UNIBAUNIBA

Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas BatamZona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam

Kanker kandung kemih merupakan kanker kesepuluh tersering di seluruh dunia, dan prevalensinya secara bertahap meningkat secara global. Di Indonesia, setiap tahunnya terdapat sebanyak 7.828 kasus kanker kandung kemih baru dengan angka kematian 3.885 kematian. Kelangsungan hidup pasien kanker kandung kemih sangat bergantung pada banyak faktor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kelangsungan hidup 5 tahun pasien dengan kanker kandung kemih. Metode penelitian yang digunakan adalah studi analitik retrospektif kohort selama satu tahun dengan data rekam medis pasien dari tahun 2015 hingga 2019. Hasil menunjukkan bahwa usia rata-rata pasien adalah 59 ± 11,9 tahun, mayoritas laki-laki (83,4%), dan sebagian besar perokok (84,11%). Angka kelangsungan hidup pasien dipengaruhi secara signifikan oleh usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, jenis tatalaksana, kategori T, dan BMI. Kesimpulan dari penelitian ini adalah usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, tatalaksana, dan kategori T memiliki pengaruh signifikan terhadap angka kelangsungan hidup pasien kanker kandung kemih.

Usia rata-rata pasien kanker kandung kemih di RS dr Zainoel Abidin adalah 59 ± 11,9 tahun.Angka kelangsungan hidup pasien dipengaruhi oleh usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, jenis tatalaksana, kategori T, dan BMI.Faktor-faktor tersebut secara signifikan berkontribusi terhadap prognosis pasien kanker kandung kemih.

Penelitian lanjutan dapat menguji apakah intervensi edukasi kesehatan berbasis komunitas mampu meningkatkan deteksi dini kanker kandung kemih di wilayah Aceh, terutama pada kelompok lansia dan pekerja berisiko tinggi. Selain itu, perlu diteliti bagaimana status sosial ekonomi dan akses layanan kesehatan memengaruhi kepatuhan terhadap tatalaksana dan hasil kelangsungan hidup pasien kanker kandung kemih. Studi juga perlu dilakukan untuk menganalisis pengaruh berhenti merokok setelah diagnosis terhadap prognosis jangka panjang, meskipun dalam penelitian ini kebiasaan merokok tidak berhubungan signifikan, mengingat temuan global yang menunjukkan dampak negatif dari merokok pasca-diagnosis. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan saat ini dengan pendekatan yang lebih mendalam terhadap faktor sosial, perilaku, dan sistem kesehatan yang mungkin memengaruhi outcome pasien secara holistik.

Read online
File size487.69 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test