DIM UNPASDIM UNPAS

Kontigensi : Jurnal Ilmiah ManajemenKontigensi : Jurnal Ilmiah Manajemen

Penelitian ini bertujuan untuk mengusulkan dan menguji secara empiris sebuah model yang menjelaskan bagaimana Kualitas Sistem (QS), Efektivitas Pelatihan (EP), dan Penggunaan Sistem (PS), di bawah pengaruh Dukungan Kepemimpinan (DK), berkontribusi terhadap Manfaat Bersih (MB) dalam konteks Program Makanan Gratis (MBG) di Indonesia. Metodologi yang digunakan adalah studi kasus dengan pengumpulan data melalui survei kepada pelaksana program dan pemangku kepentingan. Teknik analisis utama yang diusulkan adalah Structural Equation Modeling (SEM). Temuan hipotetik menunjukkan bahwa Dukungan Kepemimpinan secara signifikan memoderasi hubungan antara Penggunaan Sistem dan Manfaat Bersih, serta Kualitas Sistem dan Efektivitas Pelatihan memberikan pengaruh positif terhadap Penggunaan Sistem. Kontribusi utama penelitian ini adalah perluasan Model Keberhasilan Sistem Informasi DeLone & McLean dengan mengintegrasikan konstruk dukungan kepemimpinan yang komprehensif dalam konteks program kesejahteraan publik berskala besar. Implikasi praktis diarahkan untuk meningkatkan efektivitas program MBG dan inisiatif publik serupa.

Penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas sistem, efektivitas pelatihan, dan penggunaan sistem yang dimoderasi oleh Dukungan Kepemimpinan berkontribusi pada peningkatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).Dukungan Kepemimpinan secara signifikan memperkuat hubungan antara Kualitas Sistem, Penggunaan Sistem, dan Manfaat Bersih.Dengan demikian, kombinasi faktor teknis, sumber daya manusia, dan kepemimpinan strategis menjadi kunci keberhasilan program publik.

Penelitian selanjutnya dapat melakukan studi longitudinal untuk mengevaluasi bagaimana perubahan kualitas sistem, efektivitas pelatihan, dan intensitas penggunaan sistem memengaruhi manfaat bersih program MBG selama beberapa tahun, sehingga dapat mengidentifikasi dinamika jangka panjang dan faktor‑faktor penentu keberlanjutan. Selanjutnya, penelitian komparatif antara provinsi atau negara lain dapat menguji generalisasi model yang diusulkan dengan membandingkan peran dukungan kepemimpinan dan faktor teknis dalam konteks kebijakan nutrisi publik yang berbeda, sehingga memberikan wawasan tentang adaptabilitas model di lingkungan yang beragam. Terakhir, studi kualitatif yang mendalam, misalnya melalui wawancara atau observasi, dapat menelusuri persepsi pemimpin dan pengguna terhadap konstruk kepemimpinan strategis serta mengidentifikasi variabel tambahan seperti kualitas informasi atau budaya organisasi yang belum dimasukkan dalam model, dengan tujuan memperkaya pemahaman tentang mekanisme yang mendasari keberhasilan program nutrisi publik.

Read online
File size343.84 KB
Pages21
DMCAReport

Related /

ads-block-test