POLTEKKESGORONTALOPOLTEKKESGORONTALO

JOURNAL OF NONCOMMUNICABLE DISEASESJOURNAL OF NONCOMMUNICABLE DISEASES

Selama masa pandemi covid-19, orang tua dituntut untuk menghabiskan lebih banyak waktu menemani pembelajaran anak, terlibat dalam tugas sekolah anak, sekaligus mempertahankan karier atau pekerjaan mereka. Pola asuh merupakan cara terbaik yang dapat dilakukan orang tua dalam mendidik anak sebagai wujud tanggung jawab. Faktor-faktor yang memengaruhi gaya pengasuhan antara lain usia, tingkat pendidikan, dan status sosial ekonomi atau pekerjaan orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola asuh orang tua yang bekerja selama masa pandemi covid-19 di Desa Selebung, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi sebanyak 2.776 orang tua yang bekerja, dengan sampel sebanyak 97 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis pola asuh yang diterapkan responden dominan adalah pola asuh demokratis sebanyak 62 orang (63,9%), diikuti pola asuh otoriter sebanyak 13 orang (13,4%), dan pola asuh permisif sebanyak 22 orang (22,7%). Diharapkan orang tua dapat meluangkan waktu bersama anak, membangun komunikasi yang baik, serta memberikan penjelasan terkait covid-19. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk meneliti faktor-faktor lain yang berkaitan dengan pola asuh selama masa pandemi covid-19.

Mayoritas orang tua yang bekerja di Desa Selebung menerapkan pola asuh demokratis selama masa pandemi covid-19, yaitu dengan memberikan kebebasan kepada anak disertai arahan, meluangkan waktu bersama anak, serta memberikan perhatian.Sebagian kecil menerapkan pola asuh otoriter, yang ditandai dengan penerapan aturan ketat, hukuman verbal, bahkan fisik jika anak melakukan kesalahan.Sementara itu, pola asuh permisif diterapkan oleh sebagian orang tua dengan memberikan kebebasan penuh tanpa disertai bimbingan atau arahan yang jelas.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang bagaimana perubahan beban kerja dari rumah memengaruhi kualitas interaksi orang tua dengan anak, khususnya dalam konteks keluarga dengan pendapatan rendah di daerah pedesaan. Kedua, penting untuk mengeksplorasi efektivitas model pendampingan pembelajaran dari jarak jauh yang melibatkan sekolah, komunitas, dan orang tua, guna mengurangi stres pengasuhan selama krisis kesehatan. Ketiga, diperlukan studi lanjutan mengenai dampak jangka panjang pola asuh selama masa pandemi terhadap perkembangan emosional dan akademik anak, terutama pada anak usia sekolah dasar. Penelitian-penelitian ini dapat membantu merancang intervensi pendidikan dan sosial yang lebih responsif terhadap kebutuhan keluarga di masa krisis. Selain itu, pendekatan kualitatif mendalam seperti studi kasus atau wawancara mendalam dapat melengkapi data kuantitatif yang ada. Fokus pada perspektif anak juga penting untuk memahami bagaimana mereka mengalami pola asuh selama pandemi. Penelitian juga bisa mengevaluasi program pelatihan orang tua berbasis komunitas. Dengan memahami faktor-faktor yang mendukung pola asuh positif, kebijakan pendidikan dan kesehatan keluarga dapat dirancang lebih baik. Kombinasi antara analisis konteks sosial-ekonomi dan dinamika keluarga perlu menjadi fokus utama. Hasilnya dapat digunakan untuk meningkatkan ketahanan keluarga di masa depan.

Read online
File size786.87 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test