UNZAHUNZAH

At- Ta'lim : Jurnal PendidikanAt- Ta'lim : Jurnal Pendidikan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis siswa melalui Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI). Berpikir kritis adalah keterampilan penting yang perlu dimiliki siswa untuk menganalisis, mengevaluasi, dan menyelesaikan masalah secara efektif. Model PBL di MA Nurul Jadid program Peminatan Keagamaan dipilih karena dapat mendorong siswa untuk terlibat aktif dalam proses belajar, berpikir kritis, dan menerapkan pengetahuan agama dalam situasi nyata. Dalam penelitian ini, analisis data menggunakan teori Miles & Huberman yang mencakup reduksi data, presentasi data, dan menyimpulkan dengan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL di MA Nurul Jadid dalam program Peminatan Keagamaan meningkatkan secara signifikan keterampilan berpikir kritis siswa. Hal ini terlihat dari peningkatan kemampuan analisis, sintesis, dan evaluasi mereka dalam memahami materi pembelajaran. Selain itu, siswa juga menunjukkan motivasi dan keterlibatan yang lebih tinggi dalam proses belajar. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model PBL sebagai strategi efektif dalam pendidikan agama dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.

Penerapan model PBL berkontribusi signifikan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa di MA Nurul Jadid, terutama di program Peminatan Keagamaan.Keterlibatan aktif siswa dalam belajar juga dapat meningkatkan semangat mereka dalam menyelesaikan masalah yang relevan dengan materi pembelajaran.Keterlibatan ini mendorong siswa untuk berpikir kritis dengan mempertimbangkan berbagai perspektif dan argumen sebelum mengambil keputusan.Dengan demikian, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga mengembangkan keterampilan analisis dan evaluasi dalam berpikir kritis.Model PBL mendorong kolaborasi di antara siswa.Proses kolaboratif ini sangat penting dalam pengembangan keterampilan sosial dan komunikasi yang mendukung berpikir kritis.Salah satu kelebihan model PBL adalah relevansinya dengan situasi nyata yang dihadapi siswa.Dengan menghubungkan materi Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan isu-isu kontemporer, siswa termotivasi untuk belajar.Penerapan model PBL dalam PAI tidak hanya meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, tetapi juga mempersiapkan mereka menjadi individu yang responsif dan bertanggung jawab dalam menghadapi tantangan kehidupan.Sehingga, PBL menjadi alternatif efektif dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan karakter siswa di era modern.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide penelitian baru. Pertama, bagaimana model PBL dapat diterapkan secara efektif dalam mata pelajaran lain selain PAI, seperti matematika atau sains, untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Kedua, apakah ada perbedaan signifikan dalam kemampuan berpikir kritis antara siswa yang belajar dengan model PBL dan siswa yang belajar dengan metode konvensional. Ketiga, bagaimana peran guru dalam menerapkan model PBL dan bagaimana pelatihan yang diperlukan untuk memastikan penerapan model ini secara optimal. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan model pembelajaran yang efektif dan inovatif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa di berbagai mata pelajaran.

  1. Implementasi Metode Bercerita dalam Meningkatkan Kecerdasan Interpersonal Anak Usia Dini | Jurnal Obsesi... obsesi.or.id/index.php/obsesi/article/view/2095Implementasi Metode Bercerita dalam Meningkatkan Kecerdasan Interpersonal Anak Usia Dini Jurnal Obsesi obsesi index php obsesi article view 2095
Read online
File size708.75 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test