UNIBAUNIBA

Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas BatamZona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam

Latar Belakang: Lansia mengalami penurunan fungsi fisik seiring bertambahnya usia, yang dapat memengaruhi mobilitas dan meningkatkan risiko jatuh. Jatuh pada lansia dapat berdampak serius, termasuk cedera dan penurunan kualitas hidup. Mobilitas fisik yang terbatas menjadi salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap kejadian jatuh pada lansia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian adalah 50 lansia yang diambil dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui uji Timed Up and Go (TUG) untuk menilai mobilitas fisik serta kuesioner risiko jatuh pada lansia. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 50 responden, sebanyak 66,0% memiliki mobilitas fisik yang bermasalah, 30,0% memiliki mobilitas fisik yang baik, dan 4,0% memiliki mobilitas fisik normal. Selain itu, 88,0% lansia memiliki risiko jatuh tinggi, sementara 12,0% memiliki risiko jatuh rendah. Didapatkan angka signifikansi antara mobilitas fisik dan risiko jatuh pada lansia (0,000). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara mobilitas fisik dengan risiko jatuh pada lansia di MT Husnul Khotimah Masjid Raya Batam Center. Lansia dengan keterbatasan mobilitas memiliki risiko jatuh yang lebih tinggi.

Penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas lansia di MT Husnul Khotimah Tahun 2024 mengalami masalah mobilitas fisik dan memiliki risiko jatuh yang tinggi.Hasil analisis statistik membuktikan adanya hubungan yang signifikan antara mobilitas fisik dan risiko jatuh pada lansia di lokasi penelitian.Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan perhatian terhadap mobilitas fisik lansia guna mencegah kejadian jatuh dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang berkontribusi terhadap penurunan mobilitas fisik pada lansia di MT Husnul Khotimah, seperti kondisi medis penyerta, status nutrisi, atau faktor psikososial. Kedua, studi intervensi yang bertujuan untuk meningkatkan mobilitas fisik lansia, misalnya melalui program latihan fisik yang terstruktur atau terapi okupasi, perlu dilakukan untuk menguji efektivitasnya dalam mengurangi risiko jatuh. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali pengalaman dan persepsi lansia mengenai risiko jatuh dan strategi pencegahan yang mereka gunakan, sehingga dapat memberikan informasi yang lebih mendalam untuk pengembangan program pencegahan jatuh yang lebih sesuai dengan kebutuhan lansia.

Read online
File size255.53 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test