UMPOUMPO

Muaddib : Studi Kependidikan dan KeislamanMuaddib : Studi Kependidikan dan Keislaman

Pendidikan di Indonesia, terutama pendidikan Islam, belum cukup membentuk kepribadian humanis dan masih bersifat primordialistik serta sektarian. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan nilai-nilai pendidikan Islam humanis dalam pemikiran Ahmad Syafii Maarif. Penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif menggunakan penelitian perpustakaan dan wawancara mendalam ini menunjukkan bahwa esensi pendidikan dalam perspektif Ahmad Syafii Maarif adalah proses humanisasi (proses yang membebaskan dan menghumanisasi manusia) yang memiliki hubungan organik dengan dimensi spiritual-transendental. Dalam pemikiran Ahmad Syafii Maarif, ditemukan bahwa nilai-nilai pendidikan Islam humanis dapat dirangkum dalam enam poin, yaitu: nilai egalitarianisme, nilai toleransi, nilai pluralisme, nilai keadilan, nilai persaudaraan universal, dan nilai perdamaian atau non-kekerasan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kekayaan intelektual dalam studi pemikiran tokoh di bidang pendidikan Islam, serta dapat dipertimbangkan dalam mengembangkan landasan dan praktik pendidikan yang lebih humanis.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa esensi pendidikan Islam dalam pemikiran Ahmad Syafii Maarif adalah proses humanisasi yang memiliki hubungan organik dengan dimensi spiritual-transendental.Nilai-nilai pendidikan Islam humanis dapat dirangkum dalam enam poin, yaitu nilai egalitarianisme, toleransi, pluralisme, keadilan, persaudaraan universal, dan perdamaian.Penerapan nilai-nilai ini dalam praktik pendidikan diharapkan dapat membentuk generasi yang berakhlak mulia dan berkontribusi positif bagi kemajuan bangsa dan kemanusiaan.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai pendidikan Islam humanis dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan formal di berbagai jenjang pendidikan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa pendidikan yang diberikan tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga pada pembentukan karakter yang humanis dan berakhlak mulia. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada studi kasus implementasi pendidikan Islam humanis di berbagai lembaga pendidikan, baik formal maupun non-formal. Dengan demikian, dapat diidentifikasi praktik-praktik terbaik yang dapat direplikasi dan disesuaikan dengan konteks yang berbeda. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengkaji efektivitas program-program pendidikan yang berbasis pada nilai-nilai humanisme dalam meningkatkan toleransi, empati, dan kesadaran sosial peserta didik. Integrasi ketiga saran ini akan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana pendidikan Islam dapat berkontribusi dalam membentuk masyarakat yang lebih humanis, toleran, dan berkeadilan, serta mendorong pengembangan model pendidikan yang relevan dengan tantangan global di abad ke-21. Dengan demikian, pendidikan tidak hanya menjadi sarana transfer pengetahuan, tetapi juga menjadi wahana pembentukan karakter yang berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan universal.

  1. Implementation of Islamic Religious Education Learning and Character in the New Normal Era | Al-Hayat:... alhayat.or.id/index.php/alhayat/article/view/239Implementation of Islamic Religious Education Learning and Character in the New Normal Era Al Hayat alhayat index php alhayat article view 239
Read online
File size199.34 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test