STAIMTASTAIMTA

EDUKASI : Jurnal Pendidikan Islam (e-Journal)EDUKASI : Jurnal Pendidikan Islam (e-Journal)

Penelitian ini menyelidiki penerapan metode blended learning dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) di Pondok Pesantren Al-Manshur Al-Islamy dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Atsary di Kediri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, mengumpulkan data melalui observasi lapangan, wawancara, dan analisis dokumen. Temuan menunjukkan bahwa kedua institusi menerapkan model blended learning yang menggabungkan pendekatan tradisional dan modern dalam pengajaran PAI. Faktor-faktor kunci yang berkontribusi terhadap implementasi blended learning yang sukses meliputi kompetensi guru (ustadz), ketersediaan fasilitas belajar, integrasi kurikulum dan nilai-nilai Islam, lingkungan yang bimbingan agama, serta dukungan dari keluarga dan masyarakat luas. Tantangan yang diidentifikasi meliputi waktu pengajaran yang terbatas dan fasilitas yang kurang memadai, motivasi dan disiplin siswa yang tidak konsisten, serta lingkungan rumah yang kurang mendukung. Evaluasi terhadap hasil belajar menunjukkan bahwa penerapan blended learning secara efektif meningkatkan pengajaran PAI di era modern.

Berdasarkan hasil penelitian, penerapan metode blended learning dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Pondok Pesantren Al-Manshur Al-Islamy dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Atsary berjalan secara integratif dengan menggabungkan pendekatan tradisional dan modern secara harmonis.Model ini menunjukkan keunggulan dalam fleksibilitas metode, kesesuaian dengan karakter institusi, dan keberhasilannya dalam membentuk pemahaman agama, praktik ibadah, dan karakter siswa.Pendekatan ini juga mencerminkan penerapan teori pendidikan seperti konstruktivisme, pembelajaran pengalaman, dan behaviorisme secara kontekstual.Secara keseluruhan, temuan dari evaluasi menunjukkan bahwa pendekatan blended learning berkontribusi positif terhadap peningkatan pemahaman siswa terhadap ajaran agama, komitmen terhadap praktik ibadah, dan perkembangan moral.Namun, implementasinya masih menghadapi beberapa tantangan, seperti waktu pengajaran yang tidak mencukupi, tingkat kompetensi guru yang tidak merata dalam menerapkan alat digital, akses terbatas terhadap sumber daya teknologi, motivasi siswa yang tidak konsisten, dan lingkungan sosial yang kurang mendukung.Dengan kondisi ini, model pembelajaran integratif ini memiliki potensi kuat untuk berkembang menjadi kerangka yang lebih adaptif dan relevan secara kontekstual untuk pengajaran PAI dalam lanskap pendidikan Islam saat ini.Untuk meningkatkan dampak ke depannya, penting untuk berinvestasi dalam pengembangan profesional berkelanjutan dalam teknologi pendidikan, memastikan ketersediaan infrastruktur yang memadai, dan mendorong kolaborasi yang kuat antara sekolah, keluarga, dan komunitas dalam menanamkan nilai-nilai Islam secara konsisten dan berkelanjutan.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan model pembelajaran integratif yang lebih komprehensif, menggabungkan pendekatan tradisional dan modern dalam pengajaran Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini dapat mengeksplorasi cara-cara inovatif untuk mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran agama, dengan mempertimbangkan tantangan dan peluang yang dihadapi oleh institusi pendidikan Islam. Selain itu, penelitian dapat menyelidiki dampak jangka panjang dari model blended learning terhadap perkembangan karakter dan moral siswa, serta bagaimana model ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan konteks lokal. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengembangan kurikulum, pelatihan guru, dan pembuatan kebijakan berdasarkan prinsip-prinsip Islam di Indonesia.

Read online
File size298.03 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test