BKUBKU
Jurnal Adiguna KeperawatanJurnal Adiguna KeperawatanPenyakit kardiovaskular umumnya terjadi pada lansia karena penyempitan pembuluh darah yang menyebabkan hipertensi. Hipertensi terjadi karena beberapa faktor yaitu gaya hidup yang tidak baik dan mengalami kecemasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan gaya hidup dan tingkat kecemasan dengan kejadian hipertensi pada lansia. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia yang mengalami hipertensi sebanyak 166 lansia dengan sampel sebanyak 117 lansia. Teknik pengambilan sampelnya adalah cluster random sampling. Analisis data menggunakan Chi-square. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada hubungan gaya hidup dengan kejadian hipertensi pada lansia dengan p-value 0,011 (p<0,05) dan ada hubungan antara tingkat kecemasan dengan kejadian hipertensi pada lansia dengan p-value 0,034 (p<0,05). Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi pelayanan kesehatan dalam mengambil rencana kebijakan dan pengendalian hipertensi pada lansia, khususnya dari segi gaya hidup dan tingkat kecemasan pada lansia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup pada lansia di Desa Lembursawah, wilayah kerja Puskesmas Cicantayan, Kabupaten Sukabumi sebagian besar tergolong tidak baik, yaitu sebanyak 81 responden (69,2%).Selain itu, tingkat kecemasan yang dialami oleh lansia di wilayah tersebut mayoritas berada pada kategori kecemasan ringan, yakni sebanyak 86 responden (73,5%).Kejadian hipertensi pada lansia juga cukup tinggi, dengan sebagian besar mengalami hipertensi tingkat 1 sebanyak 47 responden (40,2%).Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan antara gaya hidup dengan kejadian hipertensi pada lansia dengan nilai p-value sebesar 0,011 (p<0,05), serta hubungan antara tingkat kecemasan dengan kejadian hipertensi dengan nilai p-value sebesar 0,034 (p<0,05).
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan untuk memperdalam pemahaman mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kejadian hipertensi pada lansia. Pertama, penelitian kuantitatif dengan desain longitudinal dapat dilakukan untuk mengidentifikasi pola perubahan gaya hidup dan tingkat kecemasan seiring waktu, serta pengaruhnya terhadap perkembangan hipertensi pada lansia. Hal ini akan memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai hubungan kausal antara faktor-faktor tersebut. Kedua, penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dapat dilakukan untuk mengeksplorasi pengalaman subjektif lansia dalam menghadapi hipertensi, termasuk bagaimana mereka mengelola gaya hidup dan tingkat kecemasan mereka. Pemahaman mendalam mengenai perspektif lansia dapat membantu dalam merancang intervensi yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan mereka. Ketiga, penelitian mixed-methods yang menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dapat dilakukan untuk menguji efektivitas program intervensi yang dirancang untuk meningkatkan gaya hidup sehat dan mengurangi tingkat kecemasan pada lansia dengan hipertensi. Evaluasi program secara komprehensif akan memberikan bukti empiris mengenai dampak intervensi terhadap penurunan tekanan darah dan peningkatan kualitas hidup lansia. Dengan demikian, penelitian lanjutan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi pada lansia di masyarakat.
| File size | 362.86 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
CENDIKIAJENIUS INDCENDIKIAJENIUS IND Oleh karena itu, intervensi sederhana diperlukan untuk mencegah dan mengendalikan hipertensi, salah satunya adalah latihan fisik. Intervensi seperti senamOleh karena itu, intervensi sederhana diperlukan untuk mencegah dan mengendalikan hipertensi, salah satunya adalah latihan fisik. Intervensi seperti senam
PUSTAKAGALERIMANDIRIPUSTAKAGALERIMANDIRI Sebagian besar peserta (80%) mampu melakukan praktik CST secara mandiri. Program ini direkomendasikan untuk diterapkan secara rutin di Posyandu LansiaSebagian besar peserta (80%) mampu melakukan praktik CST secara mandiri. Program ini direkomendasikan untuk diterapkan secara rutin di Posyandu Lansia
UNTUNT Metode: Desain penelitian ini adalah cross-sectional yang mengundang 140 lansia berusia 60–80 tahun sebagai partisipan dengan cara purposive samoling.Metode: Desain penelitian ini adalah cross-sectional yang mengundang 140 lansia berusia 60–80 tahun sebagai partisipan dengan cara purposive samoling.
UNTUNT Sebanyak 30% responden tidak siap dalam menyusun video interaktif. Kesimpulan: Perawat di Wilayah Kerja Puskesmas Banyuanyar Sampang dinyatakan siap dalamSebanyak 30% responden tidak siap dalam menyusun video interaktif. Kesimpulan: Perawat di Wilayah Kerja Puskesmas Banyuanyar Sampang dinyatakan siap dalam
UNTUNT Sampel diambil dengan teknik accidental sampling sesuai kriteria inklusi didapatkan sejumlah 58 orang. Instrumen penelitian berupa kuesioner komunikasiSampel diambil dengan teknik accidental sampling sesuai kriteria inklusi didapatkan sejumlah 58 orang. Instrumen penelitian berupa kuesioner komunikasi
UNTUNT Sedangkan menimbang berat badan rutin, pemberian ASI eksklusif, konsumsi garam beryodium, dan konsumsi suplemen gizi tidak berpengaruh. Oleh karena itu,Sedangkan menimbang berat badan rutin, pemberian ASI eksklusif, konsumsi garam beryodium, dan konsumsi suplemen gizi tidak berpengaruh. Oleh karena itu,
STIKESPANRITAHUSADASTIKESPANRITAHUSADA Tujuan kegiatan ini untuk mengurangi risiko stroke pada lansia melalui program edukasi dan aktivitas fisik yang terorganisir. Pengabdian kepada masyarakatTujuan kegiatan ini untuk mengurangi risiko stroke pada lansia melalui program edukasi dan aktivitas fisik yang terorganisir. Pengabdian kepada masyarakat
SPPSPP Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Posyandu Anggrek, Borowatu, Ngasinan, Bulu, Sukoharjo pada November 2022. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan,Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Posyandu Anggrek, Borowatu, Ngasinan, Bulu, Sukoharjo pada November 2022. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan,
Useful /
STTPBSTTPB Transformasi kepemimpinan Kristiani melalui dialog antarbudaya menghasilkan pergeseran paradigma dari model monokultural menjadi pendekatan yang responsifTransformasi kepemimpinan Kristiani melalui dialog antarbudaya menghasilkan pergeseran paradigma dari model monokultural menjadi pendekatan yang responsif
STTPBSTTPB Teologi pernikahan konvensional cenderung beroperasi dalam logika biner statis yang mereduksi pernikahan menjadi status ontologis yang diperoleh sekaliTeologi pernikahan konvensional cenderung beroperasi dalam logika biner statis yang mereduksi pernikahan menjadi status ontologis yang diperoleh sekali
ATIDEWANTARAATIDEWANTARA Penguatan Desa Wisata Kungkuk merupakan konsekuensi dari upaya ini, yang dilakukan melalui pembangunan dan pengembangan forum pariwisata yang tangguh,Penguatan Desa Wisata Kungkuk merupakan konsekuensi dari upaya ini, yang dilakukan melalui pembangunan dan pengembangan forum pariwisata yang tangguh,
ATIDEWANTARAATIDEWANTARA Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan aspek kognitif dan psikomotorik guru dalam menyusun dan menganalisis tes. Pendampingan PenyusunanHasil evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan aspek kognitif dan psikomotorik guru dalam menyusun dan menganalisis tes. Pendampingan Penyusunan