UMAUMA
Jurnal Administrasi PublikJurnal Administrasi PublikPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kebijakan dan usaha pemerintah melalui instansi terkait dalam penanggulangan masalah sosial gelandangan dan pengemis, untuk mengetahui daerah‑daerah yang menjadi lokasi mengemis di kota Medan dan juga untuk melihat upaya‑upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi, dalam hal ini Dinas Kesejahteraan dan Sosial Provinsi Sumatera Utara dalam penanganan gelandangan dan pengemis melalui program‑program kegiatan Preentif, Preventif, Responsif, Rehabilitasi Sosial dan Kegiatan Berkesinambungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, untuk memperoleh informasi dan data‑data digunakan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka, observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dan informasi yang terkumpul dikategorikan dan dianalisis, kemudian diinterpretasikan berdasarkan kategorinya. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa: 1) Penanganan gelandangan dan pengemis membutuhkan model keterpaduan dengan prinsip kemitraan antar elemen masyarakat, baik pemerintah daerah, masyarakat, pihak keamanan, lembaga swadaya masyarakat; 2) Penanggulangan masalah sosial gelandangan dan pengemis dilakukan secara menyeluruh dan terpadu antar lintas sektoral baik pemerintah kota maupun pemerintah asal daerah para imigran; 3) Program pemerintah dalam mengentaskan masalah kemiskinan khususnya dalam penanganan masalah sosial gelandangan dan pengemis dengan memberikan pembinaan dan pelayanan rehabilitasi sosial melalui panti sosial atau pelayanan sosial berbasis masyarakat; 4) Peraturan Daerah No. 4 Tahun 2008 dapat dilaksanakan sesuai dengan peraturan dan perundang‑undangan dan dapat diterima oleh masyarakat.
4 Tahun 2008 dan peraturan kota terkait dapat dilaksanakan dan diterima masyarakat, dengan pengawasan terkoordinasi oleh kepala daerah.Program‑program preemptif, preventif, responsif, dan rehabilitasi yang melibatkan penyuluhan, pembentukan KUBE, serta razia dan penempatan di panti sosial telah dijalankan secara terpadu.Keberhasilan pelaksanaan bergantung pada kemitraan lintas sektoral serta penghormatan terhadap hak asasi manusia para gelandangan dan pengemis.
Penelitian selanjutnya dapat mengkaji efektivitas sistem pemantauan partisipatif berbasis komunitas dalam mengevaluasi pelaksanaan Perda No.4/2008, dengan menekankan peran warga lokal dan organisasi non‑pemerintah dalam pengumpulan data dan pelaporan. Selanjutnya, studi dapat mengevaluasi dampak platform digital yang menghubungkan mantan gelandangan dan pengemis dengan peluang usaha mikro, menilai keberlanjutan, pemberdayaan ekonomi, serta perubahan perilaku kerja mereka. Terakhir, analisis perbandingan antara program rehabilitasi terpadu yang menggabungkan intervensi kesehatan mental dan pelatihan vokasional dengan pendekatan tradisional yang hanya menyediakan penampungan dapat memberikan gambaran tentang tingkat reintegrasi sosial, kesejahteraan psikologis, dan kemampuan mandiri jangka panjang para penerima manfaat.
| File size | 846.73 KB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
HTPHTP Pertumbuhan jumlah apotek di Kota Kendari yang terus meningkat menyebabkan persaingan bisnis di sektor ini semakin ketat. Dalam kondisi tersebut, citraPertumbuhan jumlah apotek di Kota Kendari yang terus meningkat menyebabkan persaingan bisnis di sektor ini semakin ketat. Dalam kondisi tersebut, citra
HTPHTP Kesimpulan: Usia, lama DM, kepatuhan pengobatan, kontrol gula darah dan stres merupakan faktor risiko komplikasi kronik DMT2, dengan stres sebagai faktorKesimpulan: Usia, lama DM, kepatuhan pengobatan, kontrol gula darah dan stres merupakan faktor risiko komplikasi kronik DMT2, dengan stres sebagai faktor
HTPHTP Sampel yang diambil berjumlah 183 orang, melalui teknik purposive sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Februari-Maret 2025. Analisis data menggunakanSampel yang diambil berjumlah 183 orang, melalui teknik purposive sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Februari-Maret 2025. Analisis data menggunakan
HTPHTP Perawatan lansia dengan hipertensi membutuhkan manajemen kesehatan yang efektif, terutama dalam pengobatan non-farmakologis. Penelitian ini bertujuan untukPerawatan lansia dengan hipertensi membutuhkan manajemen kesehatan yang efektif, terutama dalam pengobatan non-farmakologis. Penelitian ini bertujuan untuk
HTPHTP Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku pencegahan hipertensi pada mahasiswa Universitas Cenderawasih khususnya pada niat untuk melakukan aktivitasPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku pencegahan hipertensi pada mahasiswa Universitas Cenderawasih khususnya pada niat untuk melakukan aktivitas
HTPHTP Dari 391 data ditemukan bahwa, kode S (cedera) merupakan yang terbanyak dengan 180 kasus, diikuti oleh kode D (neoplasma) terbanyak dengan 132 kasus. SepuluhDari 391 data ditemukan bahwa, kode S (cedera) merupakan yang terbanyak dengan 180 kasus, diikuti oleh kode D (neoplasma) terbanyak dengan 132 kasus. Sepuluh
ECOJOINECOJOIN Tindak lanjut hasil pemeriksaan BPK dengan efektivitas tinggi untuk Provinsi Kalimatan Barat terjadi di Kabupaten Sambas (EoC = 0,80 dan EoV = 0,86), KabupatenTindak lanjut hasil pemeriksaan BPK dengan efektivitas tinggi untuk Provinsi Kalimatan Barat terjadi di Kabupaten Sambas (EoC = 0,80 dan EoV = 0,86), Kabupaten
UNILAUNILA Desain percobaan faktorial 3 × 4 dengan rancangan acak lengkap diterapkan; faktor pertama adalah suhu pirolisis (370, 400, 430 °C) dan faktor keduaDesain percobaan faktorial 3 × 4 dengan rancangan acak lengkap diterapkan; faktor pertama adalah suhu pirolisis (370, 400, 430 °C) dan faktor kedua
Useful /
HTPHTP Populasi sejumlah 4284 orang tersebar di 27 Puskesmas di Balikpapan. Jenis sampling adalah quota sampling, dihitung dengan rumus Lemeshow didapatkan besarPopulasi sejumlah 4284 orang tersebar di 27 Puskesmas di Balikpapan. Jenis sampling adalah quota sampling, dihitung dengan rumus Lemeshow didapatkan besar
HTPHTP Kasus keracunan makanan sering kali terjadi yang disebabkan faktor kurangnya kebersihan lingkungan dan pengelolaan makanan kurang tepat, serta bahan yangKasus keracunan makanan sering kali terjadi yang disebabkan faktor kurangnya kebersihan lingkungan dan pengelolaan makanan kurang tepat, serta bahan yang
UNILAUNILA Sebagian besar kayu hasil hutan saat ini memiliki daya tahan rendah sehingga rentan terhadap serangan organisme perusak kayu. Kayu sengon (Falcataria moluccanaSebagian besar kayu hasil hutan saat ini memiliki daya tahan rendah sehingga rentan terhadap serangan organisme perusak kayu. Kayu sengon (Falcataria moluccana
UNILAUNILA Konservasi hutan mangrove di pesisir Kalimantan Barat telah berhasil dilakukan dan menyelamatkan lingkungan dari abrasi pesisir (manfaat ekologis) sertaKonservasi hutan mangrove di pesisir Kalimantan Barat telah berhasil dilakukan dan menyelamatkan lingkungan dari abrasi pesisir (manfaat ekologis) serta