURNAL Dengan menggunakan pendekatan Agile berbasis framework Scrum, pengembangan dilakukan secara iteratif melalui tahapan perancangan antarmuka pengguna (UI/UX),Dengan menggunakan pendekatan Agile berbasis framework Scrum, pengembangan dilakukan secara iteratif melalui tahapan perancangan antarmuka pengguna (UI/UX),
NINETYJOURNALNINETYJOURNAL Kesimpulannya, algoritma Decision Tree terbukti efektif dalam evaluasi kinerja karyawan. Penelitian ini berhasil mengimplementasikan pembuatan data sintetisKesimpulannya, algoritma Decision Tree terbukti efektif dalam evaluasi kinerja karyawan. Penelitian ini berhasil mengimplementasikan pembuatan data sintetis
UNISAPUNISAP Pembelajaran Pendidikan kewarganegaraan sangat penting untuk pendidikan karakter sehingga implementasinya dapat membantu dalam pembentukan karakter generasiPembelajaran Pendidikan kewarganegaraan sangat penting untuk pendidikan karakter sehingga implementasinya dapat membantu dalam pembentukan karakter generasi