NUSAMANDIRINUSAMANDIRI

Jurnal AbdiMas Nusa MandiriJurnal AbdiMas Nusa Mandiri

Anak-anak sekolah masih kurang memahami tentang keamanan makanan jajanan, sehingga mereka cenderung membeli jajanan berdasarkan selera tanpa mempertimbangkan kandungan bahan di dalamnya. Untuk memudahkan penyampaian edukasi gizi kepada anak-anak sekolah, digunakan media pembelajaran berupa slide powerpoint. Metode permainan ular tangga ini sangat sesuai untuk diterapkan pada siswa sekolah karena bersifat interaktif dan menyenangkan. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi tentang keamanan PJAS pada siswa dengan pola SAH (Segar, Aman, dan Higienis) menggunakan model Biopsikososial. Metode yang digunakan adalah metode ceramah dengan media berupa slide powerpoint. Dari hasil kegiatan ini berdasarkan hasil pengisian kuesioner terkait pengetahuan tentang keamanan pangan pada PJAS, diperoleh nilai pre-test dan post-test. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa mengenai keamanan makanan jajanan setelah intervensi. Analisis statistik dengan Wilcoxon Signed Rank Test menghasilkan nilai p=0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan sikap yang signifikan antara pre-test dan post-test. Dengan demikian, edukasi keamanan pangan pada PJAS dengan pendekatan model Biopsikososial ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa terkait keamanan makanan jajanan.

Edukasi keamanan pangan jajanan anak sekolah dengan pendekatan pola SAH dan model biopsikososial secara signifikan meningkatkan pengetahuan siswa.Pendekatan edukatif ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya memilih jajanan yang sehat dan aman.Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa berbagai metode edukasi interaktif mampu meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa terhadap keamanan pangan dan gizi.Namun, masih diperlukan evaluasi lanjutan yang mencakup aspek sikap, perilaku, serta validitas penggunaan kelompok kontrol untuk menilai dampak jangka panjang secara lebih menyeluruh.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari program edukasi ini terhadap perubahan perilaku siswa dalam memilih jajanan sehat, dengan memperluas sampel ke lebih banyak sekolah dan wilayah. Selain itu, pengembangan metode pembelajaran interaktif seperti permainan digital atau simulasi bisa diterapkan untuk meningkatkan keterlibatan siswa. Terakhir, penelitian juga bisa fokus pada pengaruh faktor sosial seperti lingkungan sekolah dan keterlibatan orang tua dalam mendukung kebiasaan makan sehat di kalangan pelajar.

  1. MEDIA ULAR TANGGA MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG KEAMANAN MAKANAN JAJANAN ANAK SEKOLAH |... ejurnal.esaunggul.ac.id/index.php/ABD/article/view/3963MEDIA ULAR TANGGA MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG KEAMANAN MAKANAN JAJANAN ANAK SEKOLAH ejurnal esaunggul ac index php ABD article view 3963
  2. Peningkatan Kemampuan Kapasitas Pengetahuan Masyarakat Bligo Dalam Keamanan Pangan | Jompa Abdi: Jurnal... jurnal.jomparnd.com/index.php/jpabdi/article/view/417Peningkatan Kemampuan Kapasitas Pengetahuan Masyarakat Bligo Dalam Keamanan Pangan Jompa Abdi Jurnal jurnal jomparnd index php jpabdi article view 417
Read online
File size917.29 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test