POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3
JKEPJKEPObesitas sentral dan indeks massa tubuh (IMT) yang tinggi berhubungan dengan peningkatan risiko gangguan metabolik, seperti peningkatan glukosa darah puasa yang terkait dengan resistensi insulin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara IMT dan lingkar perut dengan kadar glukosa darah puasa pada wanita usia produktif di Desa Idamgamlamo. Metode penelitian yang digunakan berupa pendekatan kuantitatif cross‑sectional dengan 112 responden wanita berusia 18–59 tahun yang dipilih melalui teknik total sampling. Data diperoleh dari pengukuran IMT, lingkar perut, dan glukosa darah puasa, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson untuk data yang berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden mengalami obesitas sentral dan IMT berada pada kategori kelebihan berat badan atau obesitas. Uji Pearson mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara IMT dengan kadar glukosa darah puasa (r = 0,293; p = 0,02) serta antara lingkar perut dengan kadar glukosa darah puasa (r = 0,334; p = 0,01), meskipun kekuatan hubungannya lemah. Kesimpulannya, IMT dan lingkar perut berkorrelasi positif dengan kadar glukosa darah puasa.
Terdapat hubungan signifikan antara indeks massa tubuh (IMT) dan lingkar perut dengan kadar glukosa darah puasa pada wanita usia reproduktif, dimana peningkatan IMT serta lingkar perut cenderung diikuti oleh peningkatan kadar glukosa.Meskipun korelasi yang terdeteksi lemah, temuan ini menunjukkan risiko metabolik yang lebih tinggi pada wanita dengan obesitas sentral.Pendidikan kesehatan, pemeriksaan medis rutin, serta intervensi gizi oleh ahli gizi diperlukan untuk deteksi dini gangguan metabolik, dan penelitian lanjutan sebaiknya mempertimbangkan pola makan, aktivitas fisik, serta faktor genetik.
Penelitian selanjutnya dapat menggunakan desain longitudinal untuk memantau perubahan indeks massa tubuh, lingkar perut, dan kadar glukosa darah puasa pada wanita usia produktif selama beberapa tahun, sehingga dapat mengidentifikasi hubungan kausal antara obesitas sentral dan risiko metabolik. Selain itu, uji intervensi yang melibatkan program edukasi gizi bersamaan dengan latihan fisik terstruktur dapat dievaluasi untuk mengetahui sejauh mana penurunan IMT, lingkar perut, dan glukosa darah puasa dapat dicapai serta dampaknya terhadap penurunan kejadian diabetes pada populasi serupa. Selanjutnya, studi komparatif antar daerah dengan variasi pola makan, tingkat aktivitas fisik, dan analisis faktor genetik seperti polimorfisme gen terkait metabolisme dapat dilakukan untuk menilai kontribusi masing‑masing faktor tersebut terhadap hubungan IMT‑lingkar perut‑glukosa. Penelitian-penelitian ini diharapkan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang determinan obesitas dan gangguan glukosa, serta mendukung kebijakan kesehatan masyarakat yang lebih tepat sasaran. Dengan mengintegrasikan pendekatan kuantitatif dan biologis, hasilnya dapat memperkuat strategi pencegahan dini dan penanganan metabolik pada wanita usia reproduktif.
| File size | 439.74 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
YARSIYARSI Metodologi: penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium dengan desain post‑test only control group. Uji efektivitas dilakukan dengan metode difusiMetodologi: penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium dengan desain post‑test only control group. Uji efektivitas dilakukan dengan metode difusi
UNWUNW Pemantauan IMT sejak awal kehamilan menjadi komponen penting dalam pelayanan antenatal untuk mendukung upaya deteksi dini dan pencegahan hipertensi dalamPemantauan IMT sejak awal kehamilan menjadi komponen penting dalam pelayanan antenatal untuk mendukung upaya deteksi dini dan pencegahan hipertensi dalam
UNIVMEDUNIVMED Massa otot diukur menggunakan indeks massa otot rangka (SMI) berdasarkan analisis bioimpedansi (BIA). Kekuatan genggam tangan (HGS), kinerja fisik, lingkarMassa otot diukur menggunakan indeks massa otot rangka (SMI) berdasarkan analisis bioimpedansi (BIA). Kekuatan genggam tangan (HGS), kinerja fisik, lingkar
STIKESPAMENANGSTIKESPAMENANG Hasil perhitungan status gizi berdasarkan IMT kepada 5 anak yang diteliti, dengan mengukur BB/TB atau BB/PB maka didapat sebanyak 100% anak memiliki IMTHasil perhitungan status gizi berdasarkan IMT kepada 5 anak yang diteliti, dengan mengukur BB/TB atau BB/PB maka didapat sebanyak 100% anak memiliki IMT
UNIBAUNIBA Sebagian besar (90,5%) responden mengalami gangguan kesehatan fisik, terutama gangguan pencernaan, diikuti oleh gangguan kardiovaskular, tidur, muskuloskeletal,Sebagian besar (90,5%) responden mengalami gangguan kesehatan fisik, terutama gangguan pencernaan, diikuti oleh gangguan kardiovaskular, tidur, muskuloskeletal,
UNIMMANUNIMMAN 05), atau PRC hematokrit (p>0. 05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara IMT, hemoglobin, dan hematokrit pendonor dengan kualitas05), atau PRC hematokrit (p>0. 05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara IMT, hemoglobin, dan hematokrit pendonor dengan kualitas
UKMCUKMC Dengan meningkatnya IMT, tekanan darah juga meningkat baik pada vegetarian maupun non-vegetarian. Ada hubungan antropometrik antara IMT dengan hemodinamikDengan meningkatnya IMT, tekanan darah juga meningkat baik pada vegetarian maupun non-vegetarian. Ada hubungan antropometrik antara IMT dengan hemodinamik
UNIBAUNIBA Osteoartritis lutut adalah penyakit sendi degeneratif multifaktorial yang berkaitan dengan kerusakan kartilago sendi lutut. Faktor risiko yang berperanOsteoartritis lutut adalah penyakit sendi degeneratif multifaktorial yang berkaitan dengan kerusakan kartilago sendi lutut. Faktor risiko yang berperan
Useful /
YARSIYARSI Pitiriasis versikolor adalah infeksi jamur superfisial ditandai dengan adanya makula di kulit, skuama halus disertai rasa gatal disebabkan oleh jamur lipofilikPitiriasis versikolor adalah infeksi jamur superfisial ditandai dengan adanya makula di kulit, skuama halus disertai rasa gatal disebabkan oleh jamur lipofilik
YARSIYARSI Dengan menggunakan desain penelitian analitik cross sectional dan kuesioner yang mengukur religiositas serta penyesuaian diri, data dikumpulkan dari 141Dengan menggunakan desain penelitian analitik cross sectional dan kuesioner yang mengukur religiositas serta penyesuaian diri, data dikumpulkan dari 141
UNIBAUNIBA Zainoel Abidin Banda Aceh. Metode: Penelitian crossectional study menggunakan data rekam medis pasien gastroschisis yang lahir pada periode 1 Januari 2015–31Zainoel Abidin Banda Aceh. Metode: Penelitian crossectional study menggunakan data rekam medis pasien gastroschisis yang lahir pada periode 1 Januari 2015–31
SARI MUTIARASARI MUTIARA Kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkala dan menyeluruh, perlu dukungan lintas sektor (puskesmas, tokoh masyarakat, RT/RW), dan diperlukan penguatanKegiatan serupa perlu dilakukan secara berkala dan menyeluruh, perlu dukungan lintas sektor (puskesmas, tokoh masyarakat, RT/RW), dan diperlukan penguatan