UnwahasUnwahas

Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi KlinikJurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik

Bunga kertas (Bougainvillea glabra) mengandung senyawa flavonoid, tannin, dan saponin. Kandungan fitokimia tersebut membuat bunga kertas memiliki beberapa aktivitas farmakologis di antaranya adalah sebagai antibakteri dan antioksidan. Ekstrak etanol bunga kertas dapat diformulasikan menjadi bentuk sediaan gel yang merupakan sediaan semi padat yang memiliki daya sebar yang baik, sejuk di kulit, tidak menyumbat pori dan mudah dicuci dengan air, serta memiliki pelepasan bahan aktif yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu fisik serta aktivitas antibakteri dan antioksidan dari gel ekstrak etanol bunga kertas (EEBK). EEBK diformulasikan dalam bentuk sediaan gel pada konsentrasi 20% (F1), 30% (F2), dan 40% (F3). Evaluasi sediaan yang dilakukan meliputi uji mutu fisik, uji aktivitas antioksidan (metode DPPH), dan uji aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus (metode disc diffusion). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi mempengaruhi daya sebar dan daya lekat sediaan. Hasil uji aktivitas antioksidan dan antibakteri didapatkan nilai IC50 dan diameter daya hambat sebesar F1 74,263 ppm dan 17,67 mm; F2 62,448 ppm dan 19,83 mm; serta F3 53,386 ppm dan 21,5 mm. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa perbedaan konsentrasi EEBK mempengaruhi daya sebar dan daya lekat serta gel ekstrak bunga kertas memiliki aktivitas antioksidan sedang dan antibakteri yang kuat.

Gel EEBK memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan aktivitas antioksidan.Aktivitas antibakteri dan antioksidan terbaik ditunjukkan oleh gel dengan konsentrasi EEBK sebesar 40% (F3) yang menghasilkan daya hambat sebesar 21,5 ± 0 mm dan nilai IC50 sebesar 53,386 ppm yang termasuk dalam aktivitas antioksidan sedang.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas antibakteri dan antioksidan gel EEBK terhadap spektrum patogen kulit yang lebih luas, termasuk bakteri Gram-negatif dan jamur, serta menilai keamanan penggunaan pada model kulit manusia in vitro. Selain itu, formulasi gel dapat dioptimalkan dengan mengganti atau menambahkan polimer alami seperti kitosan atau alginat untuk meningkatkan profil pelepasan bahan aktif dan stabilitas fisik, yang selanjutnya diuji melalui studi farmakokinetik in vivo pada hewan percobaan. Selanjutnya, uji klinis terkontrol dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas gel dengan konsentrasi 40% EEBK dalam pengobatan jerawat vulgaris dibandingkan standar terapi, dengan menilai hasil klinis, efek samping jangka panjang, dan kepuasan pasien, sehingga dapat memberikan bukti ilmiah yang kuat untuk aplikasi kosmetik atau dermatologis produk tersebut.

  1. Pengaruh Variasi Minyak Daun Jeruk Purut Terhadap Sediaan Lotion Mengandung Gelatin Tulang Ayam dan Uji... journal.uns.ac.id/jaht/article/view/426Pengaruh Variasi Minyak Daun Jeruk Purut Terhadap Sediaan Lotion Mengandung Gelatin Tulang Ayam dan Uji journal uns ac jaht article view 426
  2. Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Bunga Bougenville Bougainvillea glabra Sebagai Antioksidan | Biofarmasetikal... journal.fmipaukit.ac.id/index.php/jbt/article/view/305Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Bunga Bougenville Bougainvillea glabra Sebagai Antioksidan Biofarmasetikal journal fmipaukit ac index php jbt article view 305
  3. Optimasi Aristoflex®ï¸ AVC dan Propilen Glikol Gel Tabir Surya Rimpang Kunyit dengan... e-journal.unair.ac.id/JFIKI/article/view/23918Optimasi AristoflexAyAAa AVC dan Propilen Glikol Gel Tabir Surya Rimpang Kunyit dengan e journal unair ac JFIKI article view 23918
  1. #ekstrak etanol#ekstrak etanol
  2. #analisis kualitatif#analisis kualitatif
Read online
File size878.22 KB
Pages10
Short Linkhttps://juris.id/p-WV
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test