STMIKBINSASTMIKBINSA

Jurnal Sistem Informasi dan Sistem KomputerJurnal Sistem Informasi dan Sistem Komputer

Serverless computing telah menjadi salah satu kejadian penting dalam era aplikasi modern, karena penyederhanaan manajemen infrastruktur menjadi tantangan utama bagi pengembang. Dalam studi ini, kami membandingkan biaya dan performa dari dua platform serverless yang paling popular yaitu AWS Lambda dan Google Cloud Functions dalam konteks aplikasi skala nasional. Untuk melakukan penelitian ini, kami menggunakan pendekatan studi literatur berdasarkan 15 jurnal yang terdaftar di basis data SINTA dan Internasional, serta uji coba eksperimental dengan skenario eksekusi fungsi yang sama di kedua platform. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa solusi serverless AWS Lambda menawarkan performa eksekusi yang lebih baik untuk tugas komputasi intensif, sedangkan Google Cloud Functions lebih hemat biaya untuk beban ringan hingga sedang. Beberapa perbedaan signifikan juga kami temukan dalam model penetapan harga dan latensi layanan cloud, serta kemudahan integrasi dengan layanan lainnya. Temuan kami mungkin berguna bagi pengembang dan pengambil keputusan dalam implementasi aplikasi layanan publik di Indonesia.

Berdasarkan kajian literatur, AWS Lambda dan Google Cloud Functions memiliki keunggulan masing-masing dalam penggunaan berskala nasional.AWS Lambda unggul dalam skalabilitas, latensi rendah, dan dukungan ekosistem, menjadikannya pilihan yang baik untuk aplikasi layanan publik dengan kebutuhan performa tinggi.Google Cloud Functions, melalui Cloud Run dan App Engine, menawarkan fleksibilitas deployment berbasis container dan efisiensi operasional.Pilihan platform harus disesuaikan dengan fitur aplikasi dan kebutuhan operasional.

Penelitian lanjutan perlu dilakukan dengan melakukan studi komparatif berbasis eksperimen langsung di Indonesia, mempertimbangkan latensi jaringan domestik dan biaya penggunaan aktual. Pengembangan model workload-aware deployment yang adaptif terhadap karakteristik beban lokal juga penting untuk diinvestigasi. Lebih lanjut, penelitian dapat fokus pada optimalisasi manajemen cold start, tuning resource, dan strategi multi-cloud untuk meningkatkan resiliensi dan efisiensi layanan publik digital. Eksplorasi lebih dalam mengenai integrasi dengan layanan lokal, pertimbangan regulasi data Indonesia, dan pengembangan komunitas lokal juga akan memperkaya implementasi serverless computing di Indonesia. Penelitian ini akan membantu mengoptimalkan penggunaan platform serverless untuk memenuhi kebutuhan spesifik layanan publik di Indonesia, meningkatkan efisiensi biaya, dan memastikan kinerja yang handal.

  1. DESAIN DAN ARSITEKTUR SERVERLESS CLOUD COMPUTING PADA APLIKASI PENGHITUNG KALORI MAKANAN BERBASIS MOBILE... ejournal.itn.ac.id/index.php/jati/article/view/10180DESAIN DAN ARSITEKTUR SERVERLESS CLOUD COMPUTING PADA APLIKASI PENGHITUNG KALORI MAKANAN BERBASIS MOBILE ejournal itn ac index php jati article view 10180
  2. Serverless computing: economic and architectural impact | Proceedings of the 2017 11th Joint Meeting... doi.org/10.1145/3106237.3117767Serverless computing economic and architectural impact Proceedings of the 2017 11th Joint Meeting doi 10 1145 3106237 3117767
  3. (PDF) Tinjauan Literatur : Komputasi Awan untuk Internet of Things (IoT). pdf tinjauan literatur komputasi... doi.org/10.13140/RG.2.2.16320.00004PDF Tinjauan Literatur Komputasi Awan untuk Internet of Things IoT pdf tinjauan literatur komputasi doi 10 13140 RG 2 2 16320 00004
  4. Analisis Perbandingan Serverless Computing Pada Google Cloud Platform | Jurnal Teknologi Informatika... doi.org/10.37012/jtik.v7i2.662Analisis Perbandingan Serverless Computing Pada Google Cloud Platform Jurnal Teknologi Informatika doi 10 37012 jtik v7i2 662
Read online
File size133.88 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test